Jangan Ikut Ngambek, Ini 7 Cara Menghadapi Suami yang Sedang Marah

Jangan sampai sikap Mama justru membuat Papa semakin emosi, ya

13 November 2020

Jangan Ikut Ngambek, Ini 7 Cara Menghadapi Suami Sedang Marah
Unsplash/Icons8 Team

Masalah tentu akan dihadapi oleh setiap orang, berbagai respons pun bisa dilakukan untuk beradaptasi dengan masalah tersebut. Mulai dari muncul rasa marah, hingga sedih dan stres.

Ketika suami sedang marah atau sedang dilanda masalah, seringkali istri bingung bagaimana harus bersikap. Apakah harus terus-menerus menanyakan kondisinya atau justru memberi ruang untuk sejenak sendiri?

Dilansir Psychology Today, hindari membuat pemikiran dan asumsi sendiri saat sedang menghadapi pasangan yang marah. Hal ini justru bisa menambah masalah dan membuat pemicunya tak kunjung selesai, Ma.

Lantas apa yang sebaiknya dilakukan oleh istri saat menghadapi suami yang sedang marah dan emosi, ya? Yuk coba disimak dulu rangkuman informasinya dari Popmama.com berikut ini:

1. Pahami kapan suami perlu pendampingan

1. Pahami kapan suami perlu pendampingan
Unsplash/Joshua Ness

Saat melihat suami pulang kerja dalam kondisi stres atau marah, ada baiknya Mama tidak buru-buru menanyakan apa yang sedang terjadi. Pahami bahwa memberikan jeda waktu istirahat sejenak bisa menjadi keputusan tepat.

Mama perlu tahu kapan kemungkinan perlu menarik diri untuk tidak terlalu banyak bertanya dan memaksa diceritakan tentang masalah yang sedang dihadapi Papa.

Ada kalanya suami mungkin ingin menjernihkan pikiran terlebih dahulu dan membutuhkan waktu untuk bisa mengungkapkan apa yang dirasakannya. Percayalah, Ma. Nanti saat waktunya sudah tepat, Papa akan dengan sendirinya mengungkapkan masalah yang tengah dihadapi.

Yang terpenting, tetap penuhi kebutuhan suami. Misalnya dengan menyiapkan makan malam saat suami pulang kerja.

2. Hindari selalu mencoba memberi solusi

2. Hindari selalu mencoba memberi solusi
Freepik/Bearfotos

Memberi masukan boleh saja, tapi bukan berarti setiap masukan yang berikan langsung harus dilakukan oleh Papa. Hindari selalu mencoba memperbaiki setiap masalah yang tengah dihadapi oleh suami, Ma.

Terus-menerus memberi solusi tanpa pertimbangan dan tidak mau mendengarkan suami saat berbicara, alias merasa paling benar, justru bisa membuat mood suami menjadi kian memburuk.

Akan jauh lebih baik jika Mama mendengarkan Papa bercerita dahulu sampai tuntas, baru kemudian mencoba memberi saran tanpa memaksa.

Hindari mengambil tanggung jawab untuk mencoba memperbaiki semua masalah yang tengah dihadapi oleh suami.

Editors' Picks

3. Beri suami waktu dan ruang sendiri

3. Beri suami waktu ruang sendiri
Unsplash/Clem Onojeghuo

Kadang-kadang saat sedang emosi dan berhadapan dengan masalah, yang dibutuhkan sesungguhnya adalah waktu dan ruang untuk bisa sendiri sejenak. Terlebih bagi laki-laki, yang cenderung senang memikirkan masalah sendiri terlebih dahulu.

Jadi, ketika Papa terlihat ingin sendiri dan tak mau terburu-buru bercerita tentang masalahnya pada Mama, biarkan saja. Cobalah untuk tidak tersinggung, ya.

Pahamilah bahwa mungkin ini adalah waktu di mana Papa sedang ingin meluangkan waktu sendirian untuk mengatasi keresahannya.

4. Jadilah pendengar yang baik

4. Jadilah pendengar baik
Unsplash/Candice Picard

Menjadi pendengar tidak semudah yang terlihat lho, Ma. Seringkali, istri kerap mengabaikan ucapan suami karena menganggap dirinya sudah paham betul dan langsung memikirkan apa yang akan diucapkan selanjutnya.

Dikutip dari Ravishly, padahal saat pasangan berada dalam suasana hati yang buruk, mendengarkan keluh kesahnya akan lebih baik dibandingkan terus-menerus memberi saran.

Apabila suami mulai terbuka untuk bercerita dan mengungkapkan apa yang menjadi masalahnya, dengarkan sampai benar-benar tuntas, Ma. Jadilah pendengar yang baik dan usahakan untuk menjauh dari segala hal yang bisa mengganggu fokus Mama, terutama ponsel dan televisi.

5. Hindari perdebatan yang tidak perlu

5. Hindari perdebatan tidak perlu
Unsplash/Sandy Millar

Ingat, Ma. Seperti disebutkan sebelumnya bahwa saat ada masalah, seringkali Papa membutuhkan waktu untuk sendiri. Selain itu, akan sangat mungkin saran dan masukan yang Mama berikan tidak dilakukan oleh Papa.

Jika terjadi demikian, pahami bahwa Papa mungkin memiliki pola pikir dan solusi sendiri. Tidak perlu berdebat tentang apa yang harus dilakukan oleh suami.

Tunjukkan bahwa Mama memiliki empati pada Papa. Dengan begitu, sesi curhat pun bisa terhindari dari debat yang tidak diperlukan.

6. Jangan berasumsi tentang masalah yang dihadapi suami

6. Jangan berasumsi tentang masalah dihadapi suami
Unsplash/Christian Erfurt

Kecuali jika Mama benar-benar tahu bahwa Mama telah melakukan kesalahan secara langsung membuat Papa marah, jangan berasumsi bahwa marah yang dirasakan Papa pasti ada hubungannya dengan Mama.

Jika Mama terlanjur ikut emosi akibat asumsi sendiri, bisa jadi Papa justru enggan untuk mengungkapkan apa masalah sebenarnya. Bisa jadi Papa juga akan berpikir kembali untuk mencurahkan perasaannya pada Mama di lain waktu.

Hati-hati, sering berasumsi sendiri lama-kelamaan bisa mengganggu kualitas komunikasi antara suami dan istri, lho.

7. Sabar menunggu

7. Sabar menunggu
Unsplash/Crew

Meski terasa sulit, namun rasa sabar sangat diperlukan saat menghadapi suami yang sedang emosi dan marah, Ma. Pahami bahwa sedang ada masa sulit yang tengah dirasakan oleh suami.

Oleh sebab itu, apabila Papa tampak menjauh, lebih diam dari biasanya atau bahkan justru meledak-ledak, cobalah untuk tetap tenang dan mengerti. Berikan waktu untuk Papa tenang kembali.

Apabila nanti emosi dan mood Papa sudah terkendali, dengan sendirinya Papa juga akan lebih terbuka untuk bercerita dan kembali mau melakukan rutinitas sehari-harinya, kok.

Selama menunggu waktu tersebut, tetap tunjukkan rasa sayang dan peduli Mama, ya. Misalnya dengan memeluk, membelai dan menyiapkan segala kebutuhannya. Tunjukkan bahwa Mama akan selalu ada untuk Papa.

Ingat, Ma. Komunikasi yang baik menjadi kunci penting dalam hubungan pernikahan, termasuk saat pasangan sedang marah dan menghadapi masalah. Lakukan langkah tepat saat menghadapi pasangan yang marah untuk menghindari pertengkaran.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.