Jelang KTT G20, Kemenkes Siapkan PeduliLindungi dalam 14 Bahasa

Kemenkes siapkan PeduliLindungi dalam 14 bahasa jelang pelaksanaan KTT G20 di Indonesia

1 September 2022

Jelang KTT G20, Kemenkes Siapkan PeduliLindungi dalam 14 Bahasa
Youtube.com/Peduli Lindungi

Tahun 2022 ini, Indonesia patut berbangga diri. Pasalnya, Indonesia pada tahun ini mendapatkan kesempatan besar untuk menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. KTT ini rencananya akan digelar pada pertengahan November 2022 mendatang.

Menjelang hari pelaksanaan, tentu segala persiapan dilakukan. Menyambut pelaksanaan KTT G20 di Indonesia, Kementerian Kesehatan akan menyiapkan PeduliLindungi dalam14 bahasa.

Hal ini dipaparkan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono dalam rapat koordinasi KTT G20 di Bali, Selasa (30/8/2022) kemarin.

Untuk mengetahui lebih jelas kabar ini, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa fakta mengenai Kemenkes siapkan PeduliLindungi dalam 14 bahasa secara lebih detail.

1. PeduliLindungi saat ini baru tersedia dalam 9 bahasa

1. PeduliLindungi saat ini baru tersedia dalam 9 bahasa
Instagram.com/pedulilindungi.id

Dalam kesempatan tersebut, Dante menjelaskan bahwa penyiapan PeduliLindungi dalam 14 bahasa merupakan upaya Kemenkes dalam memastikan para tamu presidensi G20 mendapatkan pelayanan kesehatan yang berstandar paling maksimal.

Penyiapan 14 bahasa dalam PeduliLindungi akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, PeduliLindungi baru tersedia dalam sembilan bahasa, sementara sisanya masih dalam proses.

"Untuk PeduliLindungi sudah tersedia dalam 9 bahasa, akan ditambah lagi 5 bahasa sehingga bisa dilakukan di masing-masing negara," kata Wamenkes Dante dalam siaran tertulis, Rabu (31/8/2022).

Dante menjelaskan bahwa sembilan bahasa tersebut antara lain, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Cina, bahasa Prancis, bahasa Jepang, bahasa Rusia, bahasa Arab, bahasa Korea, dan bahasa Spanyol.

Sementara lima bahasa lain yang sedang diproses mencakup, bahasa Portugis, bahasa Jerman, bahasa Italia, dan bahasa Turki.

Editors' Pick

2. Kemenkes siapkan standar protokol kesehatan

2. Kemenkes siapkan standar protokol kesehatan
Pexels/Anna Shvets

Selain menyiapkan PeduliLindungi dalam berbagai bahasa berbeda, ada tiga hal penting lainnya yang akan disiapkan oleh Kemenkes menuju pelaksanaan KTT G20 di Indonesia.

Tiga hal tersebut antara lain, standar protokol kesehatan, persiapan layanan kesehatan, dan akses komunikasi delegasi terhadap protokol kesehatan dan layanan kesehatan.

Dante menjelaskan bahwa terkait standar protokol kesehatan, delegasi diharuskan sudah vaksinasi dosis lengkap dan terdata di PeduliLindungi sebelum keberangkatan.

"Para delegasi diharapkan memiliki asuransi kesehatan atau travel insurance yang menjamin perawatan RS, termasuk Covid-19," ujarnya.

3. Kemenkes akan siagakan 7 rumah sakit internasional

3. Kemenkes akan siagakan 7 rumah sakit internasional
Pixabay.com

Jelang pelaksanaan KTT G20 di Indonesia, Kemenkes juga akan menyiagakan sebanyak tujuh rumah sakit internasional sebagai RS rujukan.

Tujuh rumah sakit tersebut antara lain RSUP Prof. Dr. I. G. N. G. Ngoerah atau sebelumnya bernama RSUP Sanglah, RSUD Bali Mandara, RS Universitas Udayana, RS Siloam, RS BIMC Nusa Dua, RS Bhayangkara, dan RS Tk. II Udayana.

Kemudian terkait dengan layanan kesehatan, Kemenkes akan mendirikan mini ICU, klinik, dan membentuk tim mobile yang disiapkan di tempat pelaksanaan KTT.

4. Kemenkes juga siapkan layanan verifikasi di bandara

4. Kemenkes juga siapkan layanan verifikasi bandara
Pexels/jj-jordan

Selain itu, pada saat di bandara, Kemenkes juga akan menyiapkan layanan verifikasi. Layanan ini dikhususkan untuk para delegasi jika masih ada yang belum melakukan verifikasi sertifikat vaksinasi.

Nantinya setelah itu, para delegasi melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan pemeriksaan gejala Covid-19.

Selanjutnya, tamu VVIP yang hadir akan menjalani tes RT-PCR 1x24 jam di venue sebelum kegiatan berlangsung, sementara untuk semua delegasi disediakan antigen.

Para tamu nantinya juga akan diminta memeriksa suhu tubuh dan scan QR PeduliLindungi setiap masuk venue. Jika suhu tubuh di atas 37,5ºC, maka harus dilakukan RT-PCR.

Pada saat sebelum pulang, Kemenkes juga akan menyediakan layanan RT-PCR bagi para delegasi yang membutuhkan.

Jadi, itulah informasi mengenai Kemenkes siapkan PeduliLindungi dalam 14 bahasa yang berhasil dirangkumkan. Dari membaca artikel ini, kita dapat memahami bahwa persiapan yang akan dilakukan oleh Kemenkes sangat lengkap.

Mari kita doakan, semoga pelaksanaan KTT G20 di Indonesia pada November nanti bisa berjalan dengan lancar, ya.

Baca juga:

The Latest