Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Matcha Rasanya Seperti Rumput? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kenapa Matcha Rasanya Seperti Rumput? Ini Penjelasan Ilmiahnya
istockphoto/grafvision
Intinya sih...
  • Matcha memiliki kandungan Klorofil yang tinggi
  • Matcha memiliki kandungan asam amino L-Theanine
  • Matcha dikonsumsi bersama daunnya
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Matcha sering digambarkan memiliki rasa yang mirip rumput atau daun hijau mentah, terutama bagi orang yang baru pertama kali mencobanya. Sensasi ini sebenarnya wajar dan tidak menandakan matcha rusak atau gagal seduh.

Matcha memiliki profil rasa yang sangat berbeda dibanding teh hijau biasa. Hal ini karena cara penanaman dan konsumsinya yang unik. Rasa khas tersebut justru menjadi ciri utama matcha.

Sebagai bubuk daun teh utuh, matcha menyimpan berbagai senyawa alami yang langsung terasa di lidah. Senyawa inilah yang menciptakan rasa hijau, pahit ringan, dan umami.

Lidah yang belum terbiasa sering mengaitkannya dengan rasa rumput. Namun, di dunia teh, karakter ini justru dihargai. Semakin seimbang rasanya, semakin baik kualitas matcha tersebut.

Agar lebih jelasnya, Popmama.com telah merangkum mengenai kenapa Matcha rasanya seperti rumput? Yuk simak pembahasannya dibawah ini.

Apakah Rasa Rumput Menandakan Matcha Tidak Enak?

Kenapa Matcha Rasanya Seperti Rumput? Ini Penjelasan Ilmiahnya
istockphoto/Jaturong Srilek

Rasa hijau dan vegetal sebenarnya adalah karakter alami matcha. Selama rasanya tidak terlalu getir, matcha masih tergolong baik. Banyak pecinta matcha justru mencari rasa hijau segar ini. Karakter tersebut dianggap mencerminkan kualitas daun teh. Bukan sebagai kekurangan.

Namun, jika rasa pahit terasa berlebihan dan tidak nyaman, bisa jadi kualitasnya kurang baik. Bisa juga disebabkan oleh kesalahan penyeduhan. Matcha yang baik seharusnya tetap terasa seimbang.

Dengan teknik yang tepat, rasa hijau akan terasa lebih nikmat. Bahkan bisa menjadi daya tarik utama.

1. Matcha memiliki kandungan Klorofil yang tinggi

Kenapa Matcha Rasanya Seperti Rumput? Ini Penjelasan Ilmiahnya
istockphoto/masa44

Matcha berasal dari daun teh yang ditanam dengan metode shading, yaitu dilindungi dari sinar matahari langsung. Teknik ini meningkatkan kadar klorofil dalam daun teh.

Klorofil merupakan pigmen hijau alami yang juga terdapat pada rumput dan sayuran hijau. Kandungan inilah yang memberi warna hijau cerah pada matcha. Sekaligus menciptakan rasa vegetal yang khas.

Semakin tinggi klorofilnya, rasa hijau pada matcha akan semakin kuat. Inilah alasan mengapa matcha berkualitas tinggi sering terasa lebih “hijau” di lidah.

Bagi pemula, sensasi ini bisa terasa asing. Namun bagi pecinta matcha, rasa tersebut justru dianggap segar. Karakter ini menjadi tanda matcha masih alami dan minim proses.

2. Matcha memiliki kandungan asam amino L-Theanine

Kenapa Matcha Rasanya Seperti Rumput? Ini Penjelasan Ilmiahnya
istockphoto/OhmPhotoStock

Matcha mengandung asam amino bernama L-theanine dalam jumlah tinggi. Senyawa ini berperan penting dalam menciptakan rasa umami pada matcha. Selain itu, L-theanine juga memberikan sedikit rasa pahit yang halus.

Kombinasi ini membuat rasa matcha terasa kompleks. Tidak hanya manis atau pahit semata. L-theanine juga dikenal memiliki efek menenangkan dan meningkatkan fokus. Namun bagi lidah yang belum terbiasa, rasa umami dan pahit ini sering dianggap seperti rasa daun mentah.

