Dok. Jovee - Freepik/Jcomp
Jenis obat sangat beragam, dan penggunaannya tentu juga sangat bervariasi. Berikut adalah aturan konsumsi obat yang bisa diterapkan selama Mama menjalankan ibadah puasa:
Dosis 1 kali sehari
Jenis obat yang harus dikonsumsi dengan dosis 1 kali sehari sangat mudah untuk dikonsumsi baik saat berpuasa atau tidak, karena Mama hanya butuh meminumnya sebanyak 1 kali. Jenis obat ini sebaiknya dikonsumsi saat malam hari atau pada waktu sahur.
Dosis 2 kali sehari
Sama seperti dosis 1 kali sehari, dosis obat 2 kali sehari juga tidak membutuhkan aturan minum yang rumit. Mama bisa mengonsumsi jenis obat ini pada waktu sahur dan berbuka.
Dosis 3 kali sehari
Jika aturan konsumsi obat adalah 3 kali sehari, maka Mama perlu menerapkan strategi yang tepat agar tidak membatalkan puasa. Mama bisa berkonsultasi kepada dokter untuk mengganti jenis obat dengan tipe long-acting formula, yang di mana bisa memberikan efek dengan durasi yang lebih panjang sehingga frekuensi konsumsi obat bisa dikurangi.
Namun jika tak bisa diganti, Mama bisa menerapkan strategi manajemen waktu minum obat, yaitu mengonsumsi obat tepat pada waktu berbuka, malam hari sekitar jam 23.00, dan waktu sahur.
Dosis 4 kali sehari
Obat yang harus diminum sebanyak 4 kali dalam sehari juga perlu dikonsultasikan dulu dengan dokter. Mama bisa meminta dokter untuk mengganti obat long-acting formula. Namun jika tidak dapat diganti, Mama bisa menerapkan strategi yang hampir sama seperti sebelumnya.
Konsumsi obat bisa dilakukan saat berbuka puasa, malam hari sekitar pukul 22.00, dini hari sekitar pukul 01.00, dan waktu sahur.
Obat berdasarkan waktu makan
Terdapat jenis obat yang harus dikonsumsi sebelum dan sesudah makan. Jika obat harus dikonsumsi sebelum makan, maka Mama bisa meminumnya 30 menit sebelum sahur dan sebelum makan besar ketika berbuka.
Sementara obat setelah makan bisa diminum 10 menit setelah makan besar. Jika Mama menerapkan jadwal konsumsi obat tengah malam, maka usahakan mengisi perut dengan roti atau makanan lain.