Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Kanker Ovarium Stadium 1 Apakah Bisa Sembuh? Simak Penjelasannya!
Freepik

  • Kanker ovarium stadium 1 adalah kondisi ketika sel kanker masih terbatas di satu atau kedua ovarium dan belum menyebar ke organ lain di luar ovarium.

  • Kanker ovarium stadium 1 memiliki peluang sembuh yang tinggi, dengan tingkat kelangsungan hidup pasien bisa mencapai lebih dari 90 persen dengan penanganan yang tepat.

  • Strategi penanganan kanker ovarium stadium 1 ditentukan oleh ahli onkologi berdasarkan kondisi kesehatan, jenis tumor, dan seberapa luas kanker tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mendengar diagnosis kanker ovarium tentu membuat banyak perempuan, termasuk Mama, merasa khawatir dan takut. Apalagi jika istilah “stadium” mulai disebutkan oleh dokter, tak sedikit yang langsung membayangkan kondisi terburuk.

Kanker ovarium stadium 1 merupakan stadium paling awal, di mana sel kanker masih terbatas di ovarium atau tuba falopi dan belum menyebar ke organ lain. Pada tahap ini, peluang penanganan yang berhasil tergolong tinggi, terutama jika penyakit terdeteksi sejak dini. 

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan kanker ovarium stadium 1? Apakah kondisi ini bisa sembuh? Berikut Popmama.com rangkum penjelasan lengkapnya untuk membantu Mama lebih memahami kondisi ini. 

Apa Itu Kanker Ovarium Stadium 1?

Freepik/atlascompany

Kanker ovarium stadium 1 adalah kondisi ketika sel kanker masih terbatas di satu atau kedua ovarium dan belum menyebar ke organ lain di luar ovarium. Pada tahap ini, kanker masih berada di dalam jaringan ovarium.

Stadium 1 terbagi menjadi 1A, 1B, dan 1C, tergantung lokasi dan kondisi penyebaran sel kanker di ovarium. Pembagian stadium ini membantu dokter menentukan penanganan yang paling sesuai bagi pasien.

Melansir dari laman Healthline, secara lebih rinci, kanker ovarium stadium 1 dibagi menjadi tiga substadium berikut:

  • Stadium 1A: Kanker hanya terdapat di satu ovarium atau tuba falopi dan belum mencapai permukaan luar.

  • Stadium 1B: Kanker terdapat di kedua ovarium atau tuba falopi, tetapi belum menyebar ke permukaan luarnya.

  • Stadium 1C: Kanker ditemukan di satu atau kedua ovarium atau tuba falopi, disertai salah satu kondisi berikut: kapsul ovarium pecah, terdapat sel kanker pada cairan di perut (asites), atau kanker ditemukan di permukaan luar ovarium.

Apakah Kanker Ovarium Stadium 1 Bisa Sembuh?

Freepik

Jawabannya, ya, kanker ovarium stadium 1 memiliki peluang sembuh yang tinggi. Berdasarkan data  American Cancer Society, tingkat kelangsungan hidup pasien kanker ovarium stadium awal bisa mencapai lebih dari 90 persen dengan penanganan yang tepat.

Artinya, banyak perempuan dengan kanker ovarium stadium 1 yang bisa hidup selama minimal 5 tahun setelah terapi, bahkan tanpa kekambuhan yang berarti.

Meski demikian, peluang kesembuhan tetap dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jenis sel kanker, kondisi kesehatan pasien, serta ketepatan dan kecepatan penanganan.

Bagaimana Cara Pengobatannya?

Freepik

Strategi penanganan ditentukan oleh ahli onkologi berdasarkan kondisi kesehatan, jenis tumor, dan seberapa luas kanker tersebut. Beberapa opsi termasuk:

  • Operasi: untuk mengangkat tumor serta jaringan yang terlibat.

  • Kemoterapi selanjutnya: sering diberikan setelah operasi untuk membunuh sel kanker yang mungkin tersisa.

  • perawatan rutin dan follow-up: sangat penting untuk memantau kekambuhan.

Deteksi dini dan penanganan cepat adalah kunci untuk meningkatkan peluang sembuh dan menurunkan risiko kekambuhan.

Gejala Stadium Awal yang Perlu Mama Waspadai

Freepik

Sayangnya, kanker ovarium sering tidak menunjukkan gejala spesifik di awal, tetapi beberapa tanda bisa muncul, seperti:

  • Perut terasa penuh atau kembung

  • Nyeri panggul atau bawah perut

  • Perubahan pola buang air kecil atau buang air besar

Jika Mama mengalami gejala seperti ini lebih dari beberapa minggu, segera konsultasi ke dokter.

Nah, itulah penjelasan mengenai kanker ovarium stadium 1 dan peluang kesembuhannya.

Editorial Team