Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
5 Cara Menghadapi Rasa Canggung dengan Mertua, Coba Tawarkan Bantuan
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI
  • Membuka obrolan ringan dan menawarkan bantuan kecil sangat efektif untuk mencairkan suasana kaku tanpa harus memaksakan diri.

  • Mencari kesamaan hobi dan menjadi pendengar yang baik akan menumbuhkan rasa percaya serta penghargaan di antara kedua belah pihak.

  • Tetap menjadi diri sendiri dengan menjunjung tinggi kesopanan adalah kunci menciptakan hubungan keluarga yang nyaman dan tulus.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjalin kedekatan dengan mertua memang membutuhkan waktu dan proses adaptasi yang tidak sebentar. Wajar jika pada masa-masa awal pernikahan, interaksi yang terjadi masih terasa kaku dan dipenuhi dengan rasa canggung.

Menghadapi situasi ini tentu memerlukan inisiatif untuk mencairkan suasana agar hubungan keluarga menjadi lebih hangat. Berbagai langkah sederhana bisa dilakukan untuk membangun kenyamanan tanpa harus memaksakan diri.

Nah, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa cara menghadapi rasa canggung dengan mertua.

Yuk, disimak!

Deretan Cara Menghadapi Rasa Canggung dengan Mertua

1. Mulai dengan obrolan ringan

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Membuka percakapan sering kali menjadi momen yang paling menegangkan saat sedang berduaan saja. Untuk mengatasinya, mulailah dengan topik obrolan ringan yang netral seperti menanyakan resep masakan andalan, acara televisi favorit, atau rutinitas sehari-hari.

Pertanyaan sederhana ini tidak hanya mencairkan keheningan, tetapi juga menunjukkan adanya rasa ketertarikan untuk mengenal lebih jauh. Hindari membahas topik yang terlalu sensitif atau berat di awal pertemuan agar suasana tetap santai dan menyenangkan.

2. Tawarkan bantuan saat ada kesempatan

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Rasa canggung bisa berkurang secara drastis saat ada aktivitas fisik yang dilakukan bersama-sama. Menawarkan bantuan kecil seperti membereskan meja makan, mencuci piring, atau menemani berbelanja ke pasar menjadi cara yang sangat efektif untuk membangun kedekatan.

Tindakan nyata ini merupakan bentuk perhatian dan rasa hormat yang sering kali lebih dihargai daripada sekadar kata-kata manis. Aktivitas bersama juga memberikan celah untuk mengobrol secara mengalir tanpa harus bertatap muka secara langsung dan kaku.

3. Temukan minat atau hobi yang sama

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Setiap orang pasti senang jika diajak berbicara mengenai hal-hal yang disukainya. Mencari tahu minat atau hobi mertua, baik itu berkebun, memasak, maupun merawat hewan peliharaan, bisa menjadi kunci emas untuk membangun koneksi yang kuat.

Jika kebetulan memiliki minat yang sama, jadikan hal tersebut sebagai rutinitas menyenangkan untuk dilakukan bersama di akhir pekan. Namun jika tidak, sekadar meminta diajari atau mendengarkan cerita antusiasnya sudah cukup untuk membuat suasana menjadi sangat hangat.

4. Jadilah pendengar yang baik

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Komunikasi yang baik tidak selalu tentang pandai mencari topik pembicaraan yang menarik setiap saat. Terkadang, sekadar menjadi pendengar yang baik dan penuh perhatian sudah lebih dari cukup untuk membuat seseorang merasa sangat dihargai keberadaannya.

Dengarkan setiap cerita masa lalu atau nasihat yang diberikan dengan kontak mata yang tulus dan respons yang positif. Sikap menghargai ini akan menumbuhkan rasa percaya dan pelan-pelan meruntuhkan tembok kecanggungan yang selama ini membatasi interaksi.

5. Tetap menjadi diri sendiri tanpa berpura-pura

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Berusaha memberikan kesan pertama yang sempurna adalah hal yang lumrah, namun jangan sampai kehilangan jati diri yang sesungguhnya. Terlalu banyak berpura-pura menyukai sesuatu hanya untuk mencari muka justru akan membuat diri merasa tertekan dan semakin canggung.

Tunjukkan karakter asli dengan tetap menjaga nilai-nilai kesopanan dan tata krama yang berlaku di dalam keluarga. Kejujuran dan ketulusan dalam bersikap pada akhirnya akan menciptakan hubungan jangka panjang yang jauh lebih sehat dan nyaman bagi kedua belah pihak.

Itulah beberapa cara menghadapi rasa canggung dengan mertua yang bisa mulai diterapkan secara perlahan.

Membangun keakraban memang tidak bisa instan, namun dengan kesabaran dan niat yang baik, hubungan yang hangat layaknya keluarga kandung pasti bisa terwujud.

FAQ Rasa Canggung dengan Mertua

Apakah wajar merasa canggung dengan mertua setelah bertahun-tahun menikah?

Perasaan canggung yang bertahan lama bisa saja terjadi jika intensitas pertemuan sangat jarang atau pernah ada konflik sebelumnya. Membangun kembali komunikasi yang rutin dan santai adalah langkah awal untuk memperbaiki kecanggungan tersebut.

Bagaimana jika mertua memiliki karakter yang lebih suka diam dan tertutup?

Hadapi karakter tertutup tersebut dengan memberikan ruang pribadi dan tidak terlalu agresif dalam mengajak berbicara. Tunjukkan perhatian melalui tindakan-tindakan kecil yang konsisten agar rasa nyaman bisa tumbuh secara perlahan dari waktu ke waktu.

Haruskah pasangan selalu mendampingi saat bertemu mertua?

Kehadiran pasangan di awal pernikahan sangat membantu sebagai jembatan untuk mencairkan suasana yang kaku. Namun, berlatih berinteraksi berduaan saja secara bertahap juga sangat penting untuk membangun kemandirian dan kedekatan emosional.

Editorial Team