Instagram.com/tasyafarasya
Tasya Farasya menceritakan sebuah momen ironis yang ia sebut sebagai the worst day (hari terburuk) dalam hidupnya. Di pagi hari, Tasya harus menghadapi ketegangan di ruang sidang cerai. Menariknya, ia sengaja memilih busana berwarna kuning sebagai simbol "penutup" perjalanan panjangnya selama 14 tahun.
"Itu the worst day (hari terburuk). Paginya sidang, malamnya anniversary brand aku, habis itu aku langsung berangkat ke Dubai buat ketemu Huda Beauty dalam satu hari. Malamnya harus tampil cantik seolah nggak ada apa-apa," ungkap Tasya.
Dari Tasya Farasya, kita belajar bahwa profesionalisme dan peran sebagai orangtua sering kali menuntut kekuatan yang luar biasa di saat hati sedang tidak sinkron. Kalau menurut Mama, bagian mana dari cerita Tasya yang paling menyentuh hati?
Apa yang menjadi titik terendah Tasya Farasya selama proses perceraian? | Titik terendah Tasya Farasya adalah saat ia harus menghadapi tekanan mental yang luar biasa hingga mengalami insomnia akut dan harus menjalani terapi gelombang otak untuk mengembalikan keseimbangan otaknya. |
Bagaimana dampak emosional perceraian ini terhadap anak-anak Tasya? | Putri sulungnya, Maryam, sempat merasa segan untuk menyebut nama papanya di depan Tasya karena takut sang mama sedih. Hal ini membuat Tasya memutuskan untuk berkonsultasi dengan psikolog anak agar kesehatan mental buah hatinya tetap terjaga. |
Bagaimana Tasya Farasya tetap profesional di tengah masalah pribadinya? | Meski harus menghadapi sidang cerai di pagi hari yang ia sebut sebagai the worst day, Tasya tetap hadir secara profesional di acara anniversary bisnisnya pada malam hari dan terbang ke Dubai untuk urusan pekerjaan keesokan harinya. |