Duh, Hampir 15,1% Anak di Jawa Barat Menderita Kurang Gizi

Bukan hanya itu, Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia meningkat

25 November 2020

Duh, Hampir 15,1% Anak Jawa Barat Menderita Kurang Gizi
Pexels/ROMAN ODINTSOV

Pada tanggal 17 November 2020 lalu, dalam rangka memperingati momen Hari Kesehatan Nasional, Frisian Flag Indonesia (FFI) bersama PERGIZI PANGAN Indonesia menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Jawa Barat, menyelenggarakan kegiatan webinar #IndonesiaSIAP (Sadar Gizi, Inisiatif, Aktif dan Peduli).

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang di masa adaptasi new normal. 

Pembicara dalam acara ini diisi oleh Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, Pengurus PERGIZI PANGAN Indonesia, DR. dr. Lucy Widasari., M.Si, serta Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti, MH.Kes, SpDLP.

Lalu, acara ini juga diawali dengan sambutan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. Berli Hamdani Gelung Sakti, MPPM, dan Ketua Umum TP PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya.

Kali ini, Popmama.com berkesempatan untuk menyampaikan dokumentasi acara tersebut.

Editors' Picks

Permasalahan Gizi dan Tingginya Angka Stunting Masih Jadi Tantangan Masyarakat di Jawa Barat

Permasalahan Gizi Tinggi Angka Stunting Masih Jadi Tantangan Masyarakat Jawa Barat
Pixabay/nonperson

Dalam webinar #IndonesiaSIAP dr. Siska Gerfianti mengatakan bahwa masalah kekurangan gizi dan stunting masing menjadi tantangan pada keluarga di Jawa Barat.

Jumlah penderita gizi kurang di Jawa Barat mencapai 15,1%, sedangkan angka prevalensi stunting sebesar 29,2% mendekati angka prevalensi nasional yaitu 30,8%.

Hal ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi tapi juga perilaku dan kebiasaan masyarakat menjadi penyebab masalah gizi dan stunting masih terjadi.

Berbagai upaya untuk mengurangi permasalahan ini telah dilakukan, diantaranya melaksanakan pendampingan kesehatan maternal neonatal dan bimtek, intervensi balita stunting dengan memp

Selain itu, memperhatikan tumbuh kembang anak serta memastikan gizi seimbang selama masa pertumbuhan terpenuhi juga telah diupayakan.

Pemenuhan Gizi Seimbang Bagi Wanita Usia Subur (WUS) dan Calon Ibu Hamil

Pemenuhan Gizi Seimbang Bagi Wanita Usia Subur (WUS) Calon Ibu Hamil
Pexels/Garon Piceli

Tidak hanya memperhatikan pemenuhan gizi pada fase pertumbuhan anak. Pemenuhan gizi seimbang juga perlu diperhatikan pada Wanita Usia Subur (WUS).

Hal ini disampaikan oleh dr. Lucy Widasari bahwa pencegahan berat badan bayi lahir rendah dan stunting  sebaiknya dilakukan dengan mempersiapkan diri sejak masa prakonsepsi, yaitu periode sebelum perempuan mengalami kehamilan.

Dalam berbagai studi menunjukkan bahwa dengan memenuhi kebutuhan gizi sejak masa prakonsepsi pada perempuan maka akan memberikan dampak positif bagi kesehatan ibu dan anak.

Berdasarkan data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia meningkat dari 37,1% pada 2013, menjadi sebesar 48,9%. 

Melihat hal tersebut, menggencarkan edukasi, intervensi dan pemenuhan gizi berkualitas baik pada remaja, ibu hamil, dan fase periode kritis pertumbuhan (1000 Hari Pertama Kehidupan) menjadi sebuah hal yang harus dilakukan.

Pentingnya Asupan Gizi Seimbang untuk Mengatasi Permasalahan Kesehatan di Situasi Pandemi

Penting Asupan Gizi Seimbang Mengatasi Permasalahan Kesehatan Situasi Pandemi
Freepik/Jcomp

Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS mengatakan bahwa pemenuhan gizi di tengah isu pandemi saat ini sangat penting untuk menjaga kesehatan keluarga. 

Pemenuhan protein hewani yang berkualitas salah satunya susu, memiliki asam amino yang lengkap dan berperan penting pada masa kehamilan dan pertumbuhan anak setelah masa ASI eksklusif, serta meningkatkan sistem imunitas. 

Asam amino lengkap disertai asam lemak dan penambahan asam folat, vitami A, vitamin D, zink, zat besi, B kompleks pada susu akan memiliki manfaat penting bagi ibu dan bagi pertumbuhan perkembangan janin dan mendukung proses metabolisme tubuh.

Tak kalah penting, asam folat yang terkandung berfungsi membentuk sel darah merah, serta membangun sel-sel dalam tubuh, sehingga bermanfaat dalam mencegah permasalahan anemia yang kerap muncul pada ibu hamil dan anak.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.