Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
10 Jenis Perawatan Herpes Labialis yang Ampuh Redakan Gejalanya.jpg
gardensdermatology

Intinya sih...

  • Krim Acyclovir mengandung bahan aktif acyclovir yang menghambat virus herpes labialis.

  • Salep Penciclovir membantu meredakan nyeri dan mempercepat penyembuhan luka herpes labialis.

  • Obat antivirus oral seperti valacyclovir dapat mencegah kambuhnya lepuhan herpes labialis.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Herpes labialis atau herpes di bibir adalah kondisi yang cukup umum dan bisa kambuh kapan saja. Biasanya diawali dengan sensasi kesemutan, gatal, atau panas di area bibir, lalu muncul lepuhan kecil yang terasa perih.

Kabar baiknya, ada banyak pilihan perawatan yang bisa membantu mempercepat penyembuhan dan meredakan gejalanya. Mulai dari obat antivirus, salep topikal, hingga bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di rumah.

Yuk, kenali berbagai jenis perawatan yang sudah Popmama.com rangkum untuk membantu bibir pulih lebih cepat dan mencegah kambuh di kemudian hari.

1. Krim Acyclovir

Blibli

Krim acyclovir biasanya dijual dalam bentuk salep 5% dan punya beberapa nama dagang yang umum ditemukan di apotek Indonesia. Beberapa di antaranya adalah:

  • Acifar 5%

  • Salep Acyclovir 5%

  • Zovirax

  • HerpiNac 5%

  • Acyclovir Ointment 5% 

Semua ini mengandung acyclovir sebagai bahan aktif yang bekerja menghambat virus herpes labialis.

2. Salep Penciclovir

tevausa

Penciclovir topikal digunakan untuk mengobati gejala infeksi herpes simpleks di area sekitar mulut. Obat ini membantu meredakan rasa nyeri, sensasi terbakar, serta mempercepat penyembuhan luka.

Beberapa bentuk dan mereknya antara lain:

  • Penciclovir 1% Cream (generik)

  • Denavir (merek internasional)

Biasanya digunakan setiap 2 jam selama beberapa hari untuk hasil optimal.

Obat antivirus minum

Tokopedia

Jika herpes labialis sering kambuh atau gejalanya cukup berat, dokter biasanya akan meresepkan obat antivirus oral. Jenis obat yang umum digunakan meliputi valacyclovir, acyclovir tablet, dan famciclovir.

Antivirus oral biasanya diberikan pada fase awal saat Mama mulai merasakan tanda-tanda kambuh, seperti kesemutan, gatal, atau panas di area bibir. Semakin cepat dikonsumsi, semakin besar kemungkinan untuk mencegah lepuhan berkembang dan mempercepat proses penyembuhan.

Untuk Mama yang sering mengalami kekambuhan, dokter mungkin menyarankan pengobatan jangka panjang dengan dosis pemeliharaan tertentu. Namun, penggunaan antivirus oral harus tetap berdasarkan resep dan anjuran dokter untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. 

4. Kompres dingin

Freepik

Kompres dingin adalah salah satu cara paling sederhana namun efektif untuk meredakan gejala herpes labialis. Dengan mengaplikasikan es batu yang dibalut kain tipis ke area bibir yang terkena, Mama bisa membantu mengurangi pembengkakan. 

Perawatan ini juga aman digunakan kapan saja, terutama saat gejala sedang terasa paling tidak nyaman. Mama cukup menempelkan kompres selama beberapa menit, kemudian memberi jeda sebelum mengulanginya lagi.

Pastikan hanya menggunakan kain bersih dan tidak menempelkan es langsung ke kulit agar bibir tidak iritasi. Dengan perawatan rutin, kompres dingin bisa menjadi pertolongan cepat saat herpes di bibir mulai kambuh.

5. Petroleum jelly

Freepik

Petroleum jelly bisa menjadi salah satu pertolongan pertama yang efektif saat herpes labialis muncul. Dengan teksturnya yang lembut dan melembapkan, petroleum jelly membantu menjaga area bibir tetap terhidrasi. 

Selain menjaga kelembapan, petroleum jelly juga berfungsi sebagai lapisan pelindung. Produk ini membantu melindungi lepuhan dari gesekan, hembusan angin, atau sentuhan tidak sengaja yang dapat memperburuk luka.

Mama hanya perlu mengoleskannya tipis-tipis menggunakan tangan bersih atau cotton bud. Dengan pemakaian rutin, petroleum jelly dapat membuat proses penyembuhan lebih nyaman dan lebih cepat.

6. Obat pereda nyeri

Shopee

Jika rasa sakit akibat herpes labialis mulai mengganggu aktivitas harian, Mama bisa mempertimbangkan untuk mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol.

Obat-obatan ini bekerja menurunkan peradangan dan membantu meredakan sensasi perih yang biasanya muncul saat lepuhan mulai berkembang. Dengan begitu, Mama tetap bisa beraktivitas tanpa terlalu terganggu oleh rasa tidak nyaman.

Namun, penting untuk mengonsumsi obat ini sesuai dosis anjuran, terutama jika Mama memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat lain.

7. Suplemen Lysine

Blibli

Lysine adalah salah satu jenis asam amino esensial yang sering digunakan sebagai suplemen untuk membantu mengelola herpes labialis.

Suplemen ini bekerja dengan cara menyeimbangkan kadar asam amino dalam tubuh yang berkaitan dengan aktivitas virus herpes.

Sebelum mengonsumsi lysine secara rutin, sebaiknya Mama berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, terutama jika sedang hamil, menyusui, atau memiliki riwayat penyakit tertentu. 

8. Lidah buaya

Freepik/jcomp

Lidah buaya dikenal sebagai tanaman yang kaya manfaat untuk kulit, termasuk saat Mama mengalami herpes labialis. Kandungan alami di dalamnya, seperti vitamin, mineral, dan antioksidan, membantu menenangkan kulit yang sedang meradang.

Dengan sifat antiinflamasi yang dimilikinya, lidah buaya dapat membantu mengurangi pembengkakan dan kemerahan di sekitar area yang terdampak. Mama bisa mengoleskan gel lidah buaya murni secara tipis dan merata pada bagian bibir yang iritasi.

Agar lebih aman, pastikan Mama menggunakan produk gel lidah buaya yang murni tanpa tambahan alkohol atau pewangi, karena bahan tersebut justru bisa memperparah iritasi.

9. Madu murni

Freepik

Madu sudah lama dikenal sebagai bahan alami yang kaya manfaat, termasuk untuk membantu meredakan gejala herpes labialis. Kandungan antimikroba dan antiinflamasi di dalamnya membuat madu mampu mendukung proses penyembuhan kulit secara alami.

Selain meredakan iritasi, madu juga membantu menjaga area lepuhan tetap lembap sehingga kulit tidak mudah pecah atau semakin sakit. 

Untuk mendapatkan hasil terbaik, Mama bisa menggunakan madu murni yang tidak mengandung tambahan gula atau bahan sintetis. Oleskan tipis-tipis secara berkala menggunakan cotton bud yang bersih.

10. Perlindungan dari sinar matahari dan pemicu lain

Freepik/rawpixel.com

Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat menjadi salah satu pemicu utama kambuhnya herpes labialis. Sinar UV dapat melemahkan lapisan pelindung kulit, sehingga virus herpes lebih mudah aktif kembali. 

Karena itu, menggunakan lip balm yang mengandung SPF setiap kali Mama beraktivitas di luar ruangan sangat penting untuk menjaga bibir tetap terlindungi.

Selain sinar matahari, faktor lain seperti stres, kelelahan, atau kondisi tubuh yang menurun juga bisa memicu flare-up. Ketika tubuh dalam kondisi stres atau kurang istirahat, sistem kekebalan bisa melemah dan membuat virus lebih mudah aktif.

Mengelola stres dengan baik, menjaga pola makan sehat, serta tidur cukup setiap hari dapat membantu menekan kemungkinan kambuh.

Nah, itulah berbagai pilihan perawatan yang bisa Mama lakukan untuk meredakan gejala herpes labialis. Dengan perawatan yang tepat, Mama bisa tetap nyaman dan percaya diri meski herpes labialis kembali muncul.

Editorial Team