Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Lirik Lagu 'Maafkan Aku' Enda Ungu, Terpaksa Menelan Pahitnya Perpisahan

Lirik Lagu 'Maafkan Aku' Enda Ungu, Terpaksa Menelan Pahitnya Perpisahan
Youtube.com/The Orion Band

  • Lirik lagu ‘Maafkan Aku’ Enda Ungu bercerita tentang perpisahan karena keadaan yang tidak bisa dihindari.

  • Simbolis dalam melepas pasangan dengan tenang, berharap orang yang ditinggalkan bahagia seperti melihat mentari yang indah.

  • Ungkapan permintaan maaf yang tulus dari hati, menegaskan bahwa kepergiannya meninggalkan luka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lagu ‘Maafkan Aku’ sempat ramai dibicarakan di media sosial karena sering muncul dalam berbagai versi cover di YouTube dan TikTok.

Suasana melankolis dan lirik yang menyentuh membuat lagu ini cepat menyita perhatian banyak pendengar. Tak sedikit yang mengira lagu ini milik Enda, gitaris band Ungu, karena dirinya juga sempat meng-cover lagu tersebut di akun YouTube pribadinya.

Fun fact-nya, lagu ini sebenarnya bukan milik Enda. Dalam deskripsi video yang diunggah Enda sendiri, ia menegaskan bahwa ‘Maafkan Aku’ adalah milik band The Orion.

Kehadiran cover dari musisi besar seperti Enda memang sempat memunculkan kesalahpahaman, tetapi justru membawa angin segar bagi band The Orion yang perlahan mulai mendapat sorotan.

Berikut ini Popmama.com akan memberi tahu lirik lagu ‘Maafkan Aku’ Enda Ungu dan maknanya. Simak di bawah ini, yuk!

  1. Lirik lagu ‘Maafkan Aku’ Enda Ungu

    Lirik Lagu 'Maafkan Aku' Enda Ungu, Terpaksa Menelan Pahitnya Perpisahan
    Pinterest.com/Kimberly

    Tak bisa kulupa
    saat-saat indah bersamamu
    Semua cerita
    Mungkin kini hanya tinggal kenangan
    Ku harus pergi
    Meninggalkanmu di dalam sepiku
    Bukan inginku tuk menyakiti perasaanmu
    Maafkan aku

    Maafkan aku
    Yang tak bisa menunggu hatimu
    Lupakan saja diriku untuk selama-lamanya
    Kuharus pergi
    Meninggalkanmu di dalam sepiku
    Bukan inginku
    Tuk menyakiti perasaanmu
    Maafkan aku

    Tidurlah sayangku
    Mentari telah menunggu
    Sambutlah pagi nanti
    Dengan hati tersenyum

    Bermimpilah cinta
    Dengan segenap rasa
    Kini tibalah saatnya
    Kita harus berpisah

    Tidurlah sayangku
    Mentari telah menunggu
    Sambutlah pagi nanti
    Dengan hati tersenyum

    Bermimpilah cinta
    Dengan segenap rasa
    Kini tibalah saatnya
    Kita harus berpisah

    Maafkanlah aku
    Yang tak bisa menunggu
    Lupakan saja diriku
    Untuk selama-lamanya

  2. Makna lagu ‘Maafkan Aku’ Enda Ungu

  3. 1. Menelan pahitnya perpisahan karena keadaan

    Lirik Lagu 'Maafkan Aku' Enda Ungu, Terpaksa Menelan Pahitnya Perpisahan
    Freepik

    Maafkan Aku bercerita tentang perpisahan, tapi bukan karena cinta yang hilang. Perpisahan dalam lagu ini terjadi karena keadaan yang tidak bisa dihindari.

    Lirik seperti, “Bukan inginku tuk menyakiti perasaanmu” menunjukkan bahwa tokoh dalam lagu ini masih menyayangi pasangannya, meski harus merelakan.

  4. 2. Melepaskan cinta dan berharap bahagia

    Lirik Lagu 'Maafkan Aku' Enda Ungu, Terpaksa Menelan Pahitnya Perpisahan
    Freepik/yanalya

    Bagian lirik seperti “Tidurlah sayangku, mentari telah menunggu” merupakan suatu simbolis dalam melepas pasangannya dengan tenang.

    Ia berharap orang yang ditinggalkan bisa melanjutkan hidup dengan bahagia seperti melihat mentari yang indah. Melepas orang yang kita sayangi memang tidak mudah.

  5. 3. Permintaan maaf yang tulus kepada yang ditinggalkan

    Lirik Lagu 'Maafkan Aku' Enda Ungu, Terpaksa Menelan Pahitnya Perpisahan
    Freepik

    Lagu ini dipenuhi dengan ungkapan permintaan maaf yang benar-benar tulus dari hati seperti dalam lirik “Maafkan aku yang tak bisa menunggu hatimu”.

    Lirik tersebut menggambarkan rasa bersalah tokoh karena tak mampu bertahan lebih lama. Permintaan maaf ini menegaskan bahwa kepergiannya meninggalkan luka.

    Jadi, itulah dia lirik lagu ‘Maafkan Aku’ Enda Ungu beserta maknanya yang penuh haru dan keikhlasan. Lagu ini mengajak pendengarnya memahami bahwa tak semua perpisahan terjadi karena hilangnya cinta. Terkadang, keadaanlah yang memaksa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More