Pecinta Traveling? Perhatikan 5 Cara Tepat Membersihkan Koper

Koper adalah barang utama untuk penunjang travelling

30 Oktober 2018

Pecinta Traveling Perhatikan 5 Cara Tepat Membersihkan Koper
Groupon.com


Saat traveling, barang apa sih yang menjadi primadona?

Yap, apalagi kalau bukan koper ya Ma? Koper adalah benda penting yang dibutuhkan selagi bepergian jauh.

Kita sangat membutuhkan koper guna menaruh barang-barang yang dibawa selama perjalanan liburan.

Dengan adanya koper, kita akan lebih mudah menata pakaian jadi tidak terlalu kusut.

Kini, ada beberapa jenis koper yang banyak dijual dan harganya pun beragam. 

Namun harga koper tidaklah murah, semakin bagus kualitasnya tentu harganya semakin mahal.

Sayangnya, setelah pulang dari bepergian, koper sering kali dibiarkan begitu saja hingga kotor.

Bahkan tak jarang koper menjadi lecet, roda rusak, dan lain-lain.

Padahal membeli koper tidak murah, maka dari itu kita harus merawatnya.

Pastinya Mama tidak ingin kan koper kesayangan terlihat tidak kotor dan kusam.

Nah, ikutin yuk Ma cara benar merawat koper:

1. Bersihkan koper apabila selesai menggunakannya

1. Bersihkan koper apabila selesai menggunakannya
Rawpixel.com / Freepik

Ma? Sehabis bepergian menggunakan koper, tentunya kondisi koper tak lagi sebagus seperti saat awal membeli.

Ada baiknya, bersihkan koper setiap kali digunakan.

Langkah pertama yang harus Mama lakukan ialah memeriksa kembali bagian-bagian dari koper, seperti roda, trolly, dan kunci kombinasinya apakah masih berfungsi atau tidak.

Apabila ada yang rusak maka sebaiknya segera diperbaiki ya?

Saat ini banyak toko reparasi koper yang bisa dapat membetulkan kerusakan yang terjadi pada koper.

Tapi pastikan juga koper harus benar-benar kosong sebelum membersihkannya.

Periksalah semua saku dan lapisan yang dapat dilepas agar tidak ada barang yang tertinggal.

2. Menghilangkan jamur

2. Menghilangkan jamur
Geargodz / Freepik

Apabila koper sudah lama tidak digunakan, kemungkinan besar bagian dalam koper  ditumbuhi jamur.

Untuk menyingkirkannya, gunakanlah sikat berbulu lembut yang dicelupkan ke dalam larutan pemutih dan air hangat.

Lalu gosok seluruh bagian dalam koper. Selain itu, bersihkan kotoran maupun debu yang juga terdapat di dalam koper dengan pengisap debu.

Pastikan Mama membersihkan semua bagian saku atau lapisan di dalamnya. Oh ya, perhatikan juga kelembapannya.

Jangan lupa untuk masukan silicagel ke dalam koper agar tidak tumbuh jamur.

Editors' Picks

3. Menghilangkan bau

3. Menghilangkan bau
Whatwolf / Freepik

Tak hanya membersihkan kotoran atau debu saja pada kopernya.

Tapi juga harus perhatikan bau yang terhirup dari koper.

Nah, Mama bisa taburkan baking soda di bagian dalam dan luar koper.

Biarkan selama satu jam atau lebih sebelum dibersihkan dengan vacuum cleaner.

Namun jika baunya belum juga hilang, campurkan setengah cangkir perasan air lemon dan setengah cangkir air, lalu semprotkan ke seluruh bagian koper.

Ketika koper dalam keadaan basah atau lembap, maka jemur hingga kering dan tidak terkena paparan sinar matahari langsung.

4. Cucilah lapisan sintesis dan saku yang dapat dilepas

4. Cucilah lapisan sintesis saku dapat dilepas
Pexels/Pixabay

Perhatikan deh, jika label pada koper menandakan bahwa pengguna bisa mencucinya dengan mesin cuci, lakukan sesuai petunjuk.

Tetapi apabila label hilang atau mengatakan bahwa kita harus mencucinya dengan tangan, Mama harus mengambil cara selanjutnya, isi ember dengan air hangat dan sedikit detergen lembut.

Cucilah komponen atau saku yang bisa dilepas dengan tangan dan biarkan kering dengan diangin-anginkan.

Sedangkan untuk koper yang berbahan dasar nilon dan bahan sintetis lainnya, cucilah dengan hati-hati menggunakan waslap lembap dan detergen lembut.

Untuk bagian luar koper terbuat dari bahan kulit, berhati-hatilah agar air tidak menetes di atasnya ya Ma karena berisiko menimbulkan kerusakan pada koper.

5. Menyimpan koper dengan baik

5. Menyimpan koper baik
Freepik

Langkah terakhir agar koper Mama tetap awet dan bersih, usahakan untuk menyimpan koper berbahan polycarbonate dalam posisi berdiri.

Sebaiknya tidak menumpuknya dengan benda-benda lain.

Lebih baik lagi jika koper yang berukuran kecil,  yaitu disimpan di dalam koper yang lebih besar sehingga Mama bisa menghemat tempat.

Kalau koper berbahan kulit, harus disimpan di dalam kantung berbahan katun.

Sedangkan jika koper tidak memiliki rangka, maka masukan isian dari plastik dan kertas bekas untuk menjaga bentuk koper agar tidak berubah. 

Ma, rawatlah koper sebaik mungkin agar sewaktu-waktu kita pakai kembali maka akan tetap layak dan bagus.

Pakaikan cover atau pembungkus koper saat koper sedang dipakai atau disimpan agar debu tidak menempel. Semoga bermanfaat ya, Ma. 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!