Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Terungkap, 5 Fakta Masalah Properti Sarwendah dan Ruben Onsu di Cilandak
Youtube.com/curhatbang
  • Sarwendah mengungkap rumah Cilandak yang telah ditinggalkan masih memiliki tanggungan bank bernilai besar, setelah sertifikatnya dijaminkan untuk membiayai pembangunan.

  • Pembangunan rumah sempat mandek, lalu Sarwendah dan papanya menggunakan dana pribadi untuk melanjutkan serta menyelesaikan sisa pekerjaan.

  • Sarwendah mengaku kalau fasilitas lift di rumahnya merupakan permintaan anak-anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Persoalan rumah Sarwendah dan Ruben Onsu kembali menjadi perhatian setelah Sarwendah membahasnya dalam podcast Curhat Bang bersama Denny Sumargo. Dalam kesempatan tersebut, Sarwendah menceritakan kondisi rumah di kawasan Cilandak yang kini sudah ditinggalkan, termasuk soal tanggungan di bank dan proses pembangunan rumah yang sempat terhenti.

Sarwendah juga mengungkap bahwa pembangunan rumah tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus. Ia bersama sang papa kemudian ikut melanjutkan pembangunan setelah prosesnya sempat mandek, sementara berbagai pengeluaran untuk rumah tersebut hingga kini masih dalam proses perhitungan.

Dalam artikel ini, Popmama.com telah merangkum beberapa fakta masalah properti Sarwendah dan Ruben Onsu di Cilandak. Fakta-fakta ini mulai dari tanggungan bank hingga biaya pembangunan yang mencapai angka fantastis.

Yuk, simak selengkapnya!

1. Rumah yang ditinggalkan masih memiliki tanggungan bank

Youtube.com/curhatbang

Sarwendah mengungkapkan bahwa rumah di kawasan Cilandak yang kini sudah ditinggalkan ternyata masih memiliki tanggungan di bank. Ia menyebut nominal tanggungan tersebut cukup besar dan menjadi salah satu persoalan yang masih harus diperhitungkan.

“Rumah yang sekarang ditinggalkan ini, itu masih ada tanggungan di bank. Nominalnya juga fantastis. Menurut aku ini nominalnya banyak,” ujar Sarwendah.

Pengakuan tersebut disampaikan Sarwendah saat membahas kondisi rumah yang sebelumnya ia tempati bersama keluarga. Ia pun menyinggung besarnya nominal yang masih menjadi tanggungan terkait rumah tersebut.

2. Sertifikat rumah sempat dijaminkan ke bank

Youtube.com/curhatbang

Rumah di Cilandak tersebut diketahui sudah dibangun dan dalam prosesnya terdapat sertifikat yang dijadikan jaminan ke bank. Sarwendah menjelaskan bahwa sertifikat tersebut digunakan sebagai bagian dari pembiayaan pembangunan rumah.

“Jadi dia bilang (Ruben) sertifikatnya dijaminkan ya untuk biaya bangun rumah,” kata Sarwendah.

Penjelasan ini menjadi salah satu hal yang dibahas Sarwendah ketika menceritakan persoalan terkait rumah tersebut. Ia menyampaikan informasi tersebut dalam konteks pembahasan mengenai biaya pembangunan rumah yang sebelumnya mereka jalani.

3. Pembangunan rumah dilanjutkan Sarwendah dan papanya

Youtube.com/curhatbang

Proses pembangunan rumah di Cilandak sempat mengalami kendala hingga akhirnya berhenti atau mandek. Dalam kondisi tersebut, papanya Sarwendah kemudian menyampaikan keinginannya untuk tetap melanjutkan pembangunan rumah tersebut.

Sarwendah akhirnya ikut menggunakan dana dari sang papa dan dirinya untuk menyelesaikan sisa pembangunan. Ia juga sempat menekankan pentingnya bersikap profesional apabila pembangunan memang sudah tidak dapat dilanjutkan.

“Akhirnya pakai uang papa aku, papa aku bilang santai, tenang gitu terus. Tapi aku bilang ini harus profesional gitu, ya kalau misalkan udah mandek ya udah. Sisanya pakai uang papa sama aku,” ujar Sarwendah.

4. Sarwendah masih menghitung total pengeluaran rumah

Youtube.com/curhatbang

Selain membahas tanggungan bank, Sarwendah mengaku masih menghitung keseluruhan biaya yang telah dikeluarkan untuk rumah tersebut. Perhitungan itu belum selesai, tetapi ia menyebut angka sementara yang sudah diketahui mencapai sekitar Rp20 miliar.

Sarwendah juga menegaskan bahwa nominal tersebut bukan angka yang asal disebutkan. Ia masih melakukan penghitungan agar mengetahui secara pasti berapa banyak biaya yang telah dikeluarkan untuk rumah di Cilandak tersebut.

“Aku lagi hitung juga, belum selesai ngitungnya, makanya ini lagi dihitung. Kalau misalkan ini omong kosong, pasti aku asal ngomong,” ujar Sarwendah.

5. Keinginan memiliki lift ternyata berasal dari anak-anak

Youtube.com/curhatbang

Salah satu fasilitas yang turut dibahas Sarwendah adalah lift di rumah tersebut. Ia membantah jika dirinya yang menginginkan adanya lift karena menurutnya justru anak-anak yang meminta fasilitas tersebut.

Sarwendah sendiri mengaku hampir tidak pernah menggunakan lift ketika berada di rumah. Ia bahkan lebih senang menggunakan tangga untuk berpindah dari satu lantai ke lantai lainnya.

“Nggak, ini anak-anak yang mau. Aku malah seumur-umur di rumah aku paling jarang pakai lift, hampir aku nggak pernah pakai lift. Aku lebih suka naik tangga. Ini anak-anak yang minta dan aku lebih maunya jalan,” ungkap Sarwendah.

Cerita Sarwendah mengenai rumah di Cilandak memperlihatkan bahwa proses pembangunan hingga pembiayaannya ternyata memiliki perjalanan yang cukup panjang. Mulai dari sertifikat yang dijaminkan ke bank, pembangunan yang sempat terhenti, hingga biaya yang kini masih dihitung oleh Sarwendah.

Di tengah berbagai persoalan tersebut, Sarwendah juga menjelaskan sejumlah keputusan terkait rumah, termasuk soal fasilitas lift yang ternyata merupakan keinginan anak-anak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article