Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Fakta Guruh Soekarnoputra, Putra Bungsu Soekarno yang Berpulang
Instagram.com/guruhgipsy1897
  • Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Soekarno dan Fatmawati, meninggal pada 26 September 2026 saat usia 73 tahun setelah menjalani kiprah panjang sebagai seniman dan politikus.

  • Sejak kecil menekuni tari dan musik, Guruh melahirkan album Guruh Gipsy serta mendirikan Swara Maharddhika yang memadukan musik, tari, busana, dan budaya Indonesia.

  • Selain berkarya di musik, koreografi, dan film, Guruh beberapa kali menjadi anggota DPR RI serta pernah menjabat Ketua DPP PDI Perjuangan periode 2005–2010.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dunia seni dan budaya Indonesia kembali diselimuti duka mendalam atas berpulangnya salah satu seniman yang memiliki perjalanan panjang di tanah air. Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati, meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026), saat usianya 73 tahun.

Sosok yang akrab disapa Guruh ini tidak hanya dikenal sebagai bagian dari keluarga Soekarno, tetapi juga sebagai seniman yang berkarya di bidang musik, tari, dan pertunjukan. Di luar dunia seni, ia juga menjalani perjalanan panjang sebagai politikus dan anggota DPR RI.

Kepergian Guruh meninggalkan jejak panjang yang telah menjadi bagian dari perjalanan seni Indonesia selama puluhan tahun. Karya musik, koreografi, hingga pertunjukan yang pernah digagasnya menjadi warisan yang turut memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada berbagai generasi.

Berikut Popmama.com rangkum beberapa fakta Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Soekarno, sang seniman sekaligus politikus yang telah berpulang.

Deretan Fakta Guruh Soekarnoputra

1. Putra bungsu Soekarno dan Fatmawati

Instagram.com/mail401

Guruh Soekarnoputra lahir dengan nama lengkap Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra pada 13 Januari 1953 di Jakarta.

Guruh dikenal sebagai putra bungsu dari pasangan Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati, sehingga sejak kecil tumbuh di tengah keluarga yang lekat dengan sejarah bangsa.

Meski berasal dari keluarga politik, ketertarikan Guruh terhadap seni sudah terlihat sejak usia dini. Ia mulai mempelajari tari Jawa, Sunda, dan Bali sejak berusia sekitar lima tahun serta belajar bermain piano ketika masih kecil.

2. Menekuni seni tari dan musik sejak usia muda

Instagram.com/synchronizefest

Kecintaan Guruh terhadap seni terus berkembang hingga masa remajanya.

Pada 1965, ketika berusia sekitar 12 tahun, ia bahkan membentuk kelompok musik bernama The Beat G sebagai salah satu langkah awal dalam perjalanan bermusiknya.

Ketika melanjutkan pendidikan di Amsterdam, Guruh juga tetap aktif mempelajari kesenian tradisional Indonesia. Ia tercatat bergabung dengan kelompok gamelan Jawa dan Bali di Tropen Museum serta mengajarkan gamelan dan tari Bali melalui CREA pada 1974.

3. Menempuh pendidikan Arkeologi hingga Administrasi Publik

Instagram.com/guruhsoekarnoputra_fan

Perjalanan pendidikan Guruh tidak hanya berkaitan dengan seni.

Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah di Jakarta, ia sempat menempuh pendidikan Arkeologi di Universiteit van Amsterdam, Belanda, selama sekitar tiga tahun.

Bertahun-tahun kemudian, Guruh kembali melanjutkan pendidikan di bidang administrasi. Ia meraih gelar Sarjana Administrasi Publik dari STIAMI pada 2008, kemudian melanjutkan pendidikan hingga memperoleh gelar magister di bidang Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik.

4. Melahirkan Guruh Gipsy dan Swara Maharddhika

Instagram.com/synchronizefest

Nama Guruh semakin dikenal di dunia musik setelah berkolaborasi dengan grup Gipsy dan melahirkan album Guruh Gipsy.

Karya yang dirilis pada 1977 tersebut memadukan musik rock progresif dengan unsur musik tradisional, termasuk gamelan Bali, sehingga menjadi salah satu karya penting dalam perkembangan musik Indonesia.

Pada 1977, Guruh juga mendirikan Swara Maharddhika sebagai wadah kegiatan seni dan pertunjukan.

Melalui kelompok tersebut, ia menghadirkan berbagai pagelaran yang memadukan musik, tari, busana, serta unsur budaya Indonesia dalam pertunjukan berskala besar.

5. Karyanya merambah musik, tari hingga film

Instagram.com/pagelaransabangmerauke

Guruh dikenal sebagai sosok yang tidak membatasi kreativitasnya hanya pada satu bidang seni. Selain menciptakan lagu dan menggarap koreografi, ia juga terlibat dalam perfilman Indonesia sebagai ilustrator musik dan pernah tampil sebagai aktor.

Sejumlah film yang pernah melibatkan Guruh sebagai ilustrator musik antara lain Ali Topan Anak Jalanan, Gita Cinta dari SMA, dan Puspa Indah Taman Hati.

Guruh juga pernah memerankan tokoh Sunan Muria dalam film Sembilan Wali pada 1985.

6. Meraih sejumlah penghargaan lewat karya musik

Instagram.com/guruh_sukarno_putra

Dedikasi Guruh di bidang musik turut membawanya meraih berbagai penghargaan.

Lagu 'Renjana' meraih prestasi dalam Festival Lagu Populer Tingkat Nasional pada 1976, menunjukkan kiprahnya sebagai pencipta lagu sejak usia muda.

Karya lainnya, 'Kembalikan Baliku', juga meraih penghargaan di Festival Lagu Populer Tingkat Nasional pada 1987. Lagu tersebut kemudian dibawa ke World Popular Song Festival di Tokyo dan memperoleh Kawakami Award serta Audience Selections Award.

7. Puluhan tahun berkiprah di dunia politik

Instagram.com/guruh_sukarno_putra

Di luar dunia seni, Guruh juga menjalani perjalanan panjang sebagai politikus. Ia pertama kali menjadi anggota DPR RI pada periode 1992–1997 melalui PDI, kemudian melanjutkan kiprahnya bersama PDI Perjuangan dan kembali terpilih dalam sejumlah periode berikutnya.

Guruh juga pernah dipercaya menjabat sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan pada periode 2005–2010. Hingga akhir hayatnya, perjalanan Guruh meninggalkan dua jejak besar yang saling berdampingan, yakni kecintaannya terhadap seni dan keterlibatannya dalam kehidupan politik Indonesia.

Kepergian Guruh Soekarnoputra menjadi kehilangan bagi dunia seni, budaya, dan politik Indonesia. Meski sosoknya telah berpulang, karya musik, tari, pertunjukan, serta gagasan yang pernah ia lahirkan akan tetap menjadi bagian dari perjalanan kebudayaan Indonesia.

Itulah rangkuman terkait beberapa fakta Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Soekarno yang dikenal sebagai seniman sekaligus politikus.

Semoga almarhum Guruh Soekarnoputra mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article