Sering Gagal Diet? Coba 6 Pola Makan Ini

Diet tidak harus menyiksa tubuh kan, Ma?

1 November 2018

Sering Gagal Diet Coba 6 Pola Makan Ini
Freepik/freephoto

Mama sudah diet sampai lemas, tetapi berat badan masih belum turun juga? Wah, itu artinya ada yang salah dengan cara diet Mama.

Saat ini memang ada banyak jenis-jenis diet yang sedang marak dicoba, namun tidak semuanya aman dicoba lho, Ma.

Diet itu tidak seharusnya menyiksa tubuh, dan tidak boleh membuat Mama lemas.

Sebenarnya inti dari diet adalah mengikis timbunan lemak berlebih dalam tubuh, agar tubuh lebih sehat.

Kalau cara dietnya saja sudah salah, jangan kaget kalau hasilnya bukan ramping yang didapat, melainkan tubuh yang tersiksa.

Untuk itu Popmama.com bertanya pada Alvin Hartanto, Sport Nutritionist, sekaligus penulis Bukan Buku Diet, mengenai tips sukses diet.

Penasaran?

Simak beberapa tips diet suksessukse Alvin berikut ini yuk, Ma.

Makan sebelum lapar

Makan sebelum lapar
Freepik/yanalya

Sadarkah Mama, kalau makan saat lapar sering membuat Mama lupa diri sehingga akhirnya makan lebih banyak? Kalau sudah begini, tubuh bukannya jadi bertenaga, malah jadi lemas dan mengantuk. Akibatnya, aktivitas terhambat dan Mama jadi kurang produktif.

Menurut Alvin, itulah yang dapat terjadi jika Mama makan saat lapar. Untuk Mama yang sedang diet untuk mengurangi lemak di tubuh, maka ia menyarankan untuk makan sebelum lapar.

Makin sedikit tapi sering

Makin sedikit tapi sering
Freepik/freephoto

Menurut Alvin, akan lebih baik untuk makan 5 kali sehari dengan porsi yang lebih kecil, daripada makan 3 kali sehari dengan porsi besar.

Kenapa pola makan seperti itu bisa membantu menyehatkan tubuh ya, Ma? Menurut Alvin, frekuensi makan (asalkan total porsinya sama) akan memberikan hasil yang sama. Namun yang membedakan adalah efeknya untuk tubuh Mama.

Lapar adalah signal tubuh, dan seperti yang dikatakan sebelumnya, makan sebelum lapar tentu akan lebih baik daripada makan setelah lapar. Jika tubuh dipaksakan makan 3 kali sehari (padahal sudah lapar sejak tadi), maka bisa memberikan beberapa dampak negatif bagi buruk, seperti maag dan GERD.

Editors' Picks

Makan 2 jam sebelum tidur

Makan 2 jam sebelum tidur
Freepik/bearfotos

Beberapa orang mungkin sering menghilangkan makan malam, karena dianggap tidak berguna bagi tubuh, dan hanya akan menjadi timbunan lemak saja di dalam tubuh. Ternyata ini salah, Ma.

Menurut Alvin, makan malam itu tidak dilarang, namun sebaiknya dikonsumsi 2 jam sebelum tidur. Dengan kata lain, Mama boleh saja menikmati makan malam jam 21.00, asalkan tidurnya jam 23.00 ya. Ini berguna untuk detoks tubuh juga lho, Ma.

Ketahui batas kebutuhan kalori

Ketahui batas kebutuhan kalori
Freepik/topntp26

Salah satu hal yang sering membuat Mama gagal diet adalah karena terlalu banyak mengonsumsi kalori. Maka, Alvin menyarankan untuk mengetahui batas kebutuhan kalori harian Mama. Bingung bagaimana cara menghitung kebutuhan kalori? Pakai rumus dari Alvin saja, Ma.

-Rumus untuk mengurangi berat badan:

Berat badan x 25

Contoh: Jika berat badan Mama 60kg, maka 60x25=1.500 kalori per hari.

-Rumus untuk menambah berat badan (kalori maintain):

Berat badan x 33

Contoh: Jika berat badan Mama 50kg, maka 50x33=1.650 kalori per hari.

Konsumsi yang natural

Konsumsi natural
Freepik/rawpixel

“Pola makan natural adalah yang berasal dari alam atau hewan,” ujar Alvin saat ditemui PopMama.com di konferensi pers Frisian Flag Milkversation (12/10) di Gran Mahakam Hotel. Maka untuk mensukseskan program penuruan berat badan Mama, sebaiknya Mama mulai mengonsumsi makanan yang natural, ya.

Alvin juga menyarankan untuk menghindari aneka makanan yang terbuat dari tepung, mulai dari mie, roti, hingga cake.

Menghindari tepung ini berlaku untuk makan utama dan juga camilan lho, Ma. Kalau Mama mau menikmati camilan, Alvin menyarankan untuk makan buah-buahan, dairy product (susu, yoghurt), atau makanan yang terbuat dari tepung gandum (oatmeal, roti gandum).

Terapkan konsep 80/20

Terapkan konsep 80/20
Freepik/freephoto

Dalam menjalankan diet, memilih makanan yang sehat, bersih, dan tidak mengandung terlalu banyak kalori memang agak sulit ya, Ma. Terlebih bagi para Mama yang aktivitasnya padat. Duh, kalau sedang deadline, makanan cepat saji mungkin menjadi satu-satunya pilihan paling praktis.

Namun apapun alasan Mama, Alving menyarankan untuk selalu mengingat konsep 80/20. Apa itu? Menurut Alvin, 80 persen dari kalori harian yang Mama konsumsi haruslah yang natural dan bergizi. Sedangkan 20 persen dari kalori harian, boleh makanan yang tidak jelas asal-usulnya.

Selamat menjalan diet dengan sehat, Ma!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.