Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
5 Penyebab Dinding Rumah Dingin, Bisa Jadi karena Rembesan Air
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI
  • Isolasi termal yang tidak memadai dan munculnya retakan membuat udara luar mudah menyusup dan menurunkan suhu dinding.

  • Rembesan air dari pipa bocor serta kurangnya sinar matahari menyebabkan dinding terus-menerus lembap dan terasa dingin.

  • Kualitas bingkai jendela dan pintu yang memburuk membiarkan udara bocor merambat ke permukaan dinding di sekitarnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dinding rumah yang terasa dingin saat disentuh sering kali menjadi tanda adanya masalah pada struktur atau lingkungan sekitar bangunan. Kondisi ini tidak hanya membuat suhu ruangan menjadi tidak nyaman, tetapi juga bisa memicu berbagai masalah lanjutan seperti penumpukan embun.

Membiarkan dinding terus-menerus dingin dapat merusak lapisan cat, memicu pertumbuhan jamur, hingga meningkatkan kelembapan di dalam ruangan. Mengetahui akar penyebabnya adalah langkah pertama untuk mencari solusi perbaikan yang tepat dan efisien.

Nah, berikut Popmama.com telah merangkum deretan penyebab dinding rumah dingin.

Yuk, disimak!

Deretan Penyebab Dinding Rumah Dingin

1. Isolasi termal yang tidak memadai

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Isolasi dinding berfungsi sebagai penghalang untuk mencegah perpindahan suhu panas dari dalam ke luar ruangan maupun sebaliknya. Jika bangunan tidak memiliki lapisan isolasi termal yang memadai, suhu dingin dari luar akan dengan mudah menembus masuk ke dalam rumah.

Material bangunan konvensional seperti batu bata atau batako tanpa pelapis tambahan memiliki kemampuan menahan suhu yang cukup rendah. Akibatnya, saat cuaca di luar sedang dingin atau hujan, permukaan dinding bagian dalam akan langsung mengikuti penurunan suhu tersebut.

2. Retakan kecil pada struktur bangunan

Freepik/kues1

Seiring berjalannya waktu, pergerakan tanah atau penurunan fondasi dapat menyebabkan munculnya retakan rambut pada struktur dinding. Celah-celah kecil yang sering kali tidak kasatmata ini menjadi jalan masuk yang sangat mudah bagi udara luar.

Udara dingin yang terus-menerus menyusup melalui retakan akan membuat area dinding di sekitarnya terasa sedingin es. Menutup celah tersebut menggunakan dempul atau pelapis tahan cuaca sangat penting untuk menghentikan aliran udara yang merugikan.

3. Kelembapan tinggi dan rembesan air

Freepik/Mateus Andre

Kelembapan adalah salah satu musuh utama yang membuat permukaan dinding selalu terasa dingin dan basah saat disentuh. Pipa air yang bocor di balik tembok atau rembesan air hujan dari atap akan terserap langsung oleh pori-pori material bangunan.

Air yang terperangkap di dalam struktur dinding ini akan menguap secara perlahan dan menurunkan suhu permukaan secara drastis. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi lembap ini akan memicu pertumbuhan spora jamur yang merusak cat dan membahayakan kesehatan pernapasan.

4. Kurangnya paparan sinar matahari

Freepik

Orientasi arah bangunan sangat memengaruhi jumlah cahaya matahari alami yang diterima oleh setiap sisi rumah sepanjang hari. Dinding yang tertutup rapat oleh bayangan pohon besar atau bangunan tinggi lainnya akan sangat jarang mendapatkan kehangatan alami.

Tanpa adanya paparan panas dari matahari, dinding tersebut tidak memiliki kesempatan untuk menghangatkan diri atau mengeringkan kelembapan. Area ini biasanya akan selalu terasa lebih dingin dan lebih rawan ditumbuhi lumut dibandingkan sisi rumah yang menghadap arah datangnya cahaya.

5. Kualitas jendela dan pintu yang buruk

Freepik/wirestock

Suhu dingin sering kali tidak merambat langsung melalui material dinding, melainkan melalui celah pada bingkai jendela dan pintu. Karet pelindung (weatherstripping) yang sudah aus membuat segel menjadi tidak rapat dan membiarkan udara menyusup bebas.

Udara yang bocor ini kemudian akan merambat dan menempel pada dinding di sekitarnya, menurunkan suhu permukaan secara keseluruhan. Mengganti karet pelindung yang rusak adalah langkah pemeliharaan yang efektif untuk menjaga suhu dinding dan ruangan tetap stabil.

Itulah beberapa penyebab dinding rumah dingin yang perlu diwaspadai agar kenyamanan hunian tetap terjaga.

Melakukan inspeksi rutin dan perbaikan pada celah bangunan akan mencegah suhu ruangan turun drastis, terutama saat musim hujan tiba.

FAQ Penyebab Dinding Rumah Dingin

Bagaimana cara mengatasi dinding yang selalu dingin?

Langkah pertama adalah menutup semua retakan menggunakan dempul khusus dan memastikan tidak ada kebocoran air. Memasang lapisan pelindung dinding tambahan atau wallpaper termal juga bisa membantu menahan suhu dingin dari luar.

Apakah dinding dingin selalu menandakan adanya jamur?

Dinding dingin tidak selalu berjamur, namun suhu rendah yang disertai kelembapan tinggi adalah kondisi ideal bagi spora untuk tumbuh. Memastikan ruangan memiliki ventilasi udara yang baik sangat penting untuk mencegah risiko munculnya noda hitam tersebut.

Apakah warna cat memengaruhi suhu dinding rumah?

Warna cat bagian luar rumah memengaruhi penyerapan panas, di mana warna gelap lebih banyak menyerap panas matahari. Namun, untuk cat di bagian dalam, pengaruh warna terhadap perubahan suhu permukaan terbilang sangat kecil dan tidak terlalu signifikan.

Editorial Team