Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
13 Meme Emak-Emak Belanja Online, Lucu dan Relate Banget!
1cak.com & Instagram.com/kaos.kekinian.id
  • Artikel ini menyoroti kebiasaan lucu emak-emak saat belanja online, mulai dari lacak pesanan berlebihan hingga drama ongkir mahal yang bikin batal checkout.

  • Meme-meme menggambarkan perilaku khas seperti tergoda promo, kecewa barang tak sesuai gambar, dan tetap setia belanja di Facebook meski banyak e-commerce modern.

  • Fenomena ini menunjukkan betapa belanja online sudah jadi bagian keseharian emak-emak, lengkap dengan dinamika emosional antara diskon, ongkir, dan kepuasan berbelanja.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Belanja online sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi banyak “emak-emak” yang mengatur kebutuhan rumah tangga. Adanya beragam marketplace dan aplikasi belanja membuat ibu rumah tangga bisa membeli kebutuhan tanpa harus keluar rumah. 

Mulai dari sembako, pakaian anak, alat dapur, hingga produk kecantikan semuanya tersedia hanya lewat ponsel. Belanja online kini bahkan sudah menjadi bagian dari keseharian sebagian emak-emak.

Oleh karena itu, ada banyak sekali meme atau lelucon yang mungkin relate dengan apa yang dirasakan emak-emak sehari-hari saat belanja online.

Nah, Popmama.com punya kumpulan meme emak-emak belanja online yang lucu dan relate banget di bawah ini!

1. Lacak pesanan non stop

1cak.com

Kebiasaan emak-emak yang paling ikonik adalah mengharapkan proses instan. Baru saja klik "Bayar" dan transfer selesai, detik itu juga mereka langsung masuk ke menu "Lacak Pesanan".

Tidak jarang mereka langsung menekan tombol chat seller dan bertanya, "Kak, kok paketnya belum dikirim?" padahal transaksinya baru berjalan 2 menit. Benar begini, bukan?

2. Lihat barang murah, tapi ongkirnya mahal

1cak.com

Batam dikenal sebagai kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone), sehingga harga barang di sana (terutama tas, baju, dan elektronik) dibanderol dengan harga miring. Tapi masalahnya ada di ongkos kirim dan waktu pengiriman.

Barang dari Batam yang dikirim ke Pulau Jawa bakal memiliki ongkos kirim yang melambung tinggi, belum lagi prosesnya lama karena harus melewati pengecekan Bea Cukai terlebih dahulu. Nggak heran kalau Mama jadi kecewa liat barang murah namun dikirim dari Batam.

3. Nggak apa-apa bayar ongkir asal harga barang gratis

1cak.com

Bagi insting emak-emak, mendapatkan barang secara cuma-cuma adalah sebuah prestasi dan kebanggaan tersendiri.

Promo seperti memainkan area psikologis, karena emak-emak sangat menyukai hadiah, benar bukan? Tidak sedikit emak-emak yang senang hati membayar ongkos kirim Rp 10.000 jika harga barang lebih murah dari harga seharusnya.

4. Nggak jadi checkout melihat biaya ongkir selangit

1cak.com

Membeli barang Rp50.000 dengan Gratis Ongkir terasa seperti sebuah kemenangan. Tapi, membeli barang Rp10.000 dengan ongkir Rp40.000 rasanya tidak rela.

Momen ini mungkin jadi alasan utama kenapa keranjang belanja emak-emak bisa berisi puluhan barang yang tidak pernah di checkout. Begitu melihat ongkirnya tidak masuk akal, biasanya akan langsung keluar dari halaman pembayaran dan membiarkan barang itu mengendap di keranjang sampai berbulan-bulan.

5. Ganti ekspedisi biar nggak lelet, tapi kurirnya sama

1cak.com

Emak-emak yang hobi belanja online biasanya sudah sangat akrab dengan kurir yang memegang rute alamat rumah mereka, tahu mana Mas Kurir yang rajin, mana yang suka melempar paket ke garasi, dan mana yang lelet.

Momen di meme ini terjadi ketika emak-emak sudah mengatur strategi, "Ah, nggak mau pakai kurir si A ah, lelet,"eh ujung-ujungnya yang teriak "Pakeeeet!" di depan pagar ya Mas Kurir A lagi. Pernah alami hal ini, Ma?

6. Gambar yang terpampang tidak sesuai dengan barang yang datang

1cak.com

Saat belanja online, pasti Mama pernah tergiur melihat foto gamis atau baju pesta yang dengan model yang cantik atau dipakai artis ternama, bukan?

Sayangnya, banyak toko online nakal yang mencuri foto asli tersebut dan memproduksi ulang bajunya dengan versi asal jadi dan bahan yang jauh lebih murah. Jadi yang datang tidak sesuai dengan yang ada di gambar, deh.

7. Debat mana e-commerce terbaik, jual-beli di Facebook tetap juaranya

1cak.com

Sekeras apa pun e-commerce lain saling sikut memperebutkan pasar dengan teknologi canggih, FJB Facebook tetap hidup, abadi, dan punya pasarnya sendiri yang sangat masif, meskipun sistemnya sangat tradisional, acak-acakan, dan sering kali absurd.

Belanja di Facebook bisa melakukan tawar-menawar dengan santai selayaknya belanja langsung, emak-emak bisa berkomentar "PM harganya, Bun", lalu lanjut ke inbox (atau WhatsApp) untuk menawar "Bisa kurang nggak nih? Harga nett-nya berapa?"

8. Rencana keuangan buyar karena promo gila-gilaan di e-commerce

1cak.com

Biasanya di awal bulan, emak-emak sudah menyusun rencana anggaran dengan rapi. Beli sembako sekian, bayar listrik sekian, dan sisanya ditabung untuk dana darurat.

Namun, rencana tersebut bisa buyar jika memasuki bulan Desember yang identik dengan promo Harbolnas 12.12 atau Year End Sale. Emak-emak yang tadinya berniat menabung akan digempur oleh notifikasi dari aplikasi e-commerce bertuliskan "Diskon Gila-Gilaan!" atau "Flash Sale Rp99".

9. Nggak jadi checkout barang diskon karena sistem paylater

1cak.com

Mendapat cashback 30% dari membeli popok anak, minyak goreng, atau panci baru adalah sebuah kemenangan besar. Banyak emak-emak yang pasti sudah siap-siap checkout keranjang belanjanya yang menumpuk.

Namun, kebanyakan emak-emak sangat menghindari yang namanya berutang, cicilan, atau Paylater karena tidak cocok atau belum pernah mencoba sistem ini.

10. Kena prank harga barang murah, tapi ongkirnya mahal

1cak.com

Sebombastis apa pun diskon yang diberikan, semuanya menjadi tidak ada artinya atau malah terasa seperti jebakan saat melihat lokasi pengirimannya dari Batam, yang identik dengan ongkos kirim mahal dan waktu tunggu yang sangat lama.

Emak-emak yang tidak sabaran akan sangat tersiksa melihat status resinya stuck berhari-hari.

11. Dapat gratis ongkir memang lebih menarik

1cak.com

Secara logika matematika, total uang yang dikeluarkan di kedua skenario tersebut adalah sama persis, yaitu Rp50.000.

Namun, secara psikologis, konsumen jauh lebih rela membeli barang yang di-markup harganya daripada harus membayar ongkos kirim. Kata "Gratis Ongkir" seolah punya sihir yang bisa mematikan logika dasar kita. Benar nggak sih, Ma?

12. Pembeli wajib bikin video unboxing, kenapa penjual nggak bikin video saat packing?

1cak.com

Apakah ini termasuk standar ganda? Jika barang yang datang kurang, rusak, atau salah, pembeli diwajibkan memiliki video unboxing sebagai bukti wajib.

Namun di sisi lain, penjual tidak pernah diwajibkan menyertakan video packing untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar memasukkan barang yang utuh dan sesuai ke dalam kardus sebelum dikirim.

13. Siap siaga saat dapat notifikasi paket akan segera dikirim

Instagram.com/kaos.kekinian.id

Saat kita mendapat notifikasi bahwa paket sedang diantar ke rumah, rasanya waktu berjalan sangat lambat. Kita bisa menunggu berjam-jam dari pagi sampai sore dengan perasaan gelisah, persis seperti Mr. Bean yang menunggu sampai berjamur di lapangan.

Ada yang sengaja menyapu halaman berkali-kali, atau sekadar duduk di teras sambil terus memandangi jalanan ujung gang. Benar nggak sih, Ma?

Itu dia deretan meme emak-emak belanja online yang lucu dan relate banget. Pasti nggak sedikit dari Mama yang pernah mengalami hal di atas. Mana yang paling relate, Ma?

Editorial Team