Film Surat untuk Masa Mudaku bukan sekadar fiksi, melainkan sebuah bentuk pelepasan emosi dari sang pembuatnya. Terkadang, cara terbaik untuk sembuh dari luka masa lalu, yakni dengan menghadapinya secara jujur dan mengubahnya menjadi sesuatu yang bermakna bagi orang lain.
Sutradara Sim F. berbagi bahwa film ini adalah refleksi pribadinya yang sangat intim.
"Cerita ini hampir 100 persen adalah cerita milik saya. Ini tentang kepedihan, tentang luka yang mungkin pernah atau belum terobati. Saya menuangkannya ke dalam film ini agar kita semua sadar bahwa masa lalu yang kelam tidak harus menghentikan hidup kita," jelasnya.
Melalui karya ini, kita diajarkan bahwa berdamai dengan masa lalu adalah proses seumur hidup yang layak untuk diperjuangkan.
Itulah pesan-pesan mendalam tentang cara menyembuhkan luka masa kecil melalui film Surat untuk Masa Mudaku.
Menonton film ini bisa menjadi momen healing tersendiri bagi Mama untuk kembali memeluk "anak kecil" yang ada di dalam diri sendiri.
Apa tantangan yang dihadapi Fendy Chow saat memerankan karakter Kefas dewasa? | Fendy Chow mengungkapkan bahwa tantangan terbesarnya, yakni mendalami rasa kesepian yang ekstrem dari seorang yatim piatu yang tidak memiliki siapa pun. |
Siapa saja produser dan sutradara di balik film Surat untuk Masa Mudaku? | Film original Netflix ini disutradarai oleh Sim F. dan diproduseri oleh Wilza Lubis. Keduanya bekerja sama untuk memastikan bahwa visi emosional dari cerita yang sangat personal ini dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton. |
Bagaimana cara tim produksi memastikan pendidikan pemain anak tetap berjalan? | Berkat dukungan dari Netflix, tim produksi menghadirkan teacher on set (guru di lokasi syuting). Jadi, di sela-sela waktu menunggu giliran syuting, anak-anak tetap mendapatkan jam belajar agar kewajiban sekolah mereka tidak terbengkalai. |