Distributor HP Ilegal Tertangkap, Waspada Beli Smartphone Black Market

Hp ilegal punya harga yang murah, tapi juga memilki sederet risiko yang harus ditanggung ke depannya

28 Juli 2020

Distributor HP Ilegal Tertangkap, Waspada Beli Smartphone Black Market
Pexels/Adrianna Calvo

Bea Cukai Kanwil (Kantor Wilayah) DKI Jakarta menemukan dugaan pelanggaran perdagangan smartphone ilegal milik salah satu distributor Hp yang kerap meng-endorse para artis, PS Store. Pemilik toko tersebut sudah menjadi tersangka oleh pihak berwajib.

Tersangka dituntut atas Pasar 103 huruf d, UU Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan. Ia dituntut karena memperjualbelikan barang yang tidak terdaftar di Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.

Kini, pemilik toko ditetapkan sebagai tahanan kota karena bersedia memberi jaminan potensi kerugian negara atas usahanya. Ketika ditetapkan sebagai tersangka, Bea Cukai Kanwil DKI Jakarta juga menyita 190 handphone bekas berbagai merk dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp61.3 juta.

Memiliki ponsel ilegal atau istilahnya black market memang punya sederet keunggulan. Salah satunya adalah berharga sangat murah. Namun, keunggulan tersebut harus ditebus beberapa risiko yang akan ditemui ke depan.

Lantas bagaimana cara menghindari agar Mama atau Papa tidak tertipu membeli Hp ilegal? Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

Editors' Picks

1. Kode IMEI tidak terdaftar, berpotensi diblokir pemerintah

1. Kode IMEI tidak terdaftar, berpotensi diblokir pemerintah
Pexels/Tyler Lastovich

Pemerintah sudah memblokir smartphone ilegal lewat pemindaian nomor IMEI, sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 11 Tahun 2019 yang sudah disahkan.

Setelah peraturan ini berlaku, smartphone dengan nomor IMEI yang tidak terdaftar di pemerintah akan diblokir layangan jaringan seluler oleh operator. Pemblokiran layanan ini berlaku untuk ponsel black market yang baru diaktifkan ketika tanggal 18 April 2020 dan sesudahnya.

Bagaimana cara mengecek nomor IMEI?

Mama atau Papa bisa mengecek keabsahan nomor IMEI melalui website khusus Kementerian Perindustrian.

  • Akses imei.kemenperin.go.id
  • Masukkan nomor IMEI yang Mama lihat lewat kardus ponsel, melalui pengaturan smartphone (buka Pengaturan, kemudian klik Tentang Ponsel/About) dan menggunakan USSD (dengan melakukan panggilan *#06# dan secara otomatis nomor IMEI akan muncul).
  • Setelah menginput nomor IMEI, informasi legalitas smartphone akan muncul
  • Jika tidak terdapat data, maka nomor IMEI kamu belum terdaftar

2. Tidak mendapat garansi resmi dari produsen

2. Tidak mendapat garansi resmi dari produsen
Freepik

Biasanya handphone ilegal ini tidak memiliki garansi resmi dari produsen pembuat smartphone atau distributor resmi di negara tersebut.

Misalnya, ketika Mama membeli ponsel iPhone maka tidak akan mendapatkan garansi resmi dari Apple. Namun, untuk mengakali pembeli biasanya distributor smartphone ilegal hanya menyediakan garansi toko. Hati-hati dengan iming-iming ini ya, karena garansi toko berbeda dengan garansi resmi.

Perbedaan garansi toko dan garansi resmi

  • Garansi toko bukan berarti ponsel tersebut tidak asli. Hanya saja ketika mengalami masalah maka Mama tidak bisa mengklaim langsung ke produsen, pemegang merek atau mitra resmi prosuden. Mama hanya bisa mengklaim smartphone-nya ke toko tempat membeli handphone tersebut.
  • Garansi resmi yakni jaminan yang diberikan oleh produsen atau pemegang merek. Selain itu, bisa juga garansi terhadap smartphone diberikan dari distributor resmi di Indonesia.

3. Cara membedakan smartphone resmi dengan ilegal

3. Cara membedakan smartphone resmi ilegal
Freepik/drobotdean

Sebelum membeli handphone terbaru, ada beberapa cara yang bisa Mama ketahui untuk bisa mengetahui perbedaan handphone resmi dan ilegal. Memang, perbedaan antara keduanya masih samar, tapi masih tetap bisa dibedakan.

Salah satunya bisa dilihat dari tampilan fisik maupun software yang sudah terinstal. Dari segi fisik Mama bisa melihat berbagai ciri secara langsung lho.

Berikut adalah beberapa ciri-cirinya:

  • Harga terlampau murah dari pasaran smartphone sejenis
  • Tidak menyediakan garansi resmi dari produsen (sehingga ketika ada masalah tidak memiliki jaminan pasti)
  • Nomor IMEI di kardus dan di dalam smartphone sama
  • Mengecek distributor resmi yang terdaftar

Itulah tadi beberapa fakta terkait smartphone black market yang wajib Mama waspadai. Ingat, memang harga murah sangat menggiurkan. Namun, harus mempertimbangkan berbagai risiko yang bisa datang ke depannya. Lebih baik membeli smartphone resmi di toko kepercayaan Mama ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.