Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Kronologi Tabrakan Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur
IDN Times/Imam Faishal
  • Tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 malam, menewaskan 14 orang dan melukai puluhan penumpang.
  • Insiden bermula dari taksi listrik yang tertabrak KRL di perlintasan Bulak Kapal, menyebabkan gangguan perjalanan hingga akhirnya terjadi benturan keras dengan KA Argo Bromo Anggrek.
  • Perusahaan taksi Green SM Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap investigasi, sementara PT KAI terus mendata korban serta mengevakuasi penumpang ke berbagai rumah sakit sekitar Bekasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Insiden tabrakan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026), sekitar pukul 20.53 WIB. Peristiwa ini melibatkan KRL Commuter Line dan Kereta Api jarak jauh Argo Bromo Anggrek.

Akibat insiden tersebut, puluhan penumpang dilaporkan mengalami luka-luka dan segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Kecelakaan ini menjadi perhatian publik karena melibatkan dua layanan kereta dengan volume penumpang besar. Penanganan korban dan penyelidikan penyebab kecelakaan masih terus berlangsung.

Berikut Popmama.com sajikan informasi lengkap kronologi tabrakan Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL. Simak di bawah!

1. Insiden berawal dari taksi yang tertabrak di perlintasan rel

dok. Istimewa

Melansir laporan IDN Times, kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur bermula dari insiden lain di perlintasan rel.

Sebelum tabrakan utama terjadi, sebuah taksi Green SM Indonesia lebih dulu tertabrak KRL di kawasan Bulak Kapal beberapa saat sebelumnya.

Taksi listrik tersebut dilaporkan berhenti di tengah perlintasan rel. Kendaraan itu kemudian tertemper rangkaian KRL yang melaju ke arah Jakarta.

Insiden tersebut membuat perjalanan commuter line rute Jakarta–Cikarang terganggu. Rangkaian KRL juga sempat berhenti di jalur akibat kejadian itu.

Situasi inilah yang kemudian menjadi bagian dari rangkaian peristiwa sebelum kecelakaan di Bekasi Timur terjadi.

2. Benturan keras hingga lokomotif menembus gerbong KRL

IDNTimes/Aryodamar

Benturan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL disebut berlangsung sangat keras. Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek bahkan merangsek masuk ke badan gerbong khusus wanita yang berada di bagian paling belakang KRL.

Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengonfirmasi insiden tersebut. Ia menjelaskan sebelumnya terjadi tabrakan antara taksi dan KRL di jalur perlintasan dekat Bulak Kapal.

Menurutnya, insiden itu membuat rangkaian KRL berhenti di jalur. Di belakangnya, KA Argo Bromo Anggrek melaju dan kemudian terlibat tabrakan.

3. Perusahaan taksi yang terlibat sampaikan pernyataan resmi

pexels.com/Yura Forrat

Perusahaan taksi Green SM Indonesia menyatakan memberikan perhatian penuh terhadap insiden di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur. Pernyataan resmi tersebut disampaikan melalui akun Instagram mereka @id.greensm.

Dalam keterangannya, Green SM Indonesia menyebut telah menyerahkan informasi yang relevan kepada pihak berwenang. Perusahaan juga menyatakan dukungan penuh terhadap proses investigasi yang masih berlangsung.

Mereka menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Komitmen itu disebut diwujudkan melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.

4. Korban tewas dan luka terus didata hingga saat ini

IDNTimes/Aryodamar

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menyampaikan hingga saat ini, tercatat 14 orang meninggal dunia akibat tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur.

Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

Sejumlah rumah sakit yang menangani korban antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Daftar sementara korban luka di RSUD Kota Bekasi:

  • Desvita (56 tahun / Perempuan)

  • Ahmad Nur Syahril (28 tahun / Laki-laki)

  • Subur Sagita (51 tahun / Laki-laki)

  • Shovy Salsabila (24 tahun / Perempuan)

  • Siti Maryam (37 tahun / Perempuan)

  • Rivan Mandara (32 tahun / Laki-laki)

  • Anggita R. Utami (36 tahun / Perempuan)

  • Hari Septiansah (27 tahun / Laki-laki)

  • Dwi Apriliana (30 tahun / Perempuan)

  • Ratri Intan A (26 tahun / Perempuan)

  • Andi Saputra (30 tahun / Laki-laki) – sudah pulang

  • Sansan Sarifah (29 tahun / Perempuan)

  • Dinasti Kusuma W (24 tahun / Perempuan)

  • Yuliana (30 tahun / Perempuan)

  • Ira Indira Putri (28 tahun / Perempuan)

  • Hari Septiyansyah (30 tahun / Laki-laki)

  • R. Rustiati (55 tahun / Perempuan)

  • Amalia Hasanah Ulfa (31 tahun / Perempuan)

