Melihat Penanganan Covid-19 di Jepang yang Menuju New Normal

Jepang terkenal dengan kedisiplinannya yang tinggi

16 Juni 2020

Melihat Penanganan Covid-19 Jepang Menuju New Normal
en.as.com

Jepang dinilai sebagai negara dengan tingkat kedisiplinannya yang tinggi. Mulai dari membuang sampah hingga budaya mengantri yang tertib.

Akan tetapi, dalam penanganan kasus Covid-19 ini Jepang memiliki cara yang unik dalam mendisiplinkan masyarakatnya.

Berdasarkan konstitusi, negara wajib melindungi kebebasan individu. Namun sayangnya tidak tertulis pengecualian saat kondisi darurat.

Akibatnya, masih banyak masyarakat, terutama anak muda, yang tidak mendengarkan himbauan pemerintah untuk tidak bepergian ke luar rumah. Perkantoran pun banyak yang tidak menerapkan bekerja di rumah untuk para karyawannya.

Kira-kira bagaimana cara pemerintah Jepang dalam mengatasi masalah ini?

Simak rangkuman dari Popmama.com seputar penanganan Covid-19 di Jepang.

Meningkatkan Status Keadaan Darurat secara Nasional

Meningkatkan Status Keadaan Darurat secara Nasional
globaltimes.cn

Melihat masih banyaknya warga yang berkeliaran di luar rumah, pemerintah Jepang mengeluarkan status darurat secara nasional. Ternyata cara ini memiliki dampak yang signifikan.

Setelah menetapkan status darurat, pemerintah mengeluarkan himbauan untuk tidak keluar kota.

Hal ini membuat arus transportasi umum menurun drastis.

Jumlah penumpang kereta Shinkansen pun mengalami penurunan hingga 98 persen dari tahun sebelumnya.

Editors' Picks

Membuat Himbauan untuk Menghindari 3Cs

Membuat Himbauan Menghindari 3Cs
Twitter/@JPN_PMO

Jika di Indonesia dan beberapa negara lain menghimbau masyarakatnya dengan social distancing, Jepang menggunakan istilah yang mudah dipahami warganya.

Pemerintah Jepang gencar mensosialisasikan istilah 3Cs yang merupakan singkatan dalam bahasa Inggris, yaitu Closed spaces (ruang tertutup), Crowded places (tempat keramaian), dan Close-contact settings (berbicara dengan jarak dekat).

Adanya sosialisasi dengan istilah ini, warga menjadi tahu tempat mana saja yang harus dihindari dan yang bisa dikunjungi.

Kebiasaan Warga Jepang yang Ternyata Dapat Mencegah Penularan Covid-19

Kebiasaan Warga Jepang Ternyata Dapat Mencegah Penularan Covid-19
theconversation.com

Sebelum Covid-19 mewabah di Jepang, ternyata masyarakat Jepang telah memiliki kebiasaan yang dapat mencegah penularan.

Masyarakat Jepang sudah terbiasa menggunakan masker untuk mencegah penularan influenza saat musim dingin. Begitupun saat musim semi untuk mencegah hayfever, yaitu alergi akibat serbuk bunga.

Sehingga sebelum adanya Covid-19 ini, warga Jepang sudah terbiasa memakai masker walaupun dirinya tidak sakit.

Lalu, kebiasaan untuk rajin mencuci tangan sudah ditanamkan pada anak-anak TK dan SD. Perilaku ini sudah ditanamkan sejak dini untuk membentuk kebiasaan hidup bersih. Ajaran mencuci tangan pun tidak hanya telapak tapi juga hingga ke sela-sela jari.

Kebiasaan masyarakat Jepang lainnya adalah mereka terbiasa tidak berjabat tangan atau berpelukan saat menyapa orang lain.

Budaya masyarakat Jepang sewaktu menyapa adalah membungkukkan badan. Budaya ini tentu sangat berkaitan dengan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 yang WHO berikan.

Upaya Pemerintah Jepang dalam Memberlakukan New Normal dengan 3 Tahap

Upaya Pemerintah Jepang dalam Memberlakukan New Normal 3 Tahap
dailysabah.com

Dengan upaya-upaya yang telah dilakukan, pemerintah Jepang mulai menerapkan new normal di beberapa daerah.

Untuk daerah Tokyo sendiri penetapan new normal berdasarkan data dengan membuat 3 tahapan.

Tahap pertama, dibukanya tempat olahraga outdoor, institusi pendidikan, dan tempat kebudayaan. Diperbolehkan mengadakan acara di bawah 50 orang.

Tahap kedua, dibukanya tempat yang tidak pernah terdapat kasus Covid-19 sebelumnya dan dapat menghindari 3Cs. Diperbolehkan mengadakan acara dengan peserta di bawah 100 orang. Saat ini Tokyo tengah berada di tahap ini.

Tahap ketiga, mulai membuka tempat yang pernah terjadi kasus Covid-19 tapi risiko 3Cs rendah, seperti tempat hiburan, cafe, dan game center. Tempat ini diperbolehkan mengadakan acara dengan peserta di bawah 100 orang.

Untuk menaikkan status ke tahap-tahap berikutnya, pemerintah Jepang memberikan indeks yang harus dipenuhi, yaitu jumlah kasus baru kurang dari 20 per hari, persentase kasus yang tidak diketahui rute penularannya kurang dari 50%,  dan jumlah kenaikan positif per minggunya kurang dari 1.

Apabila ada satu atau dua indeks yang tidak terpenuhi maka pemerintah akan memberikan peringatan kepada warganya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.