Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Penyebab Kanker Ginjal, Penyakit yang Diidap Vidi Aldiano
instagram.com/vidialdiano
  • Vidi Aldiano meninggal dunia setelah lama berjuang melawan kanker ginjal, meninggalkan duka mendalam bagi rekan dan penggemarnya di dunia hiburan Indonesia.

  • Selama perjuangannya, Vidi sempat membagikan refleksi hidup yang menginspirasi banyak orang tentang pentingnya menghargai waktu dan kesehatan.

  • Artikel ini juga menjelaskan 7 faktor penyebab kanker ginjal, termasuk merokok, hipertensi, faktor genetik, paparan zat kimia, penyakit ginjal kronis, serta penggunaan obat jangka panjang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kabar duka datang dari dunia hiburan Indonesia. Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker yang diidapnya. 

Kepergiannya meninggalkan duka bagi banyak orang, termasuk rekannya, seperti Deddy Corbuzier, Andien, dan Andi Rianto yang menyampaikan belasungkawa melalui media sosial.

Selama berjuang melawan kanker, Vidi sempat membagikan refleksi tentang perjalanan hidupnya. Dalam unggahan di Instagram, suami Sheila Dara itu mengungkapkan penyakit tersebut mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.

Dari pengalaman itulah, penting bagi kita untuk lebih memahami kanker ginjal, termasuk berbagai faktor yang bisa memicu penyakit ini. 

Melansir Cleveland Clinic, berikut Popmama.com sajikan 7 penyebab kanker ginjal, dialami Vidi Aldiano. Simak di bawah!

1. Kebiasaan merokok

orangtuahebat.id

Merokok jadi salah satu faktor risiko utama yang sering dikaitkan dengan kanker ginjal. Zat kimia berbahaya dalam rokok dapat masuk ke dalam aliran darah dan kemudian disaring oleh ginjal. Proses penyaringan ini membuat ginjal terus terpapar zat toksik yang berpotensi merusak sel-sel di dalamnya.

Paparan bahan kimia dari rokok dalam jangka panjang dapat memicu perubahan pada sel ginjal hingga berkembang menjadi sel kanker. Risiko ini biasanya lebih tinggi pada perokok aktif, terutama mereka yang sudah memiliki kebiasaan merokok selama bertahun-tahun.

2. Tekanan darah tinggi

pexels.com/Pavel Danilyuk

Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker ginjal. Kondisi ini dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal sehingga fungsi organ tersebut terganggu dalam jangka panjang.

Kerusakan jaringan akibat tekanan darah yang tidak terkontrol dapat memicu perubahan pada sel-sel ginjal. Seiring waktu, perubahan ini berpotensi berkembang menjadi sel abnormal yang kemudian memicu kanker.

3. Obesitas atau berat badan berlebih

freepik.com/jcomp

Kelebihan berat badan sering dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis, termasuk kanker ginjal. Lemak tubuh yang berlebihan dapat memengaruhi keseimbangan hormon di dalam tubuh, terutama hormon yang berkaitan dengan pertumbuhan sel.

Perubahan hormon tersebut dapat meningkatkan aktivitas sel secara tidak normal. Jika kondisi ini berlangsung lama, sel-sel di ginjal dapat mengalami mutasi yang memicu terbentuknya kanker.

4. Faktor genetik dan riwayat keluarga

pexels.com/Kampus Production

Faktor keturunan juga berperan dalam meningkatkan risiko kanker ginjal. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit ini cenderung memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalaminya.

Hal ini berkaitan dengan adanya mutasi gen tertentu yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Mutasi tersebut dapat memengaruhi cara sel berkembang dan memperbaiki diri, sehingga meningkatkan peluang terbentuknya sel kanker di ginjal.

5. Paparan zat kimia berbahaya

pexels.com/Ivan S

Paparan bahan kimia tertentu di lingkungan kerja atau lingkungan sehari-hari dapat meningkatkan risiko kanker ginjal. Beberapa zat seperti pelarut industri, logam berat, atau bahan kimia tertentu diketahui berpotensi merusak jaringan tubuh jika terpapar dalam waktu lama.

Ginjal sebagai organ penyaring darah memiliki peran penting dalam mengeluarkan racun dari tubuh. Namun jika paparan zat berbahaya terlalu sering, ginjal dapat mengalami kerusakan sel yang pada akhirnya memicu pertumbuhan sel abnormal.

6. Penyakit ginjal kronis

unsplash.com/Robina Weermeijer

Seseorang yang memiliki riwayat penyakit ginjal kronis juga memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ginjal. Kondisi ini membuat fungsi ginjal menurun secara bertahap sehingga jaringan organ tersebut menjadi lebih rentan mengalami kerusakan.

Kerusakan jaringan yang berlangsung lama dapat memicu peradangan dan perubahan sel. Dalam beberapa kasus, perubahan tersebut dapat berkembang menjadi tumor atau kanker jika tidak terdeteksi sejak dini.

7. Penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang

pexels.com/Kevin Bidwell

Beberapa jenis obat, terutama yang dikonsumsi secara terus-menerus tanpa pengawasan medis, dapat meningkatkan risiko gangguan pada ginjal. Obat pereda nyeri tertentu misalnya, jika digunakan secara berlebihan dapat memberikan tekanan pada organ penyaring ini.

Penggunaan obat dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan sel ginjal secara perlahan. Jika kondisi ini berlangsung lama, risiko terbentuknya sel abnormal yang berkembang menjadi kanker juga bisa meningkat.

Itu dia informasi tentang 7 penyebab kanker ginjal yang perlu diketahui. Mengetahui berbagai faktor risikonya dapat menjadi langkah awal untuk lebih peduli terhadap kesehatan ginjal dan menerapkan pola hidup yang lebih sehat sejak dini.

Selamat beristirahat, Vidi Aldiano.

FAQ Tentang Vidi Aldiano

1. Vidi Aldiano blasteran apa?

Ia mewarisi darah Jawa dari pihak ayah dan darah Minangkabau dari pihak ibu.

2. Kenapa Vidi Aldiano kurus banget?

Tubuh Vidi Aldiano terlihat semakin kurus. Vidi mengaku perubahan bentuk tubuhnya ini bagian dari pengobatan kanker ginjalnya.

3. Vidi Aldiano sakit tahun berapa?

enyanyi Vidi Aldiano mengenang enam tahun sejak pertama kali didiagnosis kanker ginjal (sejak 2019).

Editorial Team