Kenali 3 Fakta Polidaktili Alias Jari Tangan dan Kaki Tambahan

Polidaktili mengakibatkan jari tangan atau kaki lebih dari kondisi normal

25 April 2019

Kenali 3 Fakta Polidaktili Alias Jari Tangan Kaki Tambahan
mirror.co.uk

Setiap orangtua tentu menginginkan anak di keluarganya terlahir sehat dan juga sempurna tanpa kekurangan satu apapun. Keinginan satu ini pun tentunya dibantu dengan asupan gizi yang sehat selama masa kehamilan dan selalu berkonsultasi dengan dokter saat melakukan USG secara rutin.

Meskipun begitu sudah dijaga dengan baik, kelainan fisik saat si Kecil terlahir bisa saja tetap terjadi. Kelainan fisik yang memungkinkan terjadi yaitu polidaktili. 

Fisik anak mama yang tidak sempurna karena polidaktili membuat jari tangan atau kakinya bertambah. Jika normalnya memiliki lima jari, polidaktili memungkinkan jarinya bertambah menjadi enam atau lebih. 

Kalau Mama penasaran mengenai polidaktili dan ingin mengetahui informasi lainnya, tak perlu khawatir karena Popmama.com akan merangkumnya agar bisa memberikan pengetahuan baru. 

Simak penjelasan mengenai polidaktili lebih jauh lagi yuk, Ma!

Editors' Pick

1. Apa itu polidaktili?

1. Apa itu polidaktili
mirror.co.uk

Polidaktili berasal dari bahasa Yunani yaitu “polys” yang berarti ‘banyak’ dan “daktylos" yang berarti ‘jari’. Jika diartikan, kondisi fisik akan ditandai dengan adanya jari tambahan yang terlihat dari jari tangan atau kakinya. Kelainan fisik bawaan ini akan memicu jumlah jari lebih dari lima. 

Secara umum, polidaktili termasuk kelainan yang terjadi sejak lahir dan dialami sekitar 1 dari setiap 1.000 kelahiran. Jika jari tangan atau kaki berjumlah enam disebut seksdaktili. Bila berjumlah tujuh, maka disebut dengan heksadaktili. 

Dilansir dari Medical Daily, jari tambahan umumnya terletak di bagian sisi ibu jari (radial), kelingking (ulnar) atau di bagian jari tengah (central). Perlu diketahui umumnya, polidaktili yang sering terjadi pada populasi orang kulit hitam yaitu jari kelingking tambahan (post-axial polydactyly).

Sedangkan untuk di bagian Asia, jari tambahan yang paling umum ditemukan yaitu pada bagian ibu jari (pra-aksial polydactyly). 

Jika diperhatikan, kelebihan jari ini bentuknya ada yang sempurna seperti jari-jari biasa. Namun, ada juga yang tidak berkembang secara normal dan hanya berbentuk gumpalan daging. 

Baca juga: Waspada Sindrom Pfeiffer, Kelainan Gen yang Membuat Tengkorak Abnormal

2. Kondisi polidaktili bisa dipicu oleh perkembangan embrio yang tidak optimal

2. Kondisi polidaktili bisa dipicu oleh perkembangan embrio tidak optimal
Pixabay/Counselling

Umumnya seseorang dengan polidaktili hanya terjadi pada satu sisi tangan saja. Kondisi polidaktili ini biasanya dipengaruhi karena kesalahan selama di dalam kandungan. Perkembangan embrio di dalam kandungan ada kemungkinan tidak terjadi secara optimal. 

Saat di dalam kandungan, tangan awalnya berbentuk seperti dayung yang jika diperhatikan mirip dengan kaki bebek. Lalu seiring bertambahnya usia kehamilan, tangan tersebut akan terbelah menjadi lima jari terpisah satu sama lain.

Jika mengalami polidaktili ketika lahir, maka ada kesalahan selama proses di dalam kandungan. Kondisi inilah pemicu terbentuknya jari tambahan yang terbelah dari satu jari menjadi dua. 

Banyaknya kasus seseorang yang terlahir dengan jari lebih dari lima bisa dikarenakan berbagai faktor, seperti: 

  • Faktor genetik 

Ma, perlu diketahui kalau polidaktili bisa disebabkan karena faktor genetik dan kromosom. Jika Mama atau Papa memiliki polidaktili, maka si Kecil memiliki kemungkinan besar mengalami ha serupa. 

  • Faktor kelainan fisik saat lahir

Kelainan fisik yang menyebabkan seorang anak lahir berbeda daripada anak lainnya bisa disebabkan karena berbagai faktor, seperti pernah terpapar radiasi nuklir, sinar gamma, dan sinar rontgen selama masa kehamilan. Perlu diketahui kalau seringnya melakukan foto rontgen  saat hamil kurang dari 12 minggu dapat memicu gangguan berupa kecacatan lahir pada janin. 

Ibu hamil yang mengonsumsi zat atau obat-obatan tertentu juga dapat berpotensi menyebabkan cacat lahir. Kebiasaan meminum alkohol juga meningkatkan sebuah risiko kelainan yang sering dikenal dengan sebutan fetal alcoholic syndrome

Jika sudah begini memang harus bijak dan perlu fokus menjaga janin di dalam kandungan selama masa kehamilan ya, Ma!

Baca juga: Waspada! Bayi Indonesia Sering Mengalami 5 Cacat Bawaan Ini

3. Penanganan operasi pada polidaktili perlu dilakukan saat sudah mengganggu

3. Penanganan operasi polidaktili perlu dilakukan saat sudah mengganggu
Pixabay/RitaE

Kelainan fisik akibat jari tangan atau kaki tambahan memang bisa diatasi dengan melakukan operasi “pembuatan” untuk jari yang berlebihan. Langkah ini perlu diterapkan apalagi saat jari yang lebih tambahan tersebut tidak berkembang atau berfungsi secara normal. 

Tak jarang, ada juga kasus yang memperlihatkan jari tambahan hanya sebatas gumpalan daging. Situasi inilah yang terkadang menganggu pertumbuhan dan perkembangan psikologis si Kecil karena akan menjadi malu dengan kondisi jarinya. 

Selain itu, polidaktili dapat menganggu kualitas hidup si Kecil karena memicu gangguan lain seperti gigi rusak, ukuran kelamin mengecil, adanya kelainan pigmentasi pada retina mata hingga bagian kuku tidak terbentuk dengan baik. 

Penanganan polidaktili melalui jalur operasi disarankan untuk dilakukan ketika anak mama masih berumur antara 6-18 bulan. Semakin dini penanganan operasi pada polidaktili, maka akan semakin baik karena saat anak udah masuk usia sekolah secara tidak langsung dapat mengganggu perkembangan mentalnya. 

Itulah ringkasan yang sudah Popmama.com berikan agar Mama bisa memahami tentang polidaktili alias jari tangan dan kaki bertambah lebih dari lima 

Semoga bisa informasi di atas memberikan pengetahuan baru mengenai polidaktili ya, Ma! 

Baca juga: Hair Tourniquet, Jari Bayi Terlilit Benang yang Akibatnya Fatal

The Latest