7 Gejala Gangguan Hormon pada Perempuan yang Perlu Diwaspadai

- Siklus menstruasi tidak teratur dapat menjadi tanda gangguan hormon pada perempuan
- Mudah lelah, suasana hati berubah, dan perubahan berat badan juga bisa menjadi gejala gangguan hormon
- Masalah pada kulit dan rambut, gangguan tidur, penurunan gairah seksual, dan gangguan pencernaan juga perlu diwaspadai
Hormon berperan penting dalam mengatur berbagai fungsi tubuh perempuan, mulai dari siklus menstruasi, suasana hati, hingga metabolisme.
Ketika keseimbangan hormon terganggu, tubuh biasanya akan memberikan sinyal tertentu yang kerap dianggap sebagai hal biasa.
Padahal, perubahan tersebut bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami gangguan hormon yang perlu diperhatikan.
Mengenali gejalanya sejak dini, Mama bisa lebih peka terhadap kondisi tubuh dan mengambil langkah yang tepat.
Berikut Popmama.com menjelaskan sejumlah gejala gangguan hormon pada perempuan yang perlu diwaspadai. Yuk simak berikut ini.
Table of Content
1. Siklus menstruasi tidak teratur

Salah satu tanda gangguan hormon yang paling umum dialami perempuan adalah perubahan pada siklus menstruasi.
Periode haid ini bisa datang lebih cepat, lebih lambat, atau bahkan tidak datang selama beberapa bulan.
Menurut Dr. Muibat Adeniran yang merupakan dokter kandungan, perubahan kadar hormon selama siklus menstruasi dan masa perimenopause dapat berpengaruh terhadap ketidakseimbangan hormon, yang kemudian memicu berbagai gejala pada perempuan, termasuk gangguan siklus haid dan perubahan mood.
Selain itu, durasi menstruasi yang lebih panjang atau lebih singkat dari biasanya, serta nyeri haid yang terasa lebih berat, juga dapat menjadi sinyal adanya ketidakseimbangan hormon dalam tubuh mama.
2. Mudah lelah dan suasana hati berubah

Gangguan hormon juga dapat memengaruhi tingkat energi dan kondisi emosional. Mama mungkin merasa cepat lelah meski tidak melakukan aktivitas berat.
Selain itu, suasana hati bisa menjadi lebih mudah berubah, seperti merasa sedih, cemas, atau mudah tersinggung tanpa sebab yang jelas.
Kondisi ini sering kali dianggap sebagai stres biasa, padahal bisa berkaitan dengan perubahan hormon.
3. Perubahan berat badan

Berat badan yang naik atau turun secara tiba-tiba tanpa perubahan pola makan dan aktivitas fisik juga patut diwaspadai.
Ketidakseimbangan hormon tertentu dapat memengaruhi metabolisme tubuh, sehingga Mama merasa lebih sulit mengontrol berat badan dibandingkan sebelumnya.
4. Muncul masalah pada kulit dan rambut

Kondisi masalah pada kulit dan rambut juga dapat mencerminkan kondisi hormon dalam tubuh. Jerawat yang muncul secara tiba-tiba, terutama di area tertentu, rambut rontok yang berlebihan, atau kulit yang terasa lebih kering maupun berminyak dari biasanya bisa menjadi tanda gangguan hormon.
Menurut Nutrition and Nourishment Collective, bahwa ketidakseimbangan hormon androgen berperan dalam perubahan pola rambut pada perempuan, mulai dari kerontokan rambut di kulit kepala hingga pertumbuhan rambut berlebih di wajah atau tubuh, yang kerap ditemukan pada kondisi hormonal tertentu seperti polycystic ovarian syndrome atau PCOS.
5. Mengalami gangguan tidur

Hormon memiliki peran dalam mengatur pola tidur. Ketika keseimbangannya terganggu, Mama mungkin mengalami kesulitan tidur, sering terbangun di malam hari, atau merasa tidur tidak nyenyak.
Jika kondisi ini berlangsung cukup lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya tidak diabaikan.
6. Penurunan gairah seksual

Penurunan minat terhadap aktivitas seksual juga dapat berkaitan dengan gangguan hormon. Selain itu, ketidakseimbangan hormon tertentu bisa menyebabkan ketidaknyamanan saat berhubungan intim, seperti rasa kering atau nyeri, yang tentu dapat memengaruhi kualitas hubungan pasangan.
Melansir dari Everlywell, perubahan kadar estrogen dan testosteron pada perempuan, khususnya selama fase perimenopause dan menopause, diketahui berperan dalam menurunnya gairah seksual sebagai bagian dari perubahan hormonal alami.
7. Mengalami gangguan pencernaan

Ketidakseimbangan hormon, terutama estrogen dan progesteron, juga dapat memengaruhi sistem pencernaan.
Saat kadar hormon tersebut tidak stabil, fungsi usus bisa terganggu sehingga Mama berisiko mengalami keluhan seperti sembelit, diare, atau perut terasa tidak nyaman.
Menurut UNC School of Medicine, bahwa perubahan hormon pada perempuan kerap berkaitan dengan gangguan pencernaan tertentu, termasuk yang muncul menjelang atau selama menstruasi. Kondisi ini sering kali tidak disadari sebagai gejala gangguan hormon karena dianggap berkaitan dengan pola makan semata.
Inilah 7 gejala gangguan hormon yang penting untuk diketahui. Jika berbagai gejala tersebut berlangsung dalam waktu lama, semakin terasa berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, Mama disarankan untuk berkonsultasi ke dokter.
Pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui penyebab pasti dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi tubuh Mama.
Setiap perempuan bisa mengalami perubahan hormon pada fase tertentu dalam hidupnya. Meski begitu, gejala yang muncul tidak sebaiknya dianggap sepele, terutama jika berlangsung terus-menerus.
Mengenali tanda-tanda gangguan hormon lebih awal, Mama dapat lebih sigap dalam menjaga kesehatan tubuh dan mengambil langkah yang tepat sesuai kebutuhan.


















