Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Gejala Kanker Prostat yang Harus Diwaspadai!
freepik.com/krakenimages.com

Intinya sih...

  • Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, bisa menjadi tanda adanya gangguan pada prostat.

  • Sulit menahan buang air dan nyeri tulang akibat penyebaran kanker prostat adalah gejala yang perlu diwaspadai.

  • Aliran urine lemah, darah dalam air mani, dan penurunan berat badan tanpa sebab jelas juga merupakan tanda-tanda kanker prostat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr. Akbari Wahyudi Kusumah, Sp.U

Gejala kanker prostat sering berkembang secara perlahan dan kerap tidak terasa mengkhawatirkan di awal. Banyak laki-laki baru menyadari adanya masalah ketika mulai mengalami perubahan pada kebiasaan buang air kecil.

Padahal, tubuh biasanya sudah memberi tanda-tanda penting sejak awal melalui keluhan ringan yang sering dianggap sepele. Mengenali sinyal ini lebih cepat dapat membantu mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Dengan mengenali tanda-tanda kanker prostat sejak dini, risiko komplikasi serius bisa ditekan. Berikut Popmama.com sajikan informasi tentang 7 gejala kanker prostat. Simak di bawah!

1. Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil

pexels.com/Andrea Piacquadio

Rasa perih atau panas saat buang air kecil sering dikaitkan dengan infeksi saluran kemih. Namun, jika hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada infeksi, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan lain yang lebih serius, termasuk masalah pada prostat.

Ketika sel kanker tumbuh di kelenjar prostat, saluran urine yang melewatinya bisa tertekan. Akibatnya, aliran urine menjadi terganggu dan menimbulkan rasa tidak nyaman saat buang air kecil.

2. Sulit menahan buang air

dok. Siloam Hospitals

Pada kondisi tertentu, kanker prostat dapat memengaruhi fungsi saraf yang mengatur kandung kemih dan usus. Tekanan dari sel kanker bisa menyebabkan tungkai terasa lemah atau mati rasa, terutama jika sudah melibatkan area di sekitar tulang belakang.

Akibatnya, penderita mengalami kesulitan menahan buang air kecil maupun buang air besar. Dorongan untuk ke toilet terasa lebih mendesak dan sulit dikendalikan, sehingga risiko ‘ngompol’ pun meningkat.

3. Nyeri tulang akibat penyebaran kanker

freepik.com/8photo

Saat kanker prostat berkembang lebih lanjut, sel-selnya dapat menyebar ke bagian tubuh lain, terutama ke tulang. Proses ini dikenal sebagai metastasis dan sering menimbulkan keluhan nyeri yang cukup mengganggu.

Rasa sakit biasanya muncul di area seperti pinggul, tulang belakang, atau tulang rusuk. Nyeri ini bisa terasa menetap dan semakin intens, sehingga perlu penanganan medis untuk mengetahui penyebab pastinya dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

4. Aliran urine lemah

freepik.com/jcomp

Letak prostat yang berada tepat di bawah kandung kemih membuat organ ini sangat berpengaruh pada proses buang air kecil. Saat kanker tumbuh di area tersebut, saluran urine bisa tertekan dan mengganggu aliran urine.

Akibatnya, pancaran urine menjadi lebih lemah, tidak lancar, atau hanya keluar dalam bentuk tetesan. Kondisi ini sering disertai rasa tidak tuntas setelah buang air kecil dan perlu diperiksa untuk memastikan penyebabnya.

5. Urine keluar sedikit meski sering ingin berkemih

freepik.com/jcomp

Pada penderita kanker prostat, dorongan untuk buang air kecil bisa terasa sangat sering, tetapi jumlah urine yang keluar justru sedikit. Bahkan, beberapa orang perlu menunggu beberapa saat sebelum urine benar-benar mengalir.

Hal ini terjadi karena tumor atau pembesaran prostat menekan saluran kemih, sehingga aliran urine menjadi terhambat. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, sebaiknya segera periksakan diri agar penyebabnya bisa diketahui lebih cepat.

6. Darah dalam air mani

pexels.com/Kaboompics.com

Munculnya darah pada air mani, atau yang dikenal sebagai hematospermia, bisa menjadi salah satu tanda kanker prostat yang sering tidak disadari. Pada tahap awal, gejala ini kerap terlewat karena tidak menimbulkan rasa sakit yang berarti.

Kondisi ini dapat terjadi ketika massa di prostat menekan atau menyumbat saluran ejakulasi. Tekanan tersebut membuat pembuluh darah di sekitarnya melebar dan mudah pecah, sehingga darah bercampur dengan cairan mani.

7. Penurunan berat badan tanpa sebab jelas

rd.com

Penurunan berat badan secara drastis tanpa perubahan pola makan atau aktivitas bisa menjadi tanda awal kanker, termasuk kanker prostat. Kondisi ini terjadi karena sel kanker dapat mengganggu proses metabolisme dan penyerapan nutrisi dalam tubuh.

Meski penyebab pasti kanker prostat belum diketahui, faktor usia dan keturunan terbukti meningkatkan risikonya. Karena itu, laki-laki disarankan melakukan skrining sejak usia 40–50 tahun melalui tes darah Prostate-Specific Antigen (PSA) agar potensi kanker bisa terdeteksi lebih dini.

Itu dia informasi tentang 7 gejala kanker prostat yang perlu diperhatikan. Mengenali tanda-tanda ini sejak dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif. 

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala yang mencurigakan, karena deteksi dini meningkatkan peluang kesembuhan.


Referensi:
“7 Prostate Cancer Symptoms You Need to Know”. Atlantic Urology Specialists. Diakses Januari 2026.
“What are the signs and symptoms of prostate cancer?”. Prostate Cancer UK. Diakses Januari 2026.
“Know the Symptoms Before Prostate Cancer Spreads”. EMC Healthcare. Diakses Januari 2026.
“7 Things You Should Know About Prostate Cancer”. High Street Medical Clinic. Diakses Januari 2026.

FAQ Tentang Gejala Kanker Prostat

1. Apakah aktivitas seksual memengaruhi risiko kanker prostat?

Belum ada bukti kuat bahwa aktivitas seksual secara langsung menyebabkan kanker prostat, tetapi kesehatan reproduksi tetap penting untuk dijaga.

2. Apakah pola makan berpengaruh pada kesehatan prostat?

Ya. Konsumsi sayur, buah, ikan, dan makanan rendah lemak dapat membantu menjaga kesehatan prostat dan menurunkan risiko kanker.

3. Apakah setelah operasi prostat laki-laki masih bisa hidup normal?

Banyak laki-laki tetap bisa menjalani aktivitas normal, meski mungkin mengalami efek samping seperti gangguan ereksi atau inkontinensia yang bisa ditangani dengan terapi lanjutan.

Editorial Team