Tips Cerdas Menghadapi Pertanyaan Basa-basi Ketika Silaturahmi

Senyum senjata paling ampuh!

3 Juni 2019

Tips Cerdas Menghadapi Pertanyaan Basa-basi Ketika Silaturahmi
Freepik/freephoto

Apa yang paling Mama khawatirkan saat silaturahmi Lebaran?

Kadang bukan soal baju kompakan sekeluarga atau khawatir si Kecil bosan dan ngantuk. Justru pertanyaan basa-basi dari sanak saudara yang kerap bikin Mama mengelus dada.

Memang sih pertanyaan itu biasanya sekadar basa-basi, membuka obrolan sambil bertukar kabar. Namun, ada kalanya hal yang ditanyakan atau disampaikan kurang berkenan di hati, atau malah menyinggung perasaan. Misalnya:

  • Halo, apa kabar? Kok gendutan ya sekarang?
  • Oh, anakmu sudah besar nih. Kapan dong nambah anak lagi?
  • Gimana, udah sampai mana program anaknya? Kapan punya anak?
  • Si kakak sudah bisa apa aja nih? Anakku sudah bisa ini lho.
  • Lho, sudah 2 tahun masih ASI? Disapih dong, ASI-nya sudah nggak bagus kan.
  • Anakmu kenapa kurus banget? Padahal, papa mamanya subur begini.

Duh, membacanya saja sudah gemas ya, Ma. Apalagi, kalau mendengar sendiri kalimat-kalimat itu ditujukan pada diri Mama.

Tentu Mama nggak mau momen silaturahmi berubah jadi tidak menyenangkan karena rasa kesal, tersinggung, atau salah menanggapi komentar-komentar tersebut.

Yuk, cek dulu tips cerdas bagaimana menangani pertanyaan basa-basi saat silaturahmi.

1. Jawab seperlunya saja

1. Jawab seperlu saja
freepik

Kalau nggak dijawab atau ditanggapi salah juga ya, Ma. Apalagi yang bertanya itu kerabat yang lebih tua atau dituakan. Namun, jika Mama sudah telanjur ‘tersentil’ atau ‘tersinggung’, pilihan dijawab seperlunya saja pun nggak masalah.

Misalnya, ketika ditanya kenapa tubuh Mama terlihat lebih berisi.

Daripada manyun, mending jawab saja, “Iya nih, papanya anak-anak lagi sering beliin makanan enak terus,” atau “Ya nggak apa, makmur tanda bahagia.”

2. Senyum cukup ampuh

2. Senyum cukup ampuh
Freepik

Mama malas menjawab? Jurus tersenyum super manis cukup ampuh untuk ‘mengusir’ rasa bete karena ditanyai macam-macam. Tidak perlu marah atau terpancing emosi.

Senyum juga bisa membuat Mama lebih tenang dan dapat meredakan emosi sesaat yang mungkin muncul.

“Jadi, kapan nih nambah anak lagi?” Senyumin aja, Ma.

Editors' Picks

3. Minta doa

3. Minta doa
Freepik/katemangostar

Ini juga jurus ngeles mujarab. Alih-alih menjawab panjang lebar atau menceritakan kondisi sesungguhnya, respons “Didoain aja ya, Tante” bisa jadi alternatif bijak untuk membuat penanya tidak ingin bertanya lagi.

Paling tidak, Mama bisa merespons dengan sopan sambil berusaha tetap menghargai si penanya yang mungkin berusia lebih tua.

Silaturahmi pun tidak berubah dengan canggung karena Mama bisa menguasai diri dengan baik.

4. Alihkan pembicaraan

4. Alihkan pembicaraan
Freepik/bearfotos

Selain menjawab dengan senyum, Mama juga bisa langsung mengalihkan pembicaraan. Misalnya, baru saja salah seorang sepupu menanyakan kenapa tubuh si Kecil lebih kurus, sementara papa mamanya kian subur.

Sambil tersenyum, Mama bisa menimpali dengan, “Duh ya pantesan aku nggak bisa kurus-kurus, selalu ketemu makanan enak nih! Makan yuk, semur buatan Tante ini enak lho!”

Atau kiat mengeles lainnya, “Kata dokter sih anak-anak sehat kok, aku sama papanya aja yang keseringan jadi tempat sampah anak-anak, hehehe.”

5. Menghindari ngobrol lama-lama

5. Menghindari ngobrol lama-lama
rd.com

Oke, yang ini mungkin agak sulit dilakukan, apalagi kalau tengah berada di ruangan yang sama.

Namun, tetap bisa Mama coba jika jurus nomor satu sampai empat belum juga ampuh.

Ketika pertanyaan itu diluncurkan, Mama bisa langsung menghindar dengan menjawab seperlunya saja plus trik ini: berdalih sibuk mengurusi si Kecil. “Oh iya nih, doain aja, lagi coba. Eh bentar ya, anakku mau makan katanya.” Langsung deh pergi. Aman dan bisa bikin hati Mama lebih adem!

Itulah 5 tips cerdas mengatasi pertanyaan basa-basi dari sanak saudara saat silaturahmi. Hal paling penting adalah Mama juga perlu menjaga diri agar tetap tenang, hati adem, dan bisa menguasai diri.

Jangan sampai momen silaturahmi setahun sekali jadi buyar ya. Selamat mempraktikkan tipsnya, Ma!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;