Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
8 Penyebab Maag Kambuh yang Perlu Diwaspadai
Freepik.com/diana.grytsku
  • Maag bisa kambuh karena infeksi bakteri Helicobacter pylori yang belum sembuh tuntas, penggunaan obat pereda nyeri jangka panjang, serta pola makan tidak teratur yang memicu produksi asam berlebih.
  • Makanan pedas, asam, berminyak, kafein, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan dapat memperparah iritasi lambung serta memperlambat proses penyembuhan luka di dinding lambung.
  • Stres berat dan kondisi medis langka seperti Sindrom Zollinger-Ellison turut meningkatkan produksi asam lambung secara ekstrem sehingga membuat maag lebih mudah kambuh meski gaya hidup sudah dijaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Maag sering kali dianggap sepele karena gejalanya yang cenderung datang dan pergi. Padahal, di balik rasa perih atau tidak nyaman di perut, ada banyak faktor yang dapat memicu kondisi ini kambuh berulang kali. 

Tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari yang terlihat biasa saja justru bisa menjadi penyebab utamanya. Bukan hanya soal makanan, tapi juga berkaitan dengan gaya hidup, kondisi kesehatan, hingga faktor psikologis seperti stres.

Agar kondisi lambung tetap stabil, penting untuk memahami faktor yang menjadi penyebab maag kambuh. Untuk itu, Popmama.com telah merangkum 8 penyebab maag kambuh yang perlu diwaspadai sebagai antisipasi.

1. Infeksi bakteri Helicobacter pylori yang tidak tuntas

Freepik.com/pikisuperstar

Salah satu penyebab utama maag sering kambuh adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) yang belum benar-benar sembuh. Bakteri ini hidup di lapisan pelindung lambung dan secara perlahan bisa merusaknya, sehingga dinding lambung lebih rentan terkena asam.

Dalam kondisi normal, lambung memiliki lapisan pelindung untuk menahan asam, namun jika lapisan ini terganggu, rasa perih dan luka dapat muncul kembali.

Dilansir dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), jika infeksi ini tidak diobati sampai tuntas dengan antibiotik, bakteri akan terus memicu peradangan. Akibatnya, maag yang sempat membaik bisa kambuh lagi karena luka di lambung belum benar-benar sembuh.

2. Penggunaan obat pereda nyeri (NSAID) dalam jangka panjang

Freepik.com/jcomp

Obat pereda nyeri seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen memang sering digunakan untuk mengatasi nyeri. Namun, jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jangka panjang, obat ini bisa berdampak pada lambung.

Jenis obat ini termasuk dalam golongan NSAID, yaitu obat anti-inflamasi yang ternyata bisa mengganggu sistem perlindungan alami lambung.

Menurut penjelasan dari Bumrungrad International Hospital, obat ini dapat mengurangi produksi zat yang berfungsi melindungi dinding lambung dari asam.

Akibatnya, lambung menjadi lebih mudah iritasi dan luka lama bisa terbuka kembali. Karena itu, penggunaan obat pereda nyeri sebaiknya tidak sembarangan dan tetap sesuai anjuran dokter.

3. Pola makan tidak teratur

Pexels.com/www.kaboompics.com

Kebiasaan makan yang berantakan, seperti sering telat makan atau bahkan melewatkan waktu makan, juga menjadi salah satu penyebab maag mudah kambuh.

Saat perut kosong terlalu lama, asam lambung tetap diproduksi, namun tidak ada makanan yang dicerna. Hal ini menyebabkan asam tersebut justru mengenai dinding lambung.

Penelitian yang dipublikasikan PubMed Central menunjukkan bahwa pola makan yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko gangguan lambung. Karena itu, menjaga jadwal makan yang konsisten sangat penting agar produksi asam tetap seimbang dan tidak memicu iritasi.

4. Konsumsi makanan dan minuman pemicu

Freepik.com/jcomp

Beberapa jenis makanan dan minuman bisa menjadi pemicu kambuhnya maag, terutama jika dikonsumsi berlebihan. Makanan pedas, asam, berminyak, serta minuman berkafein seperti kopi bisa merangsang produksi asam lambung lebih banyak dari biasanya.

