Kuda juga teridentifikasi sebagai hewan yang dapat terinfeksi virus Nipah secara fatal. Kasus infeksi pada kuda biasanya terjadi di daerah di mana populasi kelelawar buah sangat padat dan berbagi habitat atau sumber pakan.
Kuda yang terinfeksi dapat menularkan virus ke manusia, seperti perawat kuda atau penunggangnya, melalui sekresi pernapasan (batuk atau bersin) dan cairan tubuh lainnya. Pemeriksaan kesehatan rutin oleh dokter hewan sangat disarankan, terutama jika kandang kuda berdekatan dengan sarang kelelawar.
Itulah beberapa hewan peliharaan dan ternak yang bisa menularkan virus Nipah menurut Kemenkes RI.
Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan kandang, mencuci tangan dengan sabun setelah kontak dengan hewan, serta memastikan daging ternak dimasak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi.
Apakah semua hewan peliharaan dan ternak pasti membawa virus Nipah? | Tidak. Hewan hanya berisiko jika pernah kontak dengan kelelawar buah yang membawa virus atau memakan pakan yang terkontaminasi cairan tubuh kelelawar tersebut. |
Bagaimana ciri-ciri hewan yang terinfeksi virus Nipah? | Gejala umum meliputi demam, lesu, gangguan pernapasan (batuk/sesak), kejang, jalan sempoyongan, atau kematian mendadak. Namun, beberapa hewan bisa saja tidak menunjukkan gejala. |
Apakah aman memelihara hewan tersebut saat ada wabah? | Tetap aman asalkan aspek kebersihan dijaga ketat. Hindari membiarkan hewan berkeliaran di area yang banyak kelelawarnya, dan pastikan pakan hewan tidak tercemar kotoran atau sisa makanan kelelawar. |