Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI
1. Rasa gatal dan kesemutan
Gejala awal sering berupa gatal atau kesemutan di bibir. Sensasi ini muncul beberapa jam hingga satu hari sebelum lepuhan terlihat. Kesemutan terjadi karena virus aktif di ujung saraf kulit. Sensasi biasanya hilang saat lepuhan muncul.
Menghindari menyentuh area yang terasa gatal mengurangi risiko menular. Sensasi kesemutan menjadi indikator untuk siap siaga. Deteksi dini membantu proses penyembuhan lebih cepat.
2. Bercak Merah dan Lepuhan
Kulit bibir memerah, kemudian muncul bercak kecil yang berkembang menjadi lepuhan berisi cairan. Lepuhan terasa nyeri dan mudah pecah, sehingga sangat menular. Biasanya muncul berkelompok dan berlangsung 7–10 hari.
Area di sekitarnya bisa bengkak karena peradangan lokal. Lepuhan dapat menimbulkan ketidaknyamanan saat makan atau minum. Hindari mengelupas lepuhan untuk mencegah infeksi sekunder.
Kompres dingin membantu mengurangi nyeri. Proses penyembuhan memerlukan waktu sekitar satu minggu. Perawatan tepat mempercepat pemulihan kulit.
3. Gejala sistemik ringan
Beberapa orang mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala ini menandakan sistem imun sedang melawan virus. Biasanya lebih terasa pada infeksi pertama dibanding kambuhan.
Tubuh melepaskan zat kimia imun untuk melawan virus. Istirahat cukup, hidrasi baik, dan konsumsi makanan bergizi mempercepat pemulihan. Konsumsi vitamin membantu daya tahan tubuh. Perawatan rutin membuat gejala lebih ringan.
4. Nyeri dan sensasi terbakar
Area bibir yang terinfeksi sering terasa nyeri dan terbakar. Rasa nyeri bisa tajam dan menjalar ke kulit di sekitarnya. Nyeri muncul karena virus merusak sel kulit dan saraf. Kompres dingin atau pelembap dapat meredakan ketidaknyamanan.
Rasa sakit biasanya berkurang saat lepuhan mengering. Sensasi terbakar menandakan virus aktif. Maka dari itu, menghindari makanan pedas atau asam membantu mengurangi iritasi. Perawatan tepat mempercepat pemulihan.
5. Kulit mengelupas dan mengeras
Setelah lepuhan pecah, kulit mengering dan mengelupas. Proses ini menandakan penyembuhan sedang berlangsung. Kulit terasa kasar atau mengeras sementara waktu. Hindari mengelupas kulit sendiri untuk mencegah infeksi sekunder.
Proses ini biasanya berlangsung 1–2 minggu. Mengoleskan pelembap membantu kulit cepat pulih. Menjaga kebersihan tangan sangat penting. Perubahan kulit menjadi indikator fase penyembuhan.
6. Kekambuhan
Herpes bersifat kronis dan bisa kambuh kapan saja. Kekambuhan biasanya lebih ringan dibanding episode pertama. Biasanya muncul saat imun menurun atau stres tinggi. Obat antivirus profilaksis dapat mengurangi frekuensi.
Kekambuhan dapat menimbulkan ketidaknyamanan ringan. Mengelola stres dan tidur cukup membantu mencegah kambuh. Kesadaran terhadap tanda awal penting karena mencegah infeksi menyebar.
7. Infeksi sekitar mata dan wajah
Virus HSV-1 bisa menyebar ke mata atau wajah jika area terinfeksi tidak dijaga kebersihannya. Infeksi di mata bisa mengganggu penglihatan. Gejala meliputi kemerahan, nyeri, atau lepuhan kecil. Segera konsultasikan ke dokter jika muncul gejala di sekitar mata.
Menghindari kontak tangan dengan mata membantu mencegah komplikasi. Kebersihan area wajah sangat penting. Perawatan cepat mengurangi risiko kerusakan. Deteksi awal meningkatkan keberhasilan pengobatan.
8. Gangguan makan dan minum
Lepuhan di bibir menyebabkan nyeri saat makan atau minum. Makanan pedas, asam, atau panas memperparah ketidaknyamanan. Rasa nyeri dapat menurunkan nafsu makan. Perawatan yang tepat termasuk pelembap dan obat topikal.
Tetap mengonsumsi makanan lunak dan bergizi penting dan gunakan pelembap membantu kulit tetap lembap. Perawatan tepat mengurangi rasa sakit. Tindakan cepat membuat proses penyembuhan lebih nyaman.