ilustrasi ibu marah (freepik.com/freepik)
Hampir setiap orangtua mungkin pernah kehilangan kesabaran, terutama saat anak tidak mendengarkan perintah atau melakukan tanggung jawabnya. Hal ini sangat wajar, mengingat manusia memiliki batas kesabarannya masing-masing.
Namun, alangkah baiknya orangtua juga mengelola emosi agar anak-anak dapat mencontoh hal yang sama. Ingat, anak akan berkaca pada sikap orangtuanya, Ma.
Ini dia cara mengelola emosi sebagai orangtua, mengutip dari laman Greater Good Science Center University of California Berkeley:
Penting bagi orangtua untuk mengetahui emosi yang ada pada diri sendiri mulai dari emosi penghambat (rasa bersalah, cemas, malu) hingga emosi inti (sedih, marah, takut, jijik, gembira).
Wajar bagi orangtua untuk menyalahkan diri atau menutupi diri saat marah, hal ini merupakan pertahanan diri. Setelah itu, identifikasi apa yang memicu emosi dan memvalidasi perasaan sendiri agar dapat lebih tenang.
Refleksi diri penting bagi orangtua agar dapat memahami emosi dan mengidentifikasi akar penyebabnya, hal ini bisa menjadi cara yang tepat untuk belajar dari kesalahan yang sama atau trauma di masa lalu agar dapat menjadi lebih baik.
Kasus Ibu yang membakar anaknya di Sumbawa tersebut terjadi karena kekesalan seorang anak dan Ibu yang tidak dapat mengontrol emosinya.
Kedua hal tersebut sebenarnya dapat dihindari dengan pola asuh orangtua yang menanamkan nilai-nilai tanggung jawab sedari awal, baik tanggung jawab anak maupun tanggung jawab orangtua terhadap tugas dan peran masing-masing.
Semoga ini bisa menjadi pelajaran agar Mama dan anak bisa terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya.