Cerita Bisnis Omnichannel, Teresa Wibowo: Slogan Kita ‘Dream Big’

Pandemi Covid-19 mengubah kebiasaan konsumen

20 Mei 2024

Cerita Bisnis Omnichannel, Teresa Wibowo Slogan Kita ‘Dream Big’
Popmama.com/Muhammad Fhandra Hardiyon

Teresa Wibowo, Chief Executive Officer ruparupa menjelaskan perjalanan panjang dirinya dan rekan timnya membangun bisnis model omnichannel bernama ruparupa. Teresa menyebut ‘dream big’ diperlukan bagi setiap insan yang bekerja dengannya.

“Kita punya slogan ‘dream big’ kita selalu punya mimpi bagaimana kita bisa mempunyai teknologi-teknologi yang baik,” jelas Teresa Wibowo kepada wartawan di acara 8 Tahun Bersama ruparupa, Jakarta (17/5/2024).

Penasaran dengan ceritanya? Berikut ini Popmama.com telah merangkum cerita bisnis omnichannel, Teresa Wibowo: slogan kita ‘dream big’.

Simak informasinya di bawah ini, yuk!

Mendengarkan Konsumen Itu Penting

Mendengarkan Konsumen Itu Penting
Pexels/Andrea Piacquadio
Ilustrasi

Ketika mendirikan bisnis kategori home and living berbasis online alias ruparupa, Teresa Wibowo mengatakan hal yang paling penting selain mengembangkan teknologi adalah menjalin kedekatan dengan konsumen sekaligus mendengarkan apa keluh kesah konsumen.

“Tapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa dekat dengan konsumen dan bisa mendengarkan apa keluh kesal dari konsumen itu sendiri,” sebut Teresa.

Lebih lanjut, pebisnis perempuan yang memperoleh gelar sarjana bisnis administrasi dari University of Southern California ini menambahkan, timnya menggarap serius soal data experience konsumen sebab data satu ini dapat menentukan arah kebijakan perusahaan yang bakal diambil.

“Jadi, kita memperoleh data secara experience secara serius karena dari data ini kita bisa baca kira-kira apa sih yang konsumen butuhkan, apa sih yang kira-kira kurang menyenangkan daripada konsumen,” tambahnya.

Daripada itu, pihaknya juga kerap mengadakan focus group discussion (FGD) dengan konsumen-konsumen guna menerima masukan yang tak muncul di data experience untuk memperbaiki program bisnisnya.

“Kita juga mengundang acara focus group discussion (FGD) dengan konsumen-konsumen kita agar kita juga benar-benar tahu supaya masukan-masukan itu yang tidak akan muncul di data itu kita bisa terus memperbaiki program kita,” ungkap Teresa.

Delapan Tahun Penuh Adaptasi dan Tantangan

Delapan Tahun Penuh Adaptasi Tantangan
Popmama.com/Muhammad Fhandra Hardiyon

Teresa Wibowo menyampaikan rumus dirinya dan tim dalam bekerja, yakni continuous improvement. Menurutnya, orang-orang yang bekerja bersamanya mesti selalu berusaha improve hari-harinya.

“Memang salah satu culture daripada ruparupa adalah continuous improvement. Jadi memang orang-orang yang bekerja itu kita selalu berusaha selalu improve hari-harinya gitu,” kata Teresa.

Tantangan terbesar membangun ekosistem bisnis home and living secara online versi Teresa adalah melampirkan produk katalog. Katalog dibutuhkan konsumen, konsumen butuh daftar foto produk dari segala sisi supaya konsumen lebih yakin membeli produk tersebut.

“Di awal-awal melampirkan produk katalog kita karena dulu kan kita berangkat dari offline ke online kalau di online itu konsumen memerlukan dimensi yang spesifik tentang barang itu, kalau foto produk itu nggak bisa dari depan aja mesti dari atas, kanan, kiri, bawah. Juga mengenai customer service (CS) yang bisa mencakupi ya, ya itu di awal-awal kita beroperasi,” jelasnya.

Masa Pandemi Covid-19 Mengubah Kebiasaan Konsumen

Masa Pandemi Covid-19 Mengubah Kebiasaan Konsumen
Popmama.com/Muhammad Fhandra Hardiyon

Pada acara tersebut hadir pula pemeran kenamaan ibu kota, Asmirandah. Ia adalah satu di antara ratusan orang yang kini memilih berbelanja kebutuhan rumah via online, kebiasaan barunya itu dimulai sejak pandemi Covid-19 merebak.

“Pada saat pandemi itu kan kita benar-benar enggak bisa pergi ke luar untuk pegang-pegang barang. Jadi mau beli sesuatu itu mesti online, dan kebawa sampai sekarang sukanya belanja online,” terang Asmirandah di Jakarta (17/5/2024).

Seperti apa yang dirasakan orang banyak begitupun artis kelahiran tahun 1989 ini, membeli barang secara online takut kecewa karena takut barangnya rusak atau bahkan takut tak sesuai ekspektasi konsumen. Dalam hal ini, Asmirandah menyarankan untuk membeli barang yang konsumen sudah mengetahui kualitasnya.

“Cuma memang kadang-kadang aku ngerasain juga kalau beli online takut ada kecewanya entah itu takut barangnya rusak atau takut ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi kita, kalau kita mau beli online kita memang harus menurunkan ekspektasi kita, dan membeli barang yang kita tuh udah tau kualitasnya,” ujarnya.

Berhubung baru-baru ini Asmirandah sedang membuat mini studio, segala kebutuhan dan perlengkapannya ia pesan melalui online. Mulai dari sofa, tempat tidur, televisi dan lainnya.

“Baru-baru ini aku kan lagi buat mini studio, dan mini studionya masih kosong bener-bener kosong. Aku kan perlu furnitur untuk mengisi itu ya, mulai dari sofa, tempat tidur, aku butuh televisi, dan itu full dari luar rumah sampai ke dalam, sampai ke dapur ke kamar mandi itu pesan online pakai ruparupa,” tutup Asmirandah.

Nah itu dia, informasi tentang cerita bisnis Teresa Wibowo ketika membangun bisnis omnichannel kategori home and living. Menginspirasi ya, Ma.

Baca juga:

The Latest