Popmama.com/Krisnaji Iswandani
Seperti sudah menjadi tren yang tiap tahunnya terus menjadi perbincangan, tak sedikit orang justru menyamakan resolusi mereka dengan tujuan orang lain. Hal ini sebaiknya dihindari ya, Ma.
Pasalnya, setiap orang memiliki kondisi yang berbeda dan pencapaian yang ingin diraih pun tidak bisa disama ratakan agar resolusi yang dibuat bisa lebih realistis dan mudah dicapai.
Tak apa kok jika memang ingin mencari inspirasi dari resolusi orang lain, tapi pastikan sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kita masing-masing ya, Ma.
"Jangan mengikuti orang lain karena sebenarnya itu akan membuat kita jadi tidak mempunyai tujuan sendiri. Mengikuti resolusi orang lain juga akan lebih mudah menurunkan motivasi, motivasi jadi gampang hancur," ungkap Anna Deasyana.
Hal tak kalah penting lainnya dalam membuat resolusi agar tidak menjadi resolusi berulang adalah menghindari resolusi tanpa tahu tujuan yang pasti. Penting juga untuk menikmati dan memahami setiap proses yang ingin dicapai sampai akhir tujuan nanti.
"Kita sering kali mudah meremehkan diri sendiri dengan berkata belum mencapai apa-apa. Padahal, kalau lihat ke belakang, sudah banyak hal-hal kecil yang kita lakukan demi mencapai resolusi tetapi kurang dinotice," kata Anna Deasyana.
"Jadi, mulai sekarang ayo perhatikan hal-hal kecil karena hal kecil itu bisa menjadi tenaga kita buat membangun resolusi. Kalau motivasi lagi turun, maka hal kecil tersebut bisa jadi pembangkit semangat buat menjalankan resolusi di sisa periode yang ada," sambungnya.
Itulah fakta di balik resolusi yang selalu berulang setiap tahun menurut penjelasan psikolog. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa resolusi yang terjadi berulang perlu adanya evaluasi mendalam agar bisa diperbaiki, sehingga menjadi lebih realistis dan mudah dicapai.
Jika Mama masih bingung apakah resolusi itu penting atau tidak, dan bagaimana cara membuat resolusi agar lebih pasti, yuk cari tahu informasi selengkapnya dalam Popmama Talk edisi Januari 2024 di bawah ini:
PODCAST POPMAMA TALK EP.7 - Anna Deasyana, M. Psi., Psikolog - Amanasa Indonesia
Editor in Chief - Sandra Ratnasari
Senior Editor - Novy Agrina
Editor - Onic Metheany
Host - Wahyuni Sahara
Content Writer - Putri Syifa Nurfadilah, Sania Chandra Nurfitriana & Ninda Anisya
Internship - Dewi Hanifah
Social Media - Irma Erdiyanti & Hashifah Dzati
Design - Aristika Medinasari
Photographer - Krisnaji Iswandani
Videographer - Krisnaji Iswandani & Hari Firmanto
Stylist - Putri Syifa Nurfadilah
Makeup Artist - Putri Syifa Nurfadilah
Wardrobe - PWP (plat with pattero)