Popmama.com/Ilham Syakur Fidina
Lebih lanjut, Maudy Ayunda menyebutkan bahwa lirik dari lagu ‘Di Tepi Lamunan’ menggambarkan dua dunia sekaligus. Dunia pertama adalah sisi “perasuk” yang hadir sebagai sosok yang menenangkan untuk “pelamunnya” dunia lamunan, sementara di sisi lain untuk orang yang mencari rasa aman dan nyaman.
Jika melihat dari sudut pandang sosok perasuk yang seolah berbicara kepada pelamun. kalau ia akan memberikan rasa aman dengan pesan bahwa ia selalu ada di “ujung lamunan” untuk membawa kembali seseorang.
“Di satu sisi yang menyanyikan ini adalah seorang perasuk yang ngomong bahwa ‘Tenang saja, aku ada di sini’. Di tepi lamunan itu maksudnya di ujung perasukkan ini, ada aku yang akan mengambil kamu kembali, ada aku di ujung khayalmu, ada aku di ujung lamunan. Jadi sebenarnya ini kayak seorang perasuk yang menyanyikan lagu untuk pelamunnya,” jelas Maudy.
Selain sudut pandang perasuk, lagu ini juga bisa dimaknai sebagai ruang aman bagi siapa pun yang sedang dilanda keresahan. Lagu ini menjadi representasi keinginan untuk beristirahat sejenak dari beban hidup dan mencari ketenangan.
“Tapi, di sisi lain ini juga lagu buat siapa pun yang mencegah punya keresahan, yang ingin mencari tempat rehat sejenak, ingin mencari pelarian, ingin berselindar di orang yang dia sayangi dan bisa memeluk dia,” lanjut Maudy.
Bagi yang mendengarkan lagu ini, Maudy memberi kebebasan untuk memilih interpretasi, apakah ingin melihatnya sebagai kisah perasuk dan pelamun atau sebagai ungkapan emosional tentang kebutuhan akan tempat bersandar.