Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Kue Keranjang Terbuat dari Apa? Simak Fakta Menariknya
Tokopedia
  • Kue keranjang atau nian gao dibuat dari tepung beras ketan, gula, dan air yang menghasilkan tekstur kenyal serta rasa manis khas setelah melalui proses pengukusan lama.
  • Selain cita rasanya, kue keranjang memiliki makna simbolis dalam budaya Tiongkok sebagai persembahan kepada Dewa Dapur agar membawa keberuntungan di tahun baru.
  • Legenda lain menyebut nian gao berasal dari masa perang di negara Wu, ketika fondasi tembok berbahan tepung beras ketan menyelamatkan warga dari kelaparan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kue keranjang atau nian gao selalu jadi sajian khas yang identik dengan perayaan Imlek. Bentuknya sederhana, tapi teksturnya yang kenyal dan rasanya yang manis legit membuat banyak orang penasaran dengan rahasia di balik kelezatannya.

Tak sedikit yang bertanya-tanya, bagaimana kue tradisional ini bisa memiliki karakter yang begitu unik dibandingkan dengan kue lainnya. Mulai dari proses pembuatan hingga hasil akhirnya, semuanya terasa berbeda dan penuh daya tarik tersendiri.

Menariknya, kue keranjang bukan hanya soal rasa, tetapi juga menyimpan cerita panjang dari Tiongkok. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, berikut Popmama.com rangkum penjelasannya. 

Bahan Utama Kue Keranjang

Popmama.com/Shalsabhilla Putri/AI

Menurut referensi dari China Highlights, kue keranjang (nian gao) dibuat dari bahan utama yang sederhana, yaitu tepung beras ketan (glutinous rice flour), gula, dan air. Ketiga bahan ini menjadi dasar dari cita rasa dan tekstur khas yang dimiliki kue keranjang.

Tepung beras ketan berperan penting dalam menciptakan tekstur kue yang lengket dan kenyal setelah dimasak. Sementara itu, gula memberikan rasa manis sekaligus warna kecokelatan yang khas, terutama setelah melalui proses pemanasan.

Meski bahan yang digunakan terbilang sederhana, kombinasi dan teknik pengolahannya menghasilkan kue dengan karakteristik unik yang sulit ditemukan pada jenis kue lainnya.

Proses yang Membentuk Rasa dan Tekstur

Popmama.com/Shalsabhilla Putri/AI

Adonan kue keranjang biasanya dimasak dengan cara dikukus dalam waktu yang cukup lama. Proses ini membuat adonan berubah menjadi padat, kenyal, dan memiliki rasa manis yang lebih kuat.

Selama proses pemasakan, gula dalam adonan mengalami perubahan yang memperkaya cita rasa. Inilah yang membuat kue keranjang memiliki rasa legit yang khas, berbeda dari kue berbahan tepung biasa.

Tekstur lengket yang dihasilkan juga menjadi ciri khas utama nian gao. Sifat ini tidak hanya memberikan sensasi unik saat dimakan, tetapi juga memiliki makna simbolis dalam budaya Tiongkok.

Asal-Usul Unik Kue Keranjang dalam Tradisi

Popmama.com/Shalsabhilla Putri/AI

Kue beras ketan manis nian gao diyakini diciptakan sebagai persembahan cerdik untuk Dewa Dapur, yang dipercaya bersemayam di setiap rumah. Kepercayaan ini berkembang dalam tradisi masyarakat Tiongkok dan masih dikenal hingga kini.

Di akhir setiap tahun, menurut cerita rakyat, Dewa Dapur akan membuat “laporan tahunan” kepada Kaisar Giok mengenai kondisi dan perilaku penghuni rumah. Laporan tersebut diyakini dapat memengaruhi keberuntungan keluarga di tahun berikutnya.

Untuk mencegah Dewa Dapur menyampaikan hal buruk, orang-orang mempersembahkan nian gao yang dipercaya dapat membuat mulutnya tertutup. Oleh karena itu, kue ini disiapkan sebagai persembahan sebelum Tahun Baru Imlek.

Legenda Nian Gao yang Berawal dari Masa Perang

Popmama.com/Shalsabhilla Putri/AI

Melansir dari laman China Highlights, Nian gao juga memiliki legenda lain tentang asal-usulnya yang dipercaya sudah ada sejak sekitar 2.500 tahun lalu. Kisah ini berkaitan dengan Wu Zixu, seorang jenderal dan politikus dari negara Wu pada masa Periode Musim Semi dan Gugur.

Dikisahkan, setelah wafatnya Wu Zixu, kerajaan Yue yang dipimpin Goujian menyerang ibu kota Wu. Pasukan dan warga terjebak di dalam kota tanpa persediaan makanan, sehingga banyak yang meninggal akibat kelaparan selama pengepungan berlangsung.

Dalam kondisi putus asa, seseorang teringat pesan Wu Zixu sebelum wafat: jika negara dalam kesulitan, gali tanah di bawah tembok kota untuk mencari makanan. Saat perintah itu dilakukan, ditemukan bahwa fondasi tembok dibuat dari batu bata khusus berbahan tepung beras ketan.

Makanan tersebut menyelamatkan banyak orang, dan dipercaya sebagai bentuk awal nian gao. Sejak saat itu, masyarakat membuat nian gao setiap tahun untuk mengenang Wu Zixu, hingga akhirnya berkembang menjadi hidangan khas Tahun Baru Imlek seperti sekarang.

Itulah penjelasan lengkap tentang kue keranjang, mulai dari bahan, proses pembuatan, hingga cerita di baliknya.

FAQ Seputar Kue Keranjang Terbuat dari Apa?

Apakah kue keranjang selalu manis?

Ya, kue keranjang biasanya manis karena menggunakan gula sebagai bahan utama. Gula ini juga membantu memberi warna kecokelatan yang khas setelah dikukus.

Apakah kue keranjang bisa disimpan lama?

Bisa, biasanya kue keranjang tahan beberapa minggu jika disimpan di tempat sejuk atau kulkas. Namun teksturnya bisa berubah sedikit, menjadi lebih keras, sehingga disarankan dikukus kembali sebelum dimakan.

Mengapa kue keranjang disebut nian gao?

“Nian gao” secara harfiah berarti “tahun tinggi” atau “tinggi di tahun baru,” melambangkan kemajuan, keberuntungan, dan pertumbuhan yang lebih baik di tahun berikutnya.

Editorial Team