Jangan Salah! 5 Tips Membeli Rumah Pertama agar Tak Menyesal

Dari keuangan sampai lokasi rumah, ada hal-hal yang harus diperhatikan sebelum beli rumah

5 Mei 2021

Jangan Salah 5 Tips Membeli Rumah Pertama agar Tak Menyesal
Pexels/Jessica Bryant

Membeli rumah bukan perkara yang mudah untuk pasangan muda. Namun, membeli rumah pertama juga bisa sulit bagi pasangan yang sudah bertahun-tahun mendambakan tempat tinggal impian. 

Dalam memilih rumah, kita tidak boleh asal tentunya. Ada beberapa poin penting yang harus dipertimbangkan agar tidak menyesal setelah mengambil keputusan.

Berikut Popmama.com rangkum tips membeli rumah pertama agar tidak menyesal!

1. Pertimbangkan keuangan

1. Pertimbangkan keuangan
Pexels/karthikeyan-perumal

Tentu saja sebelum membeli rumah hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah keuangan. Hal ini termasuk dengan cara pembelian rumah yang akan dipilih.

Jika cukup uang, maka memilih rumah pertama dengan cara tunai bisa dipilih. Namun, saat ini juga banyak bank di Indonesia yang menyediakan cicilan KPR dengan bunga yang ringan. 

Besaran down payment (uang muka) pun bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing dan pertimbangan dari pengembang. Satu hal yang pasti, sebelum memutuskan memebeli rumah diharapkan Mama dan pasangan sudah berdiskusi metode apa yang paling cocok. 

Editors' Picks

2. Lokasi rumah

2. Lokasi rumah
Pexels/Pixabay

Memilih rumah tentu tidak lepas dari letak lokasi dan aksesnya. Lokasi jadi hal yang terpenting dalam memilih rumah pertama. Setiap orang biasanya memiliki preferensi tersendiri mengenai poin ini. 

Ada yang memilih dekat orangtua, mertua, dekat dengan kantor atau yang ingin tinggal di daerah yang tenang. Dari berbagai pertimbangan itu, tetap saja kita harus memiliki standar objektif tertentu. 

Berikut adalah poin-poin yang bisa dipertimbangkan, antara lain: 

  • Memiliki akses publik yang baik.
  • Memiliki sarana transportasi yang memadai untuk mendukung aktivitas.
  • Hindari daerah yang memiliki potensi banjir atau bencana alam lainnya yang berulang terjadi.

3. Jenis rumah yang akan ditinggali

3. Jenis rumah akan ditinggali
Pexels/kelly-lacy

Selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam memilih rumah pertama, yakni jenis. Apakah ingin rumah baru atau bekas? Berbentuk rumah tapak atau apartemen? Tentu semuanya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Untuk rumah baru, biasanya bangunannya tampak segar. Namun, Mama juga perlu mengecek developer yang membangunnya. Sementara untuk rumah bekas, perhatikan legalitas resmi dan asli dari rumah tersebut. 

Kemudian, pemilihan jenis rumah tapak dan apartemen juga menentukan. Bagi yang lebih suka tinggal di kota dengan budget minim maka pilihan apartement bisa jadi terbaik.

4. Tujuan membeli rumah

4. Tujuan membeli rumah
Freepik/lifeforstock

Meskipun umumnya pasangan membeli rumah untuk dijadikan tempat tinggal, tetapi tak menutup kemungkinan ada alasan lain dibaliknya. Misalnya, membeli rumah pertama sebagai motif investasi di masa depan.

Membeli rumah pertama untuk ditinggali motif utamanya tentu kenyamanan. Namun, jika untuk berinvestasi maka pertimbangannya adalah potensi kenaikan harga properti dan tanah di sana.

5. Memilih developer terpercaya

5. Memilih developer terpercaya
Pexels/David McBee

Mama dan Papa tentu tidak mau rugi apalagi jika memilih rumah pertama untuk ditinggali. Oleh sebab itu, jangan lalai untuk memeriksa pengembang, developer maupun penjual rumah yang ditaksir.

Tak hanya satu kasus konsumen dirugikan oleh pengembang yang tidak bertanggung jawab. Sebelum memutuskan untuk membeli rumah pertama, ada baiknya mengecek status pengembang, rekam jejak, dan banyaknya proyek yang telah mereka kerjakan.

Itulah tadi tips memilih rumah agar tidak menyesal di kemudian hari. Membeli rumah pertama memang sangat penting apalagi bagi pasangan yang sudah mendambakan rumah tinggal impiannya.

Oleh sebab itu, lebih baik repot di awal dan banyak riset dari pada menyesal ketika sudah membeli!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.