“Kita bisa memberikan waktu kepada anak tapi di waktu yang bersamaan kita nggak ada di situ. Pikiran kita di mana-mana dan cintanya kayak nggak tersalurkan aja,” ujar Angel.
3 Pelajaran Hidup Angel Pieters dari Papanya yang Diterapkan ke Anak

Angel Pieters menerapkan pelajaran dari papanya dengan memberi kasih sayang penuh kepada anak melalui perhatian dan sikap sehari-hari.
Angel Pieters menekankan waktu bersama anak harus berkualitas, dengan perhatian utuh tanpa pikiran terbagi oleh pekerjaan atau hal lain.
Mama satu anak ini ingin menjadi orangtua yang hadir dan terlibat aktif, seperti mengobrol serta bernyanyi bersama anak, berdasarkan kenangannya dengan sang papa.
Pengalaman masa kecil bersama orangtua sering kali meninggalkan pelajaran berharga yang terbawa hingga seseorang dewasa. Hal ini juga dirasakan oleh penyanyi Angel Pieters yang masih mengingat cara sang papa memperlakukannya saat ia tumbuh besar.
Kini, setelah menjadi seorang mama, Angel mulai menerapkan nilai-nilai yang ia pelajari dari papanya dalam membesarkan sang buah hati. Baginya, mendampingi anak bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberikan kasih sayang dan waktu yang berkualitas agar anak merasa diperhatikan.
Dari pengalaman tersebut, ada beberapa pelajaran hidup yang masih diingat Angel hingga sekarang. Berikut Popmama.com telah merangkum tiga pelajaran hidup Angel Pieters dari papanya yang kini ia terapkan kepada anaknya.
Yuk, disimak!
1. Angel Pieters belajar memberikan cinta sepenuhnya dari papanya

Popmama.com/FX Dimas Prasetyo Salah satu pelajaran berharga yang Angel Pieters dapatkan dari papanya, yakni soal pentingnya memberikan cinta yang penuh kepada anak. Pengalaman saat tumbuh besar bersama sang papa menjadi kenangan yang masih ia bawa hingga sekarang.
Kini, setelah memiliki anak sendiri, Angel berusaha menerapkan hal serupa dalam keluarganya. Ia ingin sang buah hati bisa merasakan kasih sayang yang utuh dari orangtuanya, bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga lewat sikap dan perhatian dalam keseharian.
Bagi Angel, cinta orangtua menjadi salah satu hal penting yang dapat membangun kedekatan emosional dengan anak. Pengalaman yang ia rasakan saat kecil pun menjadi bekal untuk menciptakan hubungan hangat bersama sang buah hati ketika tumbuh besar nanti.
2. Angel Pieters belajar bahwa waktu bersama anak harus berkualitas

Popmama.com/FX Dimas Prasetyo Bagi Angel Pieters, memberikan waktu kepada anak ternyata tidak selalu berarti benar-benar hadir untuk mereka. Orangtua mungkin sudah meluangkan waktu untuk menemani anak, tetapi perhatian yang terbagi dengan pekerjaan maupun hal lain bisa membuat kebersamaan tersebut terasa kurang bermakna.
Pemahaman ini menjadi pengingat bagi Angel untuk lebih memperhatikan kualitas waktu yang ia habiskan bersama sang buah hati. Ia ingin memastikan ketika sedang bersama anak, dirinya tidak hanya berada di dekatnya secara fisik, tetapi juga memberikan perhatian dan kasih sayang secara utuh.
3. Angel Pieters belajar pentingnya menjadi orangtua yang hadir

Popmama.com/FX Dimas Prasetyo Selain memberikan cinta dan waktu, Angel Pieters juga belajar tentang pentingnya kehadiran orangtua dalam keseharian anak. Angel masih mengingat bagaimana papanya benar-benar meluangkan perhatian ketika sedang menghabiskan waktu bersamanya, mulai dari mengajak berbicara hingga bernyanyi bersama.
Kenangan sederhana tersebut membekas dalam ingatan Angel sampai sekarang. Pengalaman itu pula yang ingin ia teruskan kepada anaknya, yakni menjadi sosok mama yang tidak hanya menemani, tetapi juga terlibat aktif dalam kegiatan dan percakapan bersama sang buah hati.
“Ketika dia lagi main sama aku, dia benar-benar hadir, ngajakin ngobrol, ngajakin nyanyi. Jadi aku sangat masih punya ingatan terhadap hal-hal tersebut,” ungkap Angel.
Itu dia tiga pelajaran hidup Angel Pieters dari papanya yang kini ia terapkan dalam membesarkan anak. Mulai dari memberikan cinta sepenuhnya, meluangkan waktu berkualitas, hingga benar-benar hadir saat bersama anak.
Pengalaman masa kecil Angel menjadi pengingat bahwa hal-hal sederhana dari orangtua bisa meninggalkan kenangan yang berharga hingga anak dewasa.