Dikutip dari National Health Service UK, jenis makanan ini memang tidak selalu menjadi penyebab utama luka di lambung, namun dapat memperparah kondisi yang sudah sensitif.

Selain itu, makanan berlemak dan kafein juga dapat membuat katup lambung menjadi lebih rileks, sehingga asam lebih mudah naik dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

5. Kebiasaan merokok

Freepik.com/pvproductions

Merokok tidak hanya berdampak pada paru-paru, tapi juga dapat memperburuk kondisi lambung. Zat kimia dalam rokok dapat mengurangi aliran darah ke lambung, sehingga proses penyembuhan luka menjadi lebih lambat.

Merokok juga dapat mengurangi produksi zat alami yang membantu menetralkan asam lambung. Akibatnya, dinding lambung menjadi lebih rentan rusak dan risiko maag kambuh pun meningkat. Bahkan, pada beberapa kasus, perokok lebih berisiko mengalami komplikasi yang lebih serius.

6. Konsumsi alkohol berlebihan

Freepik.com/jcomp

Minuman beralkohol juga termasuk salah satu pemicu utama iritasi lambung. Alkohol dapat mengikis lapisan pelindung lambung, sehingga asam lebih mudah menyerang dinding lambung dan menyebabkan peradangan.

Konsumsi alkohol dalam jumlah besar dapat memicu peradangan pada lambung (gastritis). Selain itu, alkohol juga merangsang produksi asam berlebih, sehingga mempercepat kerusakan pada lambung yang sudah sensitif.

7. Stres yang tidak terkontrol

Freepik.com/diana.grytsku

Stres memang tidak secara langsung menyebabkan maag, namun dapat memperburuk kondisi yang sudah ada. Saat seseorang mengalami stres berat, tubuh akan merespons dengan meningkatkan produksi asam lambung dan memengaruhi kerja sistem pencernaan.

Stres juga dapat melemahkan sistem imun, sehingga proses penyembuhan luka di lambung menjadi lebih lambat. Itulah sebabnya, saat stres, gejala maag sering terasa lebih intens dan mudah kambuh.

8. Kondisi medis langka (Sindrom Zollinger-Ellison)

Pexels.com/Polina Zimmerman

Dalam kasus yang jarang terjadi, maag yang sering kambuh dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu, salah satunya adalah Sindrom Zollinger-Ellison. Kondisi ini terjadi ketika tubuh memproduksi hormon gastrin secara berlebihan akibat adanya tumor di pankreas atau usus halus.

Hormon gastrin yang berlebihan akan memicu produksi asam lambung dalam jumlah sangat tinggi. Akibatnya, luka di lambung bisa terus muncul meskipun pola makan dan gaya hidup sudah diperbaiki. Karena sifatnya yang serius, kondisi ini biasanya memerlukan penanganan medis khusus.

Itu dia 8 penyebab maag kambuh yang perlu diwaspadai. Supaya lambung tetap nyaman, usahakan untuk mengenali dan menjauhi hal-hal yang bisa memicunya, ya.

FAQ Tentang Penyebab Maag Kambuh

1. Apakah sakit lambung bisa menyebabkan sakit jantung?

Secara langsung, sakit lambung (seperti GERD) tidak menyebabkan penyakit jantung atau serangan jantung karena keduanya adalah organ berbeda. Namun, asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat menimbulkan nyeri dada intens yang sering disalahartikan sebagai serangan jantung.

2. Apa perbedaan sakit asam lambung dan tipes?

Perbedaan utama asam lambung dan tipes terletak pada penyebab dan gejalanya: asam lambung (GERD/maag) disebabkan oleh kenaikan asam lambung dengan gejala utama nyeri ulu hati, sementara tipes (demam tifoid) disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang ditandai dengan demam tinggi lebih dari 5 hari. Tipes menyerang usus, sedangkan asam lambung memengaruhi kerongkongan.

3. Apakah asam lambung dapat menyebabkan anemia?

Ya, gangguan asam lambung kronis (seperti tukak lambung/maag berat) dapat menyebabkan anemia. Ini terjadi karena peradangan atau luka pada lambung memicu perdarahan kronis, menghambat penyerapan zat besi dan vitamin B12, atau penggunaan obat PPI jangka panjang.

Editorial Team