Popmama.com/Niko Abdullah Dahuri
Asri Welas juga menyoroti bagaimana perempuan sering kali menjadi pihak yang paling rentan dalam relasi yang manipulatif. Bukan karena lemah, tetapi karena terbiasa menempatkan perasaan dan empati di atas logika.
“Kayaknya penting dilihat supaya cewek-cewek nggak pada kebablasan. Soalnya makin ke sini makin banyak penipuan berkedok cinta,” tuturnya.
Menurut Asri, film Balas Budi menjadi pengingat agar perempuan berani menetapkan batasan dalam hubungan. Ia menekankan bahwa mencintai dan peduli tidak berarti harus mengorbankan diri sendiri. Dengan cerita yang emosional namun realistis, film ini diharapkan bisa menjadi refleksi, bukan sekadar hiburan.
Lewat kisah yang dekat dengan kehidupan nyata, film Balas Budi mengajak penonton untuk lebih jujur melihat dinamika hubungan di sekitar mereka. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi agar setiap orang, khususnya para Mama, bisa lebih peka dan bijak dalam memaknai perhatian, cinta, dan pengorbanan dalam sebuah relasi.
Menurut Mama, pesan mana dari film Balas Budi yang paling terasa relevan dengan kehidupan saat ini?
Apakah film Balas Budi terinspirasi dari kisah nyata? | Film Balas Budi tidak secara langsung diadaptasi dari satu kisah nyata tertentu, tetapi terinspirasi dari fenomena sosial yang sering terjadi di masyarakat, terutama relasi manipulatif dan penipuan berbasis emosi yang kian marak. |
Siapa target penonton utama film Balas Budi? | Film Balas Budi menyasar penonton dewasa, khususnya perempuan dan keluarga, karena mengangkat isu hubungan emosional, manipulasi, serta dinamika psikologis yang membutuhkan kedewasaan dalam memahami ceritanya. |
Apakah film Balas Budi cocok ditonton bersama pasangan? | Ya, film Balas Budi justru relevan ditonton bersama pasangan karena bisa menjadi bahan refleksi dan diskusi mengenai batasan, komunikasi sehat, serta kesadaran emosional dalam hubungan. |