Gelaran Indonesia Summit 2026 berlangsung pada 17-18 Juni 2026 di The Tribrata, Jakarta Selatan.
Pada hari kedua, sesi bertajuk Next-Gen Fiscal Policy: Integrating Technology for Inclusive Growth menghadirkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, Luhut Binsar Panjaitan, serta Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
Dalam sesi tersebut, Luhut menyoroti semakin besarnya peran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam berbagai sektor, termasuk pemerintahan.
Menurutnya, kehadiran AI kini tidak bisa dihindari dan justru dapat dimanfaatkan untuk membantu berbagai program pemerintah berjalan lebih efektif dan efisien. Meski begitu, penerapannya tetap perlu didukung regulasi yang tepat agar tidak mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan.
Salah satu manfaat AI yang disoroti adalah kemampuannya mengolah data dalam jumlah besar secara lebih cepat dan akurat. Dengan dukungan data yang lebih presisi, proses analisis hingga pengambilan keputusan diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
“Dengan AI bisa bekerja lebih cepat, terarah dan data yang lebih jelas. AI sebagai partner, proses pengambilan data basisnya akan lebih akurat,” ujar Luhut dalam presentasinya di Indonesia Summit 2026, Kamis (18/6/2026).
Lalu, apa saja pandangan Luhut mengenai peran AI dalam pemerintahan dan pembangunan Indonesia ke depan? Berikut Popmama.com rangkum informasinya.