  • Vira Oktaviani Putri (27 tahun / Perempuan) – dirujuk ke RS Mitra Plumbon

  • Yuliana Nur Pratama (24 tahun / Perempuan) – dirujuk ke RS Siloam

  • Nuryati (41 tahun / Perempuan)

  • Nuriah Indah Rahmati (21 tahun / Perempuan)

  • Fitria Husni (26 tahun / Perempuan)

  • Anggita (36 tahun / Perempuan)

  • Leni Julianti (33 tahun / Perempuan)

  • Purwanti (54 tahun / Perempuan)

  • Yunita Endang (41 tahun / Perempuan)

  • A. Regita (29 tahun / Perempuan)

  • Subandi (42 tahun / Laki-laki)

  • Muchlis (30 tahun / Laki-laki)

  • Riki (25 tahun / Laki-laki)

  • Alivia (25 tahun / Perempuan)

  • Dewi Sagita (29 tahun / Perempuan)

  • Stevani Sofia (22 tahun / Perempuan)

  • Eri Rustiati (55 tahun / Perempuan)

  • Ester Rajagukguk (27 tahun / Perempuan)

  • M. Anwar (30 tahun / Laki-laki)

  • Laili (26 tahun / Laki-laki)

  • Rivan (32 tahun / Laki-laki)

  • Ayunda R (24 tahun / Perempuan)

  • Mustika Ayu Pujiana (43 tahun / Perempuan)

  • Suryati (51 tahun / Perempuan)

  • Evi (52 tahun / Perempuan)

  • Shofie (24 tahun / Perempuan)

  • Iie Suendi (42 tahun / Laki-laki)

  • Dewi Suryani (35 tahun / Perempuan)

  • Despita (48 tahun / Perempuan)

  • Choirunnisa R (25 tahun / Perempuan)

  • Rista Triana (35 tahun / Perempuan) – sudah pulang

  • Pamilang Rani Situmorang (32 tahun / Perempuan)

Daftar sementara korban meninggal di RSUD Kota Bekasi:

  • Nuryati (62 tahun / Perempuan)

  • Enggar Retno K (35 tahun / Perempuan)

  • Nurlaela (30 tahun / Perempuan)

Daftar sementara korban di rumah sakit lain:

RS Bella Bekasi

  • Luka: Michele Chan, Suwanto, Ratna Purnama Sari, Ayu Permatasari

  • Meninggal dunia: Ristuti Tustirahato

RS Bhakti Kartini

  • Luka: Nasyfa Juliani

RS Hermina Bekasi

  • Luka: Alvala, Cinda Poppy

RS Mitra Keluarga Bekasi Timur

  • Luka: Safira Anastasya (pulang), Emi (pulang), Satanti Puji Vestari, Sonia Artiela Pratiwi, Hendro Efendi

  • Meninggal dunia: Adelia Rifani

RS Mitra Plumbon

  • Luka: Dofo Herwanto, Rini Hutan, Safia Mutiara, Jaenudin (pulang)

RS Primaya

  • Luka: Ny. Qonita, Ny. Allana, Tn. Vebhan (pulang), Dinda Aulia, Sabrina, A. Siska Nur (pulang), Risky Mardiyanti (pulang), Adhe Jesica, Bayu Kurniawan (pulang), Elizabeth Rouli Artha

RS Siloam Bekasi Timur

  • Luka: Imam Bukhori, Heni Fitriani

RSUD Kabupaten Bekasi

  • Luka: Siti Fatonah

RS Mitra Barat

  • Luka: Nadindravela Azzahra (pulang), M. Nauval Akbar Ramadhan

Daftar ini masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses evakuasi serta verifikasi lanjutan oleh pihak berwenang.

Itu dia informasi lengkap mengenai kronologi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur. Perkembangan terbaru terkait insiden ini masih terus dipantau seiring berjalannya proses evakuasi dan investigasi.

FAQ Tentang Kecelakaan Kereta Bekasi

1. Apakah kecelakaan di perlintasan rel sering menjadi pemicu insiden lanjutan?

Ya, kecelakaan di perlintasan rel dapat menimbulkan gangguan operasional yang berpotensi memicu kejadian lain. Karena itu, keselamatan di area perlintasan menjadi salah satu fokus utama dalam sistem transportasi kereta.

2. Mengapa perlintasan sebidang dianggap rawan kecelakaan?

Perlintasan sebidang mempertemukan jalur kendaraan dan kereta di titik yang sama. Risiko meningkat jika pengendara tidak mematuhi rambu, menerobos palang, atau kendaraan mogok di atas rel.

3. Apakah penumpang berhak mendapatkan kompensasi setelah kecelakaan?

Penumpang umumnya berhak memperoleh perlindungan asuransi sesuai ketentuan yang berlaku. Bentuk kompensasi dapat berupa biaya pengobatan, santunan, hingga dukungan administratif bagi korban dan keluarga.

Editorial Team