Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Bikin Kamar Tetap Sejuk saat Cuaca Panas, Tanpa Menggunakan AC
Pexels/Curtis Adams
  • Menutup jendela dan gorden saat matahari terik membantu membatasi panas masuk, sementara ventilasi lebih efektif dilakukan malam atau dini hari ketika suhu luar lebih rendah.

  • Seprai katun atau linen, selimut tipis, serta penggantian rutin dapat meningkatkan kenyamanan tidur karena bahan alami lebih baik menyerap kelembapan dan mendukung sirkulasi udara.

  • Matikan lampu serta elektronik yang tidak digunakan untuk mengurangi panas tambahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cuaca panas terkadang membuat kamar terasa gerah dan kurang nyaman, terutama ketika suhu meningkat pada siang hingga sore hari. Kondisi ini bisa membuat waktu beristirahat menjadi kurang menyenangkan karena tubuh lebih sulit merasa rileks.

Kamar yang terasa sejuk sebenarnya tidak selalu membutuhkan pendingin ruangan. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi rasa panas, mulai dari mengatur sirkulasi udara hingga memilih perlengkapan kamar yang lebih sesuai.

Dengan sedikit perubahan pada cara menata dan menggunakan kamar, suasana ruangan bisa terasa lebih nyaman meski cuaca sedang panas. Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa cara bikin kamar tetap sejuk saat cuaca panas yang bisa dicoba di rumah.

Yuk, disimak!

Deretan Cara Bikin Kamar Tetap Sejuk saat Cuaca Panas

1. Menutup jendela dan gorden di siang hari

Pexels/Max Vakhtbovych

Saat cuaca sedang panas, sinar matahari yang masuk melalui jendela dapat membuat suhu di dalam kamar ikut meningkat. Terutama jika jendela menghadap langsung ke arah datangnya sinar matahari pada siang hari.

Oleh karena itu, tutup gorden atau tirai ketika matahari mulai terasa terik. Tirai dengan bahan yang lebih tebal atau memiliki kemampuan menghalangi cahaya dapat membantu mengurangi panas yang masuk melalui kaca jendela.

Kalau memungkinkan, gunakan juga tirai berwarna terang atau lapisan peneduh di bagian luar jendela. Cara ini dapat membantu kamar terasa lebih nyaman tanpa harus terus-menerus mengandalkan pendingin ruangan.

2. Mengganti seprai dengan bahan yang lebih adem

Pexels/Lisa Anna

Pemilihan seprai ternyata bisa memengaruhi kenyamanan ketika tidur di tengah cuaca panas. Bahan sintetis seperti poliester dapat terasa kurang nyaman bagi sebagian orang karena cenderung kurang menyerap kelembapan dibandingkan bahan alami.

Untuk mendapatkan sensasi tidur yang lebih adem, pilih seprai berbahan katun atau linen. Kedua material tersebut dikenal memiliki kemampuan menyerap kelembapan dan sirkulasi udara yang baik, sehingga terasa lebih nyaman ketika tubuh berkeringat.

Selain mengganti seprai, jangan lupa mencuci dan menggantinya secara rutin. Pilih juga selimut yang tipis dan ringan agar tempat tidur tidak terasa terlalu panas ketika digunakan pada malam hari.

3. Mematikan lampu dan elektronik yang tidak digunakan

Pexels/Juan Pablo Serrano

Beberapa peralatan elektronik menghasilkan panas ketika sedang digunakan. Lampu pijar, misalnya, mengubah sebagian besar energi listriknya menjadi panas, sehingga dapat ikut menambah beban panas di dalam kamar.

Saat siang hari, manfaatkan cahaya alami jika kondisi memungkinkan, sehingga lampu tidak perlu dinyalakan. Pada malam hari, matikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak sedang digunakan untuk membantu mengurangi sumber panas tambahan di kamar.

Perangkat seperti televisi, komputer, atau konsol game juga sebaiknya dimatikan setelah selesai digunakan. Tidak perlu mencabut semua perangkat secara rutin, tetapi hindari membiarkan perangkat yang menghasilkan panas tetap menyala tanpa kebutuhan.

4. Memaksimalkan kipas angin dan es batu

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI

Kipas angin memang tidak menurunkan suhu udara seperti AC, tetapi aliran udara yang dihasilkan dapat membantu keringat menguap lebih cepat sehingga tubuh terasa lebih sejuk. Posisikan kipas agar udara bergerak ke arah tubuh atau menyebar ke seluruh kamar sesuai kebutuhan.

Mama juga bisa mencoba trik sederhana dengan meletakkan wadah berisi es di depan kipas. Udara yang melewati area dingin tersebut dapat terasa lebih sejuk untuk sementara, meski efeknya terbatas dan tidak sama seperti menggunakan AC.

Pada malam hari ketika suhu luar sudah lebih rendah, arahkan kipas ke jendela yang terbuka untuk membantu mendorong udara panas keluar. Pastikan posisi kipas dan jendela aman serta tidak mengganggu sirkulasi udara di kamar.

5. Mengatur waktu ventilasi udara

Pexels/Mo Eid

Tidak semua waktu cocok untuk membuka jendela ketika cuaca sedang panas. Pada siang hari, udara di luar bisa lebih panas daripada udara di dalam kamarsehingga membuka jendela justru dapat membuat panas masuk.

Salah satu waktu yang bisa dimanfaatkan adalah malam hari atau dini hari ketika suhu udara biasanya sudah lebih rendah. Buka jendela dan pintu kamar jika memungkinkan agar terjadi pertukaran udara dan udara yang lebih sejuk dapat masuk.

Ketika pagi mulai terasa panas dan sinar matahari semakin terik, tutup kembali jendela serta gorden. Dengan begitu, udara sejuk yang sudah terkumpul di dalam kamar dapat dipertahankan lebih lama.

Cuaca panas bukan berarti kamar harus selalu terasa gerah. Dengan beberapa kebiasaan sederhana seperti menutup gorden saat matahari terik, memilih seprai yang lebih adem, hingga mengatur waktu membuka jendela, suasana kamar bisa terasa lebih nyaman.

Bisa juga mengurangi sumber panas dari lampu dan elektronik serta memaksimalkan kipas angin sesuai kebutuhan. Cara-cara sederhana ini dapat membantu kamar terasa lebih sejuk sekaligus membuat waktu beristirahat menjadi lebih menyenangkan.

Itulah cara bikin kamar tetap sejuk saat cuaca panas yang bisa dicoba di rumah. Semoga bisa membantu, ya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article