Benarkah Sering Unggah Hubungan di Media Sosial Tanda Tak Bahagia?

Sebelum hanya menduga, begini kata para ahli mengenai kebiasaan mengunggah di media sosial

13 Oktober 2020

Benarkah Sering Unggah Hubungan Media Sosial Tanda Tak Bahagia
Pixabay/AdinaVoicu

Mengabadikan setiap momen bersama pasangan, lalu mengunggahnya ke media sosial tentu menjadi sesuatu yang sering sekali dilakukan oleh banyak orang. 

Hanya saja, terlalu sering membagikan foto atau cerita terkait hubungan suami istri bisa menjadi tanda bahwa ada ketidakbahagiaan. Apalagi jika yang diunggah ke media sosial termasuk hal-hal bersifat privasi dan tidak seharusnya dibagikan ke banyak orang. 

Perlu dipahami bahwa yang namanya berlebihan tentu tidaklah baik, begitu juga kalau terlalu sering mengunggah hubunganmu ke media sosial. 

Jika ingin mengetahui terkait alasan dari kebiasaan seseorang mengunggah hubungannya ke media sosial, kali ini Popmama.com telah merangkumnya. Padahal foto-foto romantis yang sering diunggah belum tentu menjadi tanda bahwa hubungannya bersama pasangan sedang bahagia. 

Simak juga pandangan dari para ahli mengenai hal ini ya, Ma!

1. Berpotensi memiliki gangguan kepribadian histrionik karena ingin selalu menjadi pusat perhatian

1. Berpotensi memiliki gangguan kepribadian histrionik karena ingin selalu menjadi pusat perhatian
Pixabay/Candid_Shots

Mama atau pasangan yang sering mengunggah foto-foto ke media sosial bisa saja memiliki gangguan kepribadian histrionik. 

Seseorang dengan gangguan kepribadian histrionik seolah ingin selalu menjadi pusat perhatian banyak orang, tak terkecuali melalui media sosialnya. Setiap notifikasi dari orang lain yang menyukai atau memberikan komentar terkait unggahannya bisa membuat hatinya lebih senang, apalagi saat mengundang banyak perhatian. 

Gangguan kepribadian histrionik cenderung memiliki rasa tidak nyaman apabila sedang tidak menjadi pusat perhatian. 

Maka dari itu, mereka akan cenderung mencari perhatian dan pengakuan secara kontinu. Foto atau ceritanya bersama pasangan bisa menjadi bahan tersendiri untuk dibagikan kepada orang lain. 

Cenderung dramatis, seseorang dengan gangguan kepribadian ini biasanya memiliki selalu mengganggap punya hubungan yang hangat dan bahagia bersama pasangannya. Padahal belum tentu pasangannya sepakat dengan hubungan yang dikatakan bahagia. 

Editors' Picks

2. Memiliki kecenderungan ingin selalu terus mendapatkan pujian dari orang lain 

2. Memiliki kecenderungan ingin selalu terus mendapatkan pujian dari orang lain 
Pixabay/StockSnap

Ketika seringkali mengunggah foto-foto romantis bersama pasangan ke media sosial, bisa saja memiliki tujuan tertentu di baliknya yakni keinginan untuk mendapatkan sebuah pujian. Pujian-pujian dari orang lain melalui kolom komentar bisa membuatnya merasa lebih bahagia. 

Padahal foto-foto romantis yang diunggahnya ke media sosial belum tentu sesuai dengan kenyataan. 

Perlu diketahui bahwa seseorang yang cenderung ingin selalu terus mendapatkan pujian dari orang lain berpotensi memiliki gangguan kepribadian, yakni narsistik. Mereka seolah tidak peduli terhadap hubungan yang terjadi sesungguhannya bersama pasangan. 

Mereka hanya ingin dianggap paling memiliki kehidupan percintaan yang sempurna, sehingga selalu menampilkan foto-foto romantis bersama pasangannya. 

3. Memiliki karakter yang tidak mau dikalahkan oleh orang lain

3. Memiliki karakter tidak mau dikalahkan oleh orang lain
Freepik/tirachardz

Masih terkait dengan gangguan kepribadian narsistik, mereka yang seringkali mengunggah foto-foto mesra bersama pasangan ke media sosial bisa menjadi tanda hubungannya sedang tidak bahagia. 

Apabila orang lain mendapatkan pujian atau dipandang lebih unggul dari dirinya, maka tak jarang seseorang yang memiliki gangguan kepribadian narsistik akan mudah merasa iri karena tidak ingin merasa tersaingi.

Maka dari itu, seseorang yang terlalu sering mengumbar kemesraan di media sosial belum tentu memiliki hubungan baik. Bisa saja kesedihan atau masalah yang terjadi di dalam hubungan keluarganya berusaha ditutupi dengan mengunggah foto-foto mesra di dunia maya. 

Bisa dibilang, gangguan kepribadian narsistik memiliki perasaan ekstrem mengenai kepentingan dirinya sendiri. 

4. Membutuhkan pengakuan dari orang lain untuk menjadi bukti kalau mereka termasuk pasangan bahagia

4. Membutuhkan pengakuan dari orang lain menjadi bukti kalau mereka termasuk pasangan bahagia
Rawpixel/McKinsey

Dilansir dari Inc.com, Nikki Goldstein seorang seksologis dan ahli hubungan mengatakan bahwa seseorang yang sering sekali mengunggah hubungan mereka ke media sosial sedang memiliki masalah. 

Menurut Nikki, sebenarnya orang tersebut sedang berusaha mencari pengakuan terhadap hubungannya dari orang lain melalui media sosial. Notifikasi berupa komentar pujian pun sedang mereka cari agar menjadi tolak ukur bahwa hubungannya dan pasangan dianggap benar-benar sedang bahagia. 

Semua ini dilakukan untuk meyakinkan dirinya sendiri berdasarkan pengakuan dari orang lain. Padahal hubungan pasangan suami istri seharusnya diukur dari kualitas serta kuantitas setiap momen yang mereka diciptakan bersama. 

5. Sedang merasa tidak puas atau putus asa terhadap hubungannya 

5. Sedang merasa tidak puas atau putus asa terhadap hubungannya 
Freepik/Dragana_Gordic

Seseorang yang sering mengunggah foto-foto mesranya bersama pasangan ke dunia maya bukan hanya butuh pengakuan, namun sedang merasa tidak puas atau putus asa terhadap hubungannya. Ada motif terselubung di balik tindakan mereka. 

Tak jarang unggahan tersebut seolah menjadi tanda bahwa dirinya ingin kembali ke fase tersebut. Fase di mana memiliki hubungan yang hangat dan bahagia.

Nah, itulah beberapa rangkuman terkait alasan dari kebiasaan seseorang mengunggah hubungannya ke media sosial. 

Semoga dari informasi di atas membuat kualitas dan kuantitas hubungan bersama pasangan bisa semakin baik, walau tidak perlu terlalu sering mengunggah foto-foto ke media sosial. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.