Kenapa Kamu bisa Terkena Covid-19 Meski di Rumah Saja?

Semua berawal dari hal yang sepele, Ma

18 Januari 2021

Kenapa Kamu bisa Terkena Covid-19 Meski Rumah Saja
Freepik/benzoix

Saat ini, Covid-19 seperti mengamuk. Semakin banyak orang yang terinfeksi, baik ia keluar rumah maupun di rumah saja. Popmama.com mengumpulkan penyebab seseorang bisa terpapar virus corona meski diam di rumah. 

Mungkin Mama merasa rumah adalah hal yang paling aman dari serangan virus corona. Hal ini memang tidak salah, namun jika kecolongan, seseorang bisa saja tetap terkena Covid-19 meski hanya di rumah.

Mulai dari kontak tidak langsung, hingga kebiasaan sepele yang ternyata bisa membawa virus masuk ke rumah. 

Inilah beberapa alasan kenapa seseorang bisa tetap terkena virus corona meski sudah di rumah saja. 

1. Karena menyentuh barang yang dipegang orang lain

1. Karena menyentuh barang dipegang orang lain
Freepik/benzoix

Seorang perempuan berasal dari North Carolina, AS memiliki pengalaman tidak menyenangkan dengan Covid-19. Selama ini, ia selalu berada di rumah dan tidak pergi ke mana-mana dan selalu menerapkan protokol kesehatan kepada siapapun. 

Nyatanya, ia tetap terinfeksi virus corona. 

Dikutip dari New York Post, ternyata suatu waktu ia pernah mengambil barang pesanan tanpa menggunakan sarung tangan. Diketahui setelahnya, orang yang membawa pesanan tersebut ternyata positif Covid dan ia otomatis tertular karena menyentuh barang yang sama. 

Hal seperti ini yang sering membuat orang lengah. Menganggap menyentuh benda bukanlah hal yang berbahaya. Namun pada kenyataannya bisa jadi tempat penularan virus. 

Editors' Picks

2. Kontak dengan tetangga

2. Kontak tetangga
Freepik/prostooleh

Orang yang diam di rumah sudah merasa aman, padahal masih belum aman jika masih melakukan kontak dengan orang lain. Terlebih jika tidak menggunakan protokol kesehatan yang ketat. 

Seringnya tetangga dianggap aman-aman saja. Padahal, mereka bisa saja pergi ke tempat lain dan terpapar di sana. Itulah yang membuat kamu mungkin saja terkena virus corona meski sudah di rumah saja. 

Bukan tidak boleh Mama mengobrol dengan tetangga. Boleh saja, asal tetap menerapkan jaga jarak dan memakai masker saat mengobrol dan bertemu. 

3. Tertular dari orang serumah

3. Tertular dari orang serumah
Freepik/Davit85

Seorang Mama bernama Annisa tidak keluar rumah sama sekali. Meski begitu, ia terkena Covid-19. Ternyata ia terpapar dari salah satu orang di rumahnya yang sering pergi ke luar. 

Saat ia mengalami pegal, linu, dan demam, baru disadarinya bahwa sebelumnya orang serumahnya mengalami hal yang sama. 

Jika sudah begitu, Mama bisa meminta setiap orang di rumah melakukan protokol kesehatan yang maksimal setiap setelah bepergian. 

4. Ketika menerima paket

4. Ketika menerima paket
mirror.co.uk

Salah satu cara seseorang bisa diam di rumah adalah dengan menggunakan jasa belanja online. Nah, yang harus diperhatikan adalah saat menerima paket. 

Paket sudah banyak disentuh orang lain. Sehingga, saat menerimanya, kamu harus segera disinfektan paket tersebut. Kemudian membuka plastiknya kemudian membuang sampahnya langsung di tempat sampah yang tertutup. 

Sebelum menyentuh isi paket, pastikan untuk mencuci tangan dahulu agar bersih dari kemungkinan tertempelnya kuman dan virus dari benda lain. 

5. Kedatangan tamu keluarga

5. Kedatangan tamu keluarga
Pexels/Emma Bauso

Satu lagi hal yang bisa membuat kamu tertular adalah merasa keluarga adalah circle yang aman. Padahal, keluarga tidak serumah bisa saja menjadi agen atau carrier dari virus corona. 

Saat kedatangan tamu keluarga ke rumah, tetap maksimalkan protokol kesehatan dan jangan pernah sekalipun membuka masker. 

Setelah itu, cuci semua peralatan makan dan minum yang telah digunakan mereka. Juga, bersihkan rumah setelah mereka pulang. 

Meski terkesan berlebihan, namun lebih baik mencegah dibanding mengobati. 

Nah itulah 5 kemungkinan kamu terkena virus corona walau hanya berdiam diri di rumah. Tetap terapkan protokol kesehatan, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.