Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
5 Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal yang Wajib Dipahami
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI
  • Zakat fitrah dan zakat mal sama-sama wajib bagi Muslim, namun berbeda dari segi tujuan, objek, waktu pembayaran, besaran, serta syarat kepemilikan harta.
  • Zakat fitrah ditunaikan setiap akhir Ramadan untuk menyucikan diri, sedangkan zakat mal dikeluarkan saat harta mencapai nisab dan dimiliki selama satu tahun penuh.
  • Perbedaan keduanya penting dipahami agar penunaian zakat sesuai ketentuan syariat dan manfaatnya dapat dirasakan oleh penerima yang berhak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan sosial dan membantu sesama.

Dalam praktiknya, zakat terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Keduanya sama-sama wajib ditunaikan, tetapi memiliki ketentuan yang berbeda sesuai dengan tujuan dan objeknya.

Dengan pemahaman yang tepat, setiap Muslim dapat menjalankan kewajiban ini secara benar sekaligus merasakan manfaatnya, baik secara spiritual maupun sosial.

Berikut Popmama.com akan membahas tentang 5 perbedaan zakat fitrah dan zakat mal yang wajib dipahami. Yuk, simak perbedaannya berikut ini.

1. Perbedaan dari segi pengertian

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Zakat fitrah merupakan zakat jiwa (nafs) yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Zakat ini berfungsi untuk menyucikan diri dari kesalahan atau kekurangan selama berpuasa, seperti ucapan yang kurang baik atau perbuatan yang tidak disengaja.

Dengan menunaikan zakat fitrah, ibadah puasa menjadi lebih sempurna dan bernilai di sisi Allah. Sementara itu, zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas harta kekayaan yang dimiliki seseorang.

Zakat ini bertujuan untuk membersihkan harta dari hak orang lain sekaligus menjadikannya lebih berkah. Selain itu, zakat mal juga berperan dalam menciptakan pemerataan ekonomi dan mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat.

2. Perbedaan dari segi objek zakat

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Zakat fitrah memiliki objek berupa individu atau jiwa, sehingga kewajibannya berlaku bagi setiap Muslim tanpa memandang usia maupun kondisi.

Bahkan bayi yang lahir sebelum matahari terbenam di akhir Ramadan tetap dikenakan kewajiban zakat fitrah yang biasanya dibayarkan oleh orang tua atau walinya.

Hal ini menunjukkan bahwa zakat fitrah bersifat universal dan menyeluruh. Berbeda dengan zakat fitrah, zakat mal memiliki objek berupa harta kekayaan.

Tidak semua orang wajib mengeluarkannya, karena hanya berlaku bagi mereka yang memiliki harta tertentu.

Jenis harta yang dikenakan zakat pun beragam, seperti emas, perak, uang, hasil perdagangan, hingga penghasilan dari profesi, selama memenuhi syarat yang telah ditetapkan.

3. Perbedaan dari segi waktu pembayaran

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Zakat fitrah memiliki waktu pembayaran yang telah ditentukan, yaitu sejak awal bulan Ramadan hingga sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.

Pembayaran dalam rentang waktu ini sangat dianjurkan agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh para penerima saat hari raya tiba.

Jika dibayarkan setelah salat Id, maka nilainya tidak lagi sebagai zakat, melainkan sedekah biasa. Sementara itu, zakat mal tidak terikat pada waktu tertentu seperti Ramadan.

Zakat ini wajib dikeluarkan ketika harta telah mencapai nisab (batas minimum) dan telah dimiliki selama satu tahun penuh (haul).

Karena itu, waktu pembayaran zakat mal bisa berbeda-beda pada setiap individu, tergantung kapan harta tersebut memenuhi syarat.

4. Perbedaan dari segi besaran zakat

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Besaran zakat fitrah telah ditentukan secara jelas, yaitu sebesar 2,5 kg atau 3,5 liter makanan pokok yang biasa dikonsumsi sehari-hari, seperti beras di Indonesia.

Dalam praktik modern, zakat ini juga dapat dibayarkan dalam bentuk uang yang setara dengan nilai makanan pokok tersebut, sehingga lebih praktis.

Di sisi lain, zakat mal memiliki besaran yang dihitung berdasarkan persentase dari total harta, yang umumnya sebesar 2,5%.

Namun, perhitungan ini bisa berbeda tergantung pada jenis harta yang dimiliki, seperti hasil pertanian, peternakan, atau perdagangan.

Oleh karena itu, zakat mal sering kali memerlukan perhitungan yang lebih rinci agar sesuai dengan ketentuan syariat.

5. Perbedaan dari segi syarat kepemilikkan

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Zakat fitrah tidak mensyaratkan kepemilikan harta dalam jumlah tertentu. Selama seseorang berstatus Muslim dan masih hidup hingga akhir Ramadan, maka ia tetap wajib menunaikan zakat fitrah.

Bahkan, kewajiban ini tetap berlaku selama seseorang memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya pada hari raya.

Sebaliknya, zakat mal memiliki syarat yang lebih spesifik terkait kepemilikan harta. Harta tersebut harus merupakan milik pribadi, diperoleh dengan cara yang halal, mencapai nisab, dan telah dimiliki selama satu tahun penuh.

Jika salah satu syarat tersebut belum terpenuhi, maka kewajiban zakat mal belum berlaku.

Zakat fitrah dan zakat mal sama-sama memiliki peran penting dalam kehidupan seorang Muslim, baik dari sisi ibadah maupun sosial.

Meskipun keduanya berbeda dalam banyak aspek, tujuan utamanya tetap sama, yaitu membersihkan diri dan harta sekaligus membantu mereka yang membutuhkan.

Dengan memahami 5 perbedaan zakat fitrah dan zakat mal secara menyeluruh, kamu bisa menunaikan zakat dengan lebih tepat dan sesuai ketentuan.

Hal ini tidak hanya memberikan ketenangan dalam beribadah, tetapi juga memastikan bahwa manfaat zakat benar-benar sampai kepada yang berhak menerimanya.

Editorial Team