Kekurangan Vitamin D Sejak Kecil, Bisa Menyebabkan Depresi Saat Remaja

Benarkah demikian? Yuk, dicek informasi selengkapnya

26 Agustus 2019

Kekurangan Vitamin D Sejak Kecil, Bisa Menyebabkan Depresi Saat Remaja
Freepik

Meski sering disepelekan, vitamin D ternyata bisa mempengaruhi banyak organ di dalam tubuh manusia, termasuk tulang dan gigi. Kondisi kekurangan vitamin D ini bisa dialami oleh semua kalangan umur.

Beragam faktor bisa menyebabkan terjadinya kekurangan vitamin D, diantaranya kurangnya paparan sinar matahari, berat badan berlebih (obesitas), serta kurangnya mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D.

Kekurangan vitamin D bisa saja sulit terdeteksi gejalanya, sebab hal ini bisa meningkatkan risiko terjadinya masalah tulang seperti penyakit rakitis dan osteoporosis, serta melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Penelitian terbaru membuktikan, risiko kekurangan vitamin D sejak masa kanak-kanak bisa menganggu perilaku agresif hingga depresi saat memasuki masa remaja nanti.

Benarkah demikian?

Untuk mengetahui lebih lanjut serta bagaimana cara memenuhi kebutuhan vitamin D sejak kecil, berikut Popmama.com telah merangkumnya untuk kamu. Disimak baik-baik, ya!

Editors' Picks

1. Mengganggu kesehatan mental saat remaja

1. Mengganggu kesehatan mental saat remaja
Freepik

Jika biasanya yang kita ketahui bahwa vitamin D baik untuk kesehatan tulang dan gigi, ternyata kekurangan vitamin D bisa menyebabkan perubahan perilaku agresif lho.

Berdasarkan penelitian yang sudah dipublikasi di Journal of Nutrition, kekurangan vitamin D pada masa kanak-kanak dapat menyebabkan perilaku agresif serta suasana hati yang gelisah dan depresi saat memasuki masa remaja.

Para penelitian menemukan bahwa anak-anak dengan kadar vitamin D yang rendah lebih memungkinkan terkenal masalah perilaku ekternal seperti perubahan perilaku agresif yang membuat mereka melanggar aturan.

Selain itu, kekurangan vitamin D juga dikaitkan dengan masalah kesehatan mental lainnya di masa dewasa, termasuk depresi dan penyakit mental kronis yang menyebabkan gangguan proses berpikir. 

2. Bahaya kekurangan vitamin D

2. Bahaya kekurangan vitamin D
Freepik

Kekurangan vitamin D yang ringan pada umumnya tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Namun, untuk kondisi yang sudah parah, kekurangan vitamin D bisa menyebabkan otot kaku hingga kesulitan bernapas.

Meskipun sering diremehkan, orang yang kekurangan vitamin D tidak bisa dianggap sepele. Sebab kondisi seperti ini bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami sejumlah gangguan kesehatan. 

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan otak dan kekuatan tulang. Biasanya ditandai dengan tulang kaki yang bengkok. 

Terkenal baik untuk pembentukan otot, tulang dan gigi, defisiensi vitamin D juga diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya beberapa penyakit, diantaranya:

  • Osteoporosis.
  • Radang sendi.
  • Penyakit infeksi, seperti pneumonia, sepsis, dan TBC.
  • Depresi
  • Sakit kepala dan migrain.
  • Demensia.
  • Diabetes.
  • Obesitas
  • Penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi, gagal jantung, dan penyakit jantung.
  • Multiple sclerosis.
  • Rambut rontok.
  • Kanker, seperti kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker prostat.

Wah! Ternyata banyak sekali gangguan kesehatan yang bisa terjadi jika kamu kekurangan vitamin D. Oleh karena itu, penting memberikan asupan makanan yang mengandung vitamin D sejak masa kanak-kanak, agar terhindar masalah kesehatan diatas pada kemudian hari.

3. Cara memenuhi kebutuhan vitamin D

3. Cara memenuhi kebutuhan vitamin D
Freepik/yuliyafurman

Mencukupi asupan vitamin D harian selain bisa menjaga tulang agar kuat dan sehat, juga mencegah berbagai penyakit diatas. Terlebih jika kamu memiliki anak pada masa kanak-kanak, kamu harus mencukupi kebutuhan vitamin D nya agar gangguan mentalnya tidak terpengaruh saat remaja nanti.

Selain untuk anak-anak, kamu juga bisa mencukupi kebutuhan asupan vitamin D keluargamu dengan cara berikut ini:

  • Mengonsumi makanan yang kaya akan vitamin D, seperti susu sapi, susu kedelai, yogurt, telur, dan minyak ikan. Makanan laut, seperti ikan sarden dan tuna, juga merupakan sumber vitamin D yang baik untuk dikonsumsi.
  • Berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 20-30 menit, setidaknya 2 kali seminggu. Ini biasanya disepelekan banyak orang, mulailah hidup sehat dengan berjemur ya!
  • Jika makanan yang kamu konsumsi masih kurang memenuhi asupan vitamin D, kamu bisa mengonsumsi suplemen vitamin D sesuai anjuran dokter.

Namun tetap perlu kamu ketahui, walaupun vitamin D perlu dikonsumsi oleh tubuh manusia, kamu perlu berkonsultasi dengan dokter agar asupan Vitamin D yang kamu dan keluarga konsumsi sesuai dengan kebutuhan.

Sebab, vitamin D adalah jenis vitamin yang larut lemak, jika kelebihan maka akan ditumpuk dalam tubuh yang lambat laun bisa menyebabkan terjadinya keracunan vitamin D.

Untuk mengetahui dosis serta penggunaan suplemen vitamin D yang tepat, ada baiknya kamu mengkonsultasikan hal ini pada dokter agar bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan kamu dan keluarga.

Semoga bermanfaat, ya!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.