Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
ilustrasi orang berjalan
Pexels/Brett Sayles

Intinya sih...

  • Cara berjalan yang melambat, langkah pendek, sering tersandung, atau keseimbangan menurun dapat menjadi tanda awal gangguan fungsi otak, bukan sekadar faktor kelelahan atau kurang olahraga.

  • Gangguan kesadaran spasial seperti sering menabrak benda, salah menilai jarak, atau bingung di tempat familiar bisa mengindikasikan masalah pada area otak yang mengatur orientasi ruang.

  • Gejala motorik kerap disertai gangguan bahasa, seperti sulit menemukan kata atau bicara terputus-putus. Kombinasi ini menjadi sinyal penting untuk segera melakukan evaluasi medis.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Gangguan otak seperti demensia umumnya dikaitkan dengan usia lanjut. Namun, para ahli menegaskan bahwa tanda-tandanya bisa muncul jauh lebih awal, bahkan sejak usia 30-an. Menariknya, gejala awal ini tidak selalu berupa lupa berat, tetapi bisa terlihat dari perubahan cara seseorang berjalan dan bergerak.

Cara berjalan melibatkan kerja sama otak, saraf, otot, dan keseimbangan tubuh. Ketika ada gangguan pada fungsi otak, pola gerak tubuh bisa ikut berubah. Berikut beberapa tanda yang patut diwaspadai.

Berikut Popmama.com rangkum gejala gangguan otak di usia muda dilihat dari cara berjalan.

1. Perubahan gaya berjalan dan kecepatan langkah

Pexels/cottonbro studio

Salah satu tanda awal gangguan otak adalah perubahan pada gait atau pola berjalan. Langkah bisa menjadi lebih pendek, terasa menyeret, atau kecepatan berjalan melambat tanpa sebab yang jelas. 

Penelitian tahun 2024 berjudul “Gait Parameters Change can be an Early Marker of Cognitive Impairment”, menunjukkan perubahan pola jalan dapat berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif, bahkan sebelum demensia terdiagnosis secara klinis.

Perubahan ini terjadi karena otak berperan besar dalam mengatur ritme, keseimbangan, dan koordinasi gerakan. Ketika bagian otak yang mengatur fungsi eksekutif dan motorik mulai terganggu, tubuh tidak lagi bergerak seefisien biasanya. Jika perubahan cara berjalan muncul bersamaan dengan keluhan mudah lupa atau sulit fokus, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan.

2. Gangguan keseimbangan dan lebih mudah jatuh

Pexels/Yulia Pashova

Gangguan otak juga bisa membuat seseorang lebih sering kehilangan keseimbangan, mudah tersandung, atau merasa goyah saat berdiri. Masalah ini bukan sekadar “kurang hati-hati”, tetapi bisa berkaitan dengan gangguan pada sistem saraf yang mengatur posisi tubuh dan orientasi ruang. 

Kondisi seperti ini sering ditemukan pada gangguan neurologis, termasuk beberapa jenis demensia dan penyakit Parkinson.

Ketika otak kesulitan memproses informasi dari mata, telinga bagian dalam, dan sendi, koordinasi tubuh terganggu. Akibatnya, risiko jatuh meningkat. Pada usia muda, keluhan sering jatuh tanpa sebab jelas perlu diperiksa lebih lanjut, terutama jika disertai perubahan perilaku atau fungsi berpikir.

3. Penurunan ketangkasan dan mobilitas tubuh

Pexels/Siarhei Nester

Tanda lain yang sering luput disadari adalah menurunnya kelincahan tubuh. Dari jurnal “Gait Parameters Change can be an Early Marker of Cognitive Impairment”, aktivitas seperti berbalik arah, naik tangga, atau berjalan cepat bisa terasa lebih sulit dari biasanya.

Studi itu menunjukkan penurunan performa fisik dan mobilitas dapat berkaitan dengan penurunan fungsi otak, khususnya pada tahap awal gangguan kognitif.

Hal ini terjadi karena otak tidak hanya mengatur pikiran, tetapi juga perencanaan gerak. Saat fungsi ini terganggu, tubuh jadi lebih lambat merespons. Jika seseorang yang sebelumnya aktif tiba-tiba tampak kaku, lamban, atau mudah lelah saat bergerak, kondisi ini patut menjadi perhatian medis.

4. Muncul gerakan tidak terkendali atau kekakuan otot

Pexels/Ali Kazal

Beberapa gangguan otak, seperti demensia Lewy body atau Parkinson, juga dikaitkan dengan masalah gerakan. Gejalanya bisa berupa tangan gemetar (tremor), otot terasa kaku, gerakan melambat, atau ekspresi wajah yang tampak lebih kaku. Perubahan ini sering muncul bersamaan dengan gangguan berjalan.

Gangguan gerak ini terjadi karena kerusakan pada area otak yang mengatur kontrol motorik. Kombinasi antara perubahan gaya berjalan, kekakuan, dan tremor dapat menjadi petunjuk penting adanya gangguan neurologis. Evaluasi dokter saraf sangat disarankan bila gejala ini muncul, meski usia masih tergolong muda.

5. Disertai gangguan spasial dan kemampuan berbahasa

Pexels/nataliia-zhytnytska

Selain gerakan, gangguan otak juga dapat memengaruhi kesadaran spasial, yaitu kemampuan menilai jarak dan posisi benda. Seseorang bisa lebih sering menabrak benda, salah memperkirakan jarak, atau merasa bingung di tempat yang sebenarnya sudah familiar. Kondisi ini sering dilaporkan pada beberapa jenis demensia.

Tak jarang, gejala motorik ini disertai gangguan bahasa seperti bicara terputus-putus, sulit menemukan kata, atau cenderung menghindari percakapan. Kombinasi perubahan gerak dan komunikasi menjadi sinyal kuat perlunya pemeriksaan lebih lanjut untuk menilai fungsi otak secara menyeluruh.

Itulah tadi informasi mengenai gejala gangguan otak di usia muda dilihat dari cara berjalan. Semoga membantu!

Editorial Team