Penyekatan Diperpanjang, Puncak Arus Balik Diprediksi Minggu Depan

Masih libur sekolah, banyak yang menunda kepulangan

17 Mei 2021

Penyekatan Diperpanjang, Puncak Arus Balik Diprediksi Minggu Depan
Freepik

Banyaknya warga yang memaksa tetap mudik membuat hadirnya operasi penyekatan di pintu masuk kota. Sedangkan prediksi puncak arus balik diperkirakan minggu depan. 

Adanya larangan mudik tidak menurunkan semangat masyarakat Indonesia untuk pulang kampung. Dari data Kemenhub, tercatat ada sekitar 1,5 juta warga Jabodetabek yang melakukan perjalanan di masa peniadaan mudik. 

Untuk menghindari lonjakan kendaraan dan juga untuk screening warga yang ingin kembali pulang, dibuatlah operasi penyekatan di beberapa titik masuk Jabodetabek yang digelar hari Minggu (16/5). 

Namun ternyata, terjadi penurunan volume kendaraan yang masuk. Seperti apa detailnya? Mari cek bersama Popmama.com. 

1. Prediksi puncak arus balik terjadi di dua tanggal berbeda

1. Prediksi puncak arus balik terjadi dua tanggal berbeda
Pxhere/ CC0 Public Domain

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memproyeksikan kemungkinan arus balik terjadi pada tanggal 16 dan 20 Mei 2021. Sehingga, Budi mengimbau, agar masyarakat jangan pulang di titik tanggal itu karena akan penuh. 

Kenapa tanggal 16? Karena kebanyakan kantor telah memberlakukan masuk kembali pada tanggal tersebut.

Sedangkan tanggal 20 Mei 2021 yang jatuh pada Kamis disebabkan karena masih masuk libur sekolah. 

Editors' Picks

2. Operasi penyekatan diperpanjang hingga 24 Mei 2021

2. Operasi penyekatan diperpanjang hingga 24 Mei 2021
Pexels/Pixabay

Meski begitu, penyekatan akan tetap berlangsung berhari-hari setelah prediksi puncak arus balik. 

Polda Metro Jaya memperpanjang masa penyekatan arus balik ke Jakarta hingga 24 Mei 2021. Sebelumnya, kebijakan ini hanya berlaku dari tanggal 6-17 Mei 2021 saja. 

Irjen Fadil Imran mengatakan, pihaknya mengevaluasi setiap hari mengenai kondisi di lapangan. Apakah akan memperpanjang atau memutuskan kapan selesainya. 

3. Terjadi penurunan pada jumlah kendaraan yang masuk ke Jabodetabek

3. Terjadi penurunan jumlah kendaraan masuk ke Jabodetabek
Pexels/Kaique Rocha

Berdasarkan statistik, Kepala Korps Lalu LIntas, Irjen Pol Istiono mengatakan bahwa volume kendaraan yang masuk Jabodetabek menurun. 

Selama musim arus balik Lebaran 2021, volume kendaraan dari Jawa Tengah ke Jabodetabek menurun sebanyak 52 persen, dari Jabar 56 persen, dan dari Sumatera menurun sebanyak 73 persen. 

Dari data tersebut, diperkirakan puncak arus balik akan berpotensi terjadi di akhir pekan depan. 

Jika biasanya jumlah arus balik pada musim arus balik di atas 60.000, kini hanya berjumlah 21.000 di akhir pekan kemarin. 

Meski begitu, Polri tetap melihat perkembangannya agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di satu titik saja. 

4. Ada stiker yang tak bisa dipalsukan

4. Ada stiker tak bisa dipalsukan
Freepik/Savvapanf

Untuk menekan angka penularan virus corona, diberlakukan beberapa cara untuk melacak penularan Covid-19. Salah satunya dengan menempelkan stiker di kendaraan. 

Menurut Irjen Fadil, Polri telah menggelar 19 titik pemeriksaan dari Jawa Timur sampai Banten. Di titik tersebut, akan diberlakukan pengetesan acak dan yang sudah dites akan mendapat stiker. 

Tak sembarangan, stiker tersebut dilengkapi barcode sehingga tidak bisa dipalsukan. 

Kendaraan yang belum berstiker bisa mendapat pemeriksaan acak di titik lainnya. 

Nah, apakah Mama dan keluarga masih liburan di luar kota? Hindari pulang di akhir pekan depan, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.