Banyak orang yang mengalami tekanan darah tinggi karena faktor keturunan menanyakan, apakah hipertensi bisa disembuhkan?
Setelah pergi ke rumah sakit, dokter meresepkan beberapa obat hipertensi. Pasien biasanya meminum obat hingga habis dengan harapan hipertensi bisa disembuhkan dan kondisi tekanan darah normal seperti semula.
Padahal tidak seperti itu. Dijelaskan oleh dr. Erwinanto, SpJP(K), Anggota Perhimpunan Hipertensi Indonesia mengatakan, "Hipertensi tidak bisa sembuh, jadi hampir tidak mungkin sembuh dan mengonsumsi obat seumur hidup."
Perlu diketahui bahwa selain penyakit jantung dan pembuluh darah, hipertensi dapat menimbulkan penyakit kronis seperti stroke dan gagal ginjal.
Melalui Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada 2018 memperlihatkan angka hipertensi di Indonesia mencapai 34,1 persen yang menandakan peningkatan penyakit hipertensi di Indonesia dari tahun sebelumnya. Hipertensi bisa menyebabkan kematian secara tiba-tiba.
Penting untuk mengontrol kondisi tekanan darah dengan pola hidup sehat. Pilih minuman dan makanan yang ramah bagi kesehatan jantung, seperti rendah gula dan rendah lemak.
Itulah beberapa komplikasi hipertensi yang menyebabkan masalah jantung dan penyakit pembuluh darah. Yuk jaga kesehatan keluarga dengan menerapkan pola hidup sehat mulai sekarang.
Apa dampak hipertensi terhadap jantung dan pembuluh darah? | Tekanan darah tinggi memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini menyebabkan bilik jantung kiri bagian bawah, yang disebut ventrikel kiri, menebal dan membesar. Ventrikel kiri yang menebal dan membesar meningkatkan risiko serangan jantung dan gagal jantung. |
Apakah minyak zaitun bisa untuk hipertensi? | Ya, minyak zaitun (terutama extra virgin) sangat bagus untuk membantu menurunkan dan mengontrol tekanan darah tinggi (hipertensi). Kandungan asam oleat, polifenol, dan antioksidan di dalamnya dapat melebarkan pembuluh darah, mengurangi peradangan, serta menurunkan kolesterol jahat (LDL), menjadikannya bagian pola makan sehat untuk jantung. |
Apa yang terjadi pada pembuluh darah saat tekanan darah tinggi? | Hipertensi (tekanan darah tinggi) menyebabkan pembuluh darah arteri menerima beban tekanan berlebih secara terus-menerus. Hal ini mengakibatkan dinding arteri menebal, menjadi kaku (kurang elastis), meradang, dan rusak. Tekanan ini juga memicu penumpukan plak, penyempitan, hingga risiko robek atau pecah, yang memicu serangan jantung, stroke, dan gangguan ginjal. |