Persepsi tersebut kemudian diidentikkan dengan rasa rumput. Padahal, kandungan L-theanine tinggi justru menandakan kualitas matcha yang baik. Senyawa ini juga yang membuat matcha berbeda dari teh biasa.

3. Matcha dikonsumsi bersama daunnya

Kenapa Matcha Rasanya Seperti Rumput? Ini Penjelasan Ilmiahnya
istockphoto/Liudmila Chernetska

Berbeda dengan teh hijau biasa, matcha dikonsumsi dalam bentuk bubuk daun utuh. Artinya, seluruh bagian daun teh diminum tanpa disaring. Semua senyawa alami dalam daun ikut masuk ke tubuh.

Termasuk yang memberi rasa pahit dan vegetal. Inilah yang membuat rasa matcha lebih kuat. Karena tidak melalui proses penyaringan, rasa matcha terasa lebih intens. Sensasi hijau dan pahitnya langsung terasa di lidah.

Hal ini sering mengejutkan bagi orang yang baru mencobanya. Namun justru di situlah keunikan matcha. Rasa tersebut mencerminkan kemurnian bahan dasarnya.

4. Pengaruh kualitas Matcha

Kenapa Matcha Rasanya Seperti Rumput? Ini Penjelasan Ilmiahnya
istockphoto/Stefan Tomic

Kualitas matcha sangat menentukan rasa akhirnya. Matcha kualitas rendah atau culinary grade biasanya terasa lebih pahit dan kasar. Warnanya cenderung hijau kusam atau kekuningan. Rasa “rumput” pada jenis ini sering terasa tajam. Bahkan bisa meninggalkan rasa getir.

Sebaliknya, ceremonial grade matcha memiliki rasa yang lebih halus. Umami terasa seimbang dengan sedikit manis alami. Warna hijau cerah menjadi tanda kualitas daun teh yang baik. Pada jenis ini, rasa hijau tidak terasa menyengat. Justru memberikan sensasi segar dan lembut.

5. Cara penyeduhan yang kurang tepat

Kenapa Matcha Rasanya Seperti Rumput? Ini Penjelasan Ilmiahnya
istockphoto/Ivan Kyryk

Suhu air sangat berpengaruh terhadap rasa matcha. Air yang terlalu panas dapat merusak senyawa halus di dalam matcha. Akibatnya, rasa pahit dan getir menjadi lebih dominan. Ini sering membuat matcha terasa tidak enak. Padahal masalahnya ada pada teknik seduh.

Takaran bubuk yang terlalu banyak juga memperkuat rasa mentah. Idealnya, matcha diseduh dengan air bersuhu 70–80 derajat Celsius. Pengadukan yang benar membantu tekstur menjadi lebih halus.

Cara seduh yang tepat membuat rasa matcha lebih seimbang. Kesan “rumput” pun bisa berkurang. Bagi pemula, matcha latte sering jadi pilihan awal yang aman. Susu membantu menyeimbangkan rasa pahit dan vegetal. Tekstur matcha pun terasa lebih lembut.

Ini membuat pengalaman minum matcha lebih nyaman. Terutama bagi yang belum terbiasa. Selain itu, pilih matcha berkualitas baik dan perhatikan takaran. Gunakan air bersuhu tepat agar rasa tidak rusak.

Mulailah dengan jumlah bubuk yang sedikit. Seiring waktu, lidah akan terbiasa dengan rasanya. Rasa khas matcha pun bisa dinikmati sepenuhnya. Rasa matcha yang mirip rumput berasal dari klorofil tinggi, kandungan L-theanine, serta cara konsumsi daun teh utuh.

Karakter ini merupakan ciri alami matcha, bukan tanda kualitas buruk. Dengan pemilihan matcha yang tepat dan teknik seduh yang benar, rasanya bisa terasa seimbang. Sensasi hijau justru memberikan kesan segar dan menenangkan. Tidak heran jika matcha semakin digemari di seluruh dunia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

20 Artis Korea Tertampan di Dunia 2025 Versi TC Candler

02 Jan 2026, 11:03 WIBLife