Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Baru Diungkap, Sidang Cerai Jadi Titik Terendah Tasya Farasya
Instagram.com/tasyafarasya
  • Tasya Farasya mengungkap sidang cerai sebagai titik terendah hidupnya.

  • Tasya Farasya berkonsultasi dengan psikolog anak untuk menjaga keseimbangan perasaan keluarga.

  • Meski menghadapi hari terburuk saat sidang cerai, Tasya Farasya tetap profesional menghadiri acara.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa yang tidak mengenal sosok Tasya Farasya? Dikenal dengan kehidupan yang serba mewah, karier yang melesat, dan visual yang selalu flawless, banyak yang mengira hidup Tasya berjalan tanpa celah. Namun, di balik itu semua, Tasya menyimpan luka yang dalam saat rumah tangga yang ia bangun selama bertahun-tahun harus berakhir.

Menghadapi sidang cerai bukan sekadar urusan hukum baginya, melainkan sebuah titik terendah yang menguras mental, fisik, hingga kepercayaan dirinya. Berikut Popmama.com telah merangkum cerita titik terendah Tasya Farasya saat sidang cerai hingga dirinya bisa melewati masa sulit tersebut.


Mengalami Susah Tidur hingga Harus Terapi

Youtube.com/C8 Podcast

Sebelum perceraian terungkap, tubuh Tasya Farasya ternyata sudah memberikan sinyal stres yang luar biasa. Tasya mengaku mengalami insomnia parah karena otaknya tidak bisa berhenti berpikir (overthinking), hingga harus menjalani tes gelombang otak.

"Aku stres berat, aku insomnia mendadak, aku nggak bisa tidur sama sekali. Ternyata gelombang yang aku butuhin buat tidur itu nyaris nggak ada, sedangkan gelombang yang berpikir itu terlalu banyak. Jadi otak aku itu nggak bisa shutdown," ungkap Tasya mengenai kondisi mentalnya saat itu.

Kondisi ini menjadi bukti bahwa di balik penampilan yang selalu sempurna di kamera, ada kondisi mental yang sedang berjuang keras untuk bertahan.

Dampak Emosional pada Kedua Anaknya

Instagram.com/tasyafarasya

Salah satu momen paling menyentuh hati ketika Tasya Farasya menyadari dampak emosional pada anak-anaknya. Putri sulungnya, Maryam, ternyata memiliki empati yang sangat tinggi hingga sempat "segan" untuk menyebut nama papanya di depan Tasya karena takut sang mama sedih.

Mengetahui putrinya harus memikul beban emosional di usia dini menjadi pukulan berat, Tasya tidak tinggal diam. Kondisi ini mendorong Tasya untuk berkonsultasi dengan psikolog anak guna memastikan buah hatinya tetap merasa dicintai meskipun orangtua mereka telah berpisah.

Tetap Profesional saat Rumah Tangga Tidak Baik-Baik Saja

Instagram.com/tasyafarasya

Tasya Farasya menceritakan sebuah momen ironis yang ia sebut sebagai the worst day (hari terburuk) dalam hidupnya. Di pagi hari, Tasya harus menghadapi ketegangan di ruang sidang cerai. Menariknya, ia sengaja memilih busana berwarna kuning sebagai simbol "penutup" perjalanan panjangnya selama 14 tahun.

"Itu the worst day (hari terburuk). Paginya sidang, malamnya anniversary brand aku, habis itu aku langsung berangkat ke Dubai buat ketemu Huda Beauty dalam satu hari. Malamnya harus tampil cantik seolah nggak ada apa-apa," ungkap Tasya.

Dari Tasya Farasya, kita belajar bahwa profesionalisme dan peran sebagai orangtua sering kali menuntut kekuatan yang luar biasa di saat hati sedang tidak sinkron. Kalau menurut Mama, bagian mana dari cerita Tasya yang paling menyentuh hati?

FAQ Tasya Farasya

Apa yang menjadi titik terendah Tasya Farasya selama proses perceraian?

Titik terendah Tasya Farasya adalah saat ia harus menghadapi tekanan mental yang luar biasa hingga mengalami insomnia akut dan harus menjalani terapi gelombang otak untuk mengembalikan keseimbangan otaknya.

Bagaimana dampak emosional perceraian ini terhadap anak-anak Tasya?

Putri sulungnya, Maryam, sempat merasa segan untuk menyebut nama papanya di depan Tasya karena takut sang mama sedih. Hal ini membuat Tasya memutuskan untuk berkonsultasi dengan psikolog anak agar kesehatan mental buah hatinya tetap terjaga.

Bagaimana Tasya Farasya tetap profesional di tengah masalah pribadinya?

Meski harus menghadapi sidang cerai di pagi hari yang ia sebut sebagai the worst day, Tasya tetap hadir secara profesional di acara anniversary bisnisnya pada malam hari dan terbang ke Dubai untuk urusan pekerjaan keesokan harinya.

Editorial Team