Popmama.com/Shalsabhilla Putri/AI
Melansir dari laman China Highlights, Nian gao juga memiliki legenda lain tentang asal-usulnya yang dipercaya sudah ada sejak sekitar 2.500 tahun lalu. Kisah ini berkaitan dengan Wu Zixu, seorang jenderal dan politikus dari negara Wu pada masa Periode Musim Semi dan Gugur.
Dikisahkan, setelah wafatnya Wu Zixu, kerajaan Yue yang dipimpin Goujian menyerang ibu kota Wu. Pasukan dan warga terjebak di dalam kota tanpa persediaan makanan, sehingga banyak yang meninggal akibat kelaparan selama pengepungan berlangsung.
Dalam kondisi putus asa, seseorang teringat pesan Wu Zixu sebelum wafat: jika negara dalam kesulitan, gali tanah di bawah tembok kota untuk mencari makanan. Saat perintah itu dilakukan, ditemukan bahwa fondasi tembok dibuat dari batu bata khusus berbahan tepung beras ketan.
Makanan tersebut menyelamatkan banyak orang, dan dipercaya sebagai bentuk awal nian gao. Sejak saat itu, masyarakat membuat nian gao setiap tahun untuk mengenang Wu Zixu, hingga akhirnya berkembang menjadi hidangan khas Tahun Baru Imlek seperti sekarang.
Itulah penjelasan lengkap tentang kue keranjang, mulai dari bahan, proses pembuatan, hingga cerita di baliknya.
Apakah kue keranjang selalu manis? | Ya, kue keranjang biasanya manis karena menggunakan gula sebagai bahan utama. Gula ini juga membantu memberi warna kecokelatan yang khas setelah dikukus. |
Apakah kue keranjang bisa disimpan lama? | Bisa, biasanya kue keranjang tahan beberapa minggu jika disimpan di tempat sejuk atau kulkas. Namun teksturnya bisa berubah sedikit, menjadi lebih keras, sehingga disarankan dikukus kembali sebelum dimakan. |
Mengapa kue keranjang disebut nian gao? | “Nian gao” secara harfiah berarti “tahun tinggi” atau “tinggi di tahun baru,” melambangkan kemajuan, keberuntungan, dan pertumbuhan yang lebih baik di tahun berikutnya. |