Lupakan pertarungan ini! Memilih antara kopi dan matcha bisa jadi seperti memilih teman berolahraga, masing-masing menawarkan kekuatan berbeda. Kalau kamu mudah cemas atau gugup, matcha bisa menjadi teman Mama dan Papa yang santai dan fokus, berkat asam amino L-theanine-nya.
Butuh energi ekstra? Kopi adalah opsi yang tepat untuk beri kamu energi tinggi. Bahkan pelatih se;ebriti, Luke Worthington menikmati keduanya. Kopi untuk memulai pagi hari (6.00), matcha untuk kegiatan pagi ke siang (9.00-11.00), dan bebas kafein saat sore ke malam.
Ia lebih memilih meningkatkan fokus dengan matcha daripada guncangan kopi yang intens. Namun ketika dia membutuhkan dorongan yang lebih, kopilah yang menggantikannya.
Rasa matcha yang berani dan earthy mungkin tidak cocok untuk semua orang, seperti daun ketumbar pada waktu makan malam. Namun ingat, keduanya menawarkan manfaat, matcha memberikan ketenangan dan fokus, sementara kopi memberikan dorongan energi.
Ahli gizi Lucy memilih matcha semata-mata karena rasanya, ia bukanlah penggemar kopi, tetapi dia menekankan bahwa kopi dalam jumlah sedang juga bisa menyehatkan, jika dikonsumsi dengan bijak.
Pilihlah minuman berkualitas, hindari gula, dan hindari susu barista yang mewah, yang menyembunyikan pemanis penyebab peradangan. Ingat, hal-hal baik sering kali datang dalam kemasan sederhana (dan bahan-bahannya lebih sedikit).
Itu tadi, kopi atau matcha, minuman mana yang lebih baik? Jadi, meskipun matcha mungkin menjadi favorit Lucy, si ahli gizi, pilihan terbaik pada akhirnya bergantung pada selera dan tujuan kesehatanmu.
Pilih petualangan rasamu dan isi hari Mama dan Papa sesuai keinginan!