Menkominfo: Ada Ribuan Hoaks Terkait Covid-19, Mayoritas di Facebook

Hati-hati dalam menyebarkan serta menerima berita ya, Mama

19 Oktober 2020

Menkominfo Ada Ribuan Hoaks Terkait Covid-19, Mayoritas Facebook
Paxels

Pandemi Covid-19 di Indonesia telah memasuki bulan kedelapan terhitung sejak munculnya kasus perdana yang diumumkan pada 2 Maret 2020 silam.

Selama itu, jumlah kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan. Sejumlah berita bohong atau hoaks terkait Covid-19 juga masih bermunculan. Menangani pandemi Covid-19 tak terlepas dari penanganan terhadap hoaks tersebut.

Apalagi, mengingat derasnya arus informasi di tengah era digital seperti saat ini. Bila tak hati-hati, seseorang dapat menjadi korban hoaks.

Hal tersebut dibenarkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyebutkan, pihaknya telah menemukan 1.197 isu hoaks terkait Covid-19.

Bagaimana upaya Johnny G Plate sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika dalam menangani hoaks terkait Covid-19?

Berikut Popmama.com rangkum informasinya! 

1. Berita hoaks terkait Covid-19, paling banyak di facebook

1. Berita hoaks terkait Covid-19, paling banyak facebook
Freepik

Terkait virus corona ini, banyak berita bohong yang beredar di beberapa digital platform. Hal tersebut diakui oleh Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo) Johnny G Plate menyebutkan, pihaknya telah menemukan 1.197 isu hoaks terkait Covid-19.

Ribuan isu itu tersebar melalui 2.020 unggahan di sejumlah media sosial.

"Terdapat 1.197 temuan isu hoaks Covid-19 yang tersebar di empat platform digital sejumlah 2.020 sebaran, di Facebook 1.497, di Instagram 20, di Twitter 482, dan YouTube 21," kata Johnny dalam sebuah diskusi virtual, Minggu (18/10/2020).

Editors' Picks

2. Telah berkoordinasi dengan petinggi platform media sosial untuk bersama-sama menangani hoaks Covid-19 di Indonesia

2. Telah berkoordinasi petinggi platform media sosial bersama-sama menangani hoaks Covid-19 Indonesia
freepik.com

Dari ribuan konten hoaks itu, kata Johnny, pihaknya telah menurunkan (take down) atau memblokir 1.759 unggahan. Rinciannya terdapat, 1.300 konten Facebook, 15 konten Instagram, 424 unggahan Twitter dan YouTube 20 unggahan.

Saat ini, masih ada 261 konten yang masih dalam proses penurunan, yakni 197 unggahan Facebook, 5 konten Instagram, 58 konten Twitter dan 1 unggahan YouTube.

Johnny mengaku, dirinya telah berkoordinasi dengan keempat petinggi platform media sosial untuk bersama-sama menangani hoaks Covid-19 di Indonesia. 

Sekjen Partai Nasdem itu mengatakan ia telah berkomunikasi dengan CEO Youtube Susan Wojcicki untuk membicarakan isu tersebut.

"Hampir semua pimpinan pimpinan pemilik top eksekutif dari platform platform media sosial ini saya sudah hubungi yang di Amerika Serikat, terakhir saya berbicara dengan Susan Wojcicki CEO Youtube yang memberikan komitmen yang kuat di grupnya untuk sama sama mengatasi Covid-19 di dalam ruang digital atau hoaks di Indonesia," kata Johnny.

3. Terus berupaya menangani hoaks terkait Covid-19

3. Terus berupaya menangani hoaks terkait Covid-19
Freepik/Racool_studio

Johnny menambahkan, beberapa kasus hoaks kini tengah ditindak oleh pihak kepolisian dan ada yang sudah dikategorikan sebagai tindak pidana. Terdapat 104 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka penyebar hoaks Covid-19 lho, Ma! 

Dari jumlah tersebut, 17 di antaranya ditahan di Bareskrim Polri dan sejumlah Polda. Johnny mengaku, pihaknya bersama Polri terus bekerja sama menangani hoaks terkait Covid-19.

"Kami bersama-sama Bareskrim Polri bekerja melalui cyber ground atau patroli sibernya Kominfo sehari 24 jam, ada 3 shift di sana 7 hari seminggu. Jadi tidak ada waktu yang kosong, di sana enggak ada tanggal merah bahkan tidak ada istirahatnya," kata dia.

4. Hoaks menyebabkan masyarakat kebingungan menerima informasi

4. Hoaks menyebabkan masyarakat kebingungan menerima informasi
Freepik/tirachardz

Lelaki kelahiran Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mengingatkan betapa bahayanya hoaks di tengah pandemik Covid-19. Sebab, masyarakat jadi bingung untuk mengambil sikap karena didasari atas informasi yang tidak benar.

Sebagai penikmat dan pengguna media sosial, Mama harus cermat dengan informasi yang ada ya. Bagaimana caranya bisa cermat mengolah informasi agar tidak terkena hoaks di media sosial? Beberapa hal yang perlu Mama perhatikan agar terhindar dari hoaks yaitu:

  1. Telusuri informasi awal dari berita tersebut. Mendapat informasi akan suatu hal tentunya yang pertama bisa lakukan adalah mengecek informasi tersebut di laman pencarian. Mama bisa mengecek hoaks dengan keyword tertentu di Google secara mudah.

  2. Cek sumber yang kredibel dari informasi yang beredar. Jika informasi yang dicari dari media besar dan kredibel boleh untuk dipercaya. Namun, kalau hanya dari blogspot atau wordpress maka masih perlu dipertanyakan. Apalagi jika sumber satu-satunya hanya berasal dari media sosial saja.

  3. Telusuri profil akun dari pembuat informasi. Mama bisa juga mengetahui hoaks tersebut dengan mencari orang yang pertama kali menyebarkan berita. Perlu diwaspadai jika orang pertama yang mengunggah konten tersebut merupakan akun bodong alias bot.

  4. Memakai aplikasi pendeteksi hoaks. Terdapat aplikasi untuk mendeteksi hoaks, yaitu Hoax Analyzer.

  5. Jika terbukti hoaks, jangan disebarkan ke banyak orang lagi. Banyaknya berita viral di media sosial yang tidak tahu kebenarannya kadang bisa membuat beberapa orang justru menyebarkan hoaks. Oleh karenanya, berhati-hati ketika banyak berita viral yang beredar.

Itu dia Mama beberapa hoaks yang tersebar di media sosial, untuk Mama harus lebih bijak ya menggunakan sosial media dan menyebarkan informasi. Karena, banyak berita hoaks yang bisa saja menimbulkan kebingungan lho!

Bukan hanya itu, jika terbukti menyebarkan hoaks Mama bisa terkena tindak pidana lho. Harus cermat ya, Mama.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.