Apa Arti All Eyes on Papua yang Lagi Ramai di Media Sosial?

Warganet banyak suarakan All Eyes on Papua di media sosial

4 Juni 2024

Apa Arti All Eyes on Papua Lagi Ramai Media Sosial
x.com/tanyakanrl

Di tengah ramainya seruan "All Eyes on Rafah", kini muncul seruan baru dari warganet di media sosial. Seruan baru yang dimaksud tersebut adalah "All Eyes on Papua".

Frasa tersebut semakin ramai karena ada banyak poster berisi "All Eyes on Papua" yang menghiasi linimasa media sosial. Tak sedikit orang-orang yang bertanya tentang apa arti All Eyes on Papua dan kenapa dengan Papua?

Rangkuman informasi secara detailnya sudah Popmama.com rangkumkan dari berbagai sumber berikut ini.

Yuk, disimak!

Editors' Pick

Apa Itu All Eyes on Papua?

Apa Itu All Eyes on Papua
x.com/miminpmf

Frasa "All Eyes on Papua" bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti "Semua mata tertuju pada Papua". Frasa itu merupakan ungkapan dari masyarakat yang meminta kepada semua pihak untuk menunjukkan kepedulian dan memperhatikan kondisi Papua.

Poster bertuliskan frasa "All Eyes on Papua" kini sudah banyak tersebar di media sosial, terutama X. Tak hanya tersebar, poster dengan frasa itu bahkan menjadi viral dan trending karena ramai dibicarakan warganet.

Kenapa All Eyes on Papua Bisa Viral di Media Sosial?

Kenapa All Eyes on Papua Bisa Viral Media Sosial
Pexels/Tracy Le Blanc

Frasa ini menjadi viral ternyata bukan tanpa alasan. Lewat frasa "All Eyes on Papua", warganet di media sosial menyuarakan tentang kondisi hutan Papua yang akan dibabat oleh pejabat dan petinggi untuk menjadi perkebunan sawit.

Seperti diketahui, Papua menjadi daerah yang memiliki kekayaan alam berupa hutan. Oleh karena itu, mengorbankan hutan di Papua untuk membuat perkebunan sawit pun dinilai sebagai tindakan yang egois dan tidak berprikemanusiaan.

Apa Tujuan dari All Eyes on Papua?

Apa Tujuan dari All Eyes on Papua
x.com/tanyakanrl

Tersebarnya frasa itu memang berkaitan dengan permintaan masyarakat adat Awyu dan Moi yang meminta agar hutan mereka diselamatkan dan dikembalikan dari aktivitas pembukaan perkebunan sawit.

Kabarnya, hutan masyarakat Awyu sudah dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit terbesar lewat Proyek Tanah Merah yang dioperasikan tujuh perusahaan, yaitu PT MJR, PT KCP, PT GKM, PT ESK, PT TKU, PT MSM, dan PT NUM.

Selain itu, Pemerintah Provinsi kabarnya juga mengeluarkan izin kelayakan lingkungan hidup untuk PT IAL. PT itu mengantongi izin lingkungan sebesar 36.094 hektare yang sebagiannya berada di hutan adat Moro, bagian dari Awyu.

Pembukaan perkebunan itu membuat suku Awyu dari Boven Digoel dan suku Moi di Sorong menggelar aksi damai di depan Gedung Mahkamah Agung pada Senin (27/5/2024). Saat itu, mereka menggunakan baju khas suku masing-masing dan menggelar ritual serta memanjatkan doa.

Suku Awyu dan Moi pun meminta kepada Mahkamah Agung (MA) agar menjatuhkan putusan serta mau membatalkan izin perusahaan sawit yang tengah mereka lawan.

Jadi, itulah rangkuman informasi yang menjelaskan tentang arti dari "All Eyes on Papua". Lewat informasi di atas, kamu tentunya bisa mengetahui lebih dekat tentang frasa yang sedang ramai di media sosial itu.

Baca juga:

The Latest