Nyeri sering dialami oleh banyak pengidap kanker. Lebih dari 50% penderita kanker pada stadium awal hingga menengah merasakan nyeri sepanjang perjalanan penyakit mereka. Sementara itu, 90% pengidap kanker mengalaminya selama masa penyakit.
Maka dari itu, keluarga atau caregiver memainkan peran vital dalam proses manajemen nyeri bagi pasien kanker pankreas. Dengan memberikan dukungan emosional, keluarga membantu pasien mengelola nyeri dan stres secara lebih efektif. Keluarga atau caregiver dapat mengawasi perjalanan nyeri pasien dan membantu mengingatkan pasien untuk mengikuti anjuran dokter.
Keluarga maupun caregiver juga memiliki peran dalam membantu mengatur jadwal pengobatan dan terlibat dalam mendiskusikan pilihan pengobatan terbaik untuk pasien bersama tim medis, termasuk dalam hal manajemen nyeri yang efektif.
"Nyeri kanker adalah total pain, gak cuma masalah fisiknya doang, ada psikologisnya, ada sosialnya, ada spiritualnya. Nah, maka gak ada yang tau lebih baik mengenai perjalanan nyeri dan kondisi, behaviour pain-nya pasien ini adalah keluarga atau caregiver, jadi sangat berperanan penting ya," ujar dr. I.GN.A Dwi Yundha, Sp. An-TI, FIP, sebagai Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif di RS Pondok Indah (12/11/2024) lalu.
Selanjutnya, dr. Dwi Yundha menjelaskan bahwa saat menerima pasien yang ingin melakukan kontrol, ia biasanya bertanya kepada anggota keluarga pasien. Menurutnya, sulit memperoleh data objektif jika hanya bertanya langsung kepada pasien, karena nyeri bersifat subjektif. Dengan bertanya kepada keluarga atau caregiver, mereka dapat memberikan informasi lebih akurat dan objektif mengenai perjalanan nyeri yang dialami pasien.
Nah, itu dia informasi mengenai faktor risiko kanker pankreas dan pentingnya peran keluarga dalam membantu pengawasan perjalanan nyeri pasien!
Mari terus mendukung dan memberikan perhatian kepada orang-orang tercinta yang tengah berjuang melawan kanker pankreas agar mereka merasakan kekuatan yang penuh di setiap langkah perawatan mereka.