Rasa manis sering menjadi rasa pertama yang dikenali manusia sejak kecil. Sejak bayi, manusia sudah diperkenalkan pada rasa manis melalui ASI yang secara alami mengandung laktosa.
Pengalaman awal ini membuat rasa manis identik dengan rasa nyaman dan aman, sehingga tak heran jika banyak orang menyukai makanan manis hingga dewasa. Namun, rasa manis pada gula bukan sekadar soal selera atau kebiasaan.
Di baliknya, ada proses biologis dan neurologis yang kompleks, mulai dari cara lidah mengenali gula hingga bagaimana otak memprosesnya sebagai sinyal energi. Para ahli dari berbagai bidang menjelaskan alasan ilmiah di balik rasa manis yang selama ini kita nikmati.
Berikut, Popmama.com telah merangkum pembahasan mengenai kenapa gula rasanya manis, menut kata ahli. Yuk simak pembahasannya dibawah ini.